- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.138 di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026.
- Sebanyak 332 saham mengalami kenaikan harga di tengah total transaksi mencapai 1,69 miliar lembar saham pada perdagangan tersebut.
- IHSG diproyeksikan melemah akibat sentimen negatif dari tekanan Wall Street serta pembekuan rebalancing oleh pihak MSCI secara global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terbang pada awal perdagangan, Rabu, 24 Juni 2026, setelah ada kepastian dari MSCI. IHSG dibuka ke level 6.128.
Suara.com - Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih berada di zona hijau atau naik 0,60 persen ke level 6.138.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,69 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,09 miliar, serta frekuensi sebanyak 135.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 332 saham bergerak naik, sedangkan 165 saham mengalami penurunan, dan 462 saham tidak mengalami pergerakan.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/55050-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ENAK, LPLI, LEAD, CITY, dan TRUE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, BALI, LUCY, SBMA, MTMH, GLVA.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih akan berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini. Sejumlah sentimen negatif baik dari global maupun domestik dinilai berpotensi membebani pergerakan pasar saham Indonesia.
Tim Riset CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan mayoritas indeks saham di Wall Street menjadi salah satu faktor yang dapat menekan pergerakan IHSG. Selain itu, koreksi harga komoditas juga berpotensi memengaruhi sentimen investor di pasar.
Di sisi lain, pasar juga masih mencermati keputusan terkait status penilaian pasar Indonesia yang diperpanjang hingga November.
Sentimen negatif lainnya datang dari masih dibekukannya proses rebalancing oleh MSCI yang dinilai dapat membatasi aliran dana asing ke pasar saham domestik.
"Diperpanjangnya status penilaian pasar hingga November dan masih dibekukannya rebalancing MSCI diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar," tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya.
Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan hari ini.
Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak pada area support di level 5.990 hingga 5.880. Sementara itu, level resistance diperkirakan berada di kisaran 6.210 hingga 6.325.
Meski pasar diperkirakan bergerak melemah, sejumlah saham masih direkomendasikan untuk dicermati investor. Berikut daftar saham pilihan CGS International Sekuritas Indonesia:
- BUMI
- AALI
- MBMA
- ARCI
- BRMS
- WIIM
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi