Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

M Nurhadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB
Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!
Bank Indonesia memastikan cadangan devisa sebesar USD 114 miliar cukup untuk intervensi guna menstabilkan nilai tukar rupiah. [Antara]
baca 10 detik
  • IHSG anjlok 3,56 persen ke level 5.883 pada Rabu (24/6/2026) akibat tekanan jual masif investor institusi dan asing.
  • Penyebab utama kejatuhan pasar adalah laporan MSCI terkait transparansi struktur kepemilikan dan ancaman penurunan status pasar modal Indonesia.
  • Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.952 per dolar AS karena sentimen negatif pasar serta penguatan suku bunga bank sentral AS.

Suara.com - Pasar keuangan domestik didera tekanan hebat pada sesi perdagangan Rabu (24/6/2026). Sentimen negatif global dan regional memicu aksi jual massal yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk ke zona merah dan nilai tukar rupiah terperosok hingga nyaris menembus level psikologis baru Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

IHSG menutup perdagangan dengan koreksi sangat tajam sebesar 217,45 poin atau anjlok 3,56 persen, membuat indeks parkir di posisi 5.883.

Pada awal sesi, indeks sebenarnya sempat dibuka optimistis di level 6.128 dan meraih posisi tertinggi harian di 6.171. Namun, tekanan jual yang masif di sesi kedua membalikkan keadaan hingga indeks terseret ke level terendah harian di 5.876.

Pelemahan ini berimbas langsung pada nilai transaksi harian yang melonjak drastis hingga mencapai Rp32,93 triliun. Total volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 40,1 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan yang sangat padat mencapai 1,75 juta kali transaksi.

Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), kejatuhan indeks dipicu oleh kegagalan IHSG dalam mempertahankan momentum penguatan di awal perdagangan.

Tekanan jual dari investor institusi maupun asing langsung meningkat tajam begitu indeks gagal menembus area resistansi kuat di rentang 6.200 hingga 6.300, yang berujung pada jebolnya level psikologis penting 6.000.

Analis BRIDS mengungkapkan, pemicu utama kepanikan pasar adalah respons negatif terhadap rilis dokumen MSCI 2026 Market Classification Review. Walaupun Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan untuk tetap mempertahankan posisi Indonesia di dalam kelompok Emerging Market (Pasar Berkembang), lembaga pemeringkat internasional tersebut memberikan catatan hitam dan sorotan tajam bagi pasar modal domestik.

MSCI secara terbuka kembali mempersoalkan isu fundamental terkait transparansi struktur kepemilikan saham, validitas porsi saham publik yang beredar di pasar (free float), serta adanya indikasi kuat aktivitas perdagangan yang terkoordinasi (coordinated trading) di bursa tanah air.

"MSCI juga memberikan peringatan bahwa apabila implementasi reformasi pasar tidak menunjukkan kemajuan yang memadai hingga November 2026, Indonesia berpotensi menghadapi konsultasi terkait penurunan status menjadi frontier market," tulis tim analis BRI Danareksa Sekuritas dalam laporan tertulisnya.

baca juga

Koreksi dalam ini melanda seluruh papan perdagangan, termasuk saham-saham unggulan (blue chip). Indeks LQ45 dilaporkan merosot 20,26 poin (3,39%) ke level 578,17. Kejatuhan paling parah dialami oleh Jakarta Islamic Index (JII) yang terjungkal 17,82 poin atau ambles 4,90 persen ke posisi 345,56, sementara indeks IDX30 melemah 10,75 poin (3,18%) menjadi 327,26.

Rupiah Meranggas Tertekan Superioritas Dolar AS

Seirama dengan ambruknya bursa saham, nilai tukar rupiah di pasar spot juga gagal membendung keperkasaan dolar AS hingga akhir sesi perdagangan.

Mata uang Garuda ditutup melemah 26 poin atau terkoreksi 0,15 persen ke posisi Rp17.949 per dolar AS. Sementara itu, berdasarkan Bloomberg Dollar Index, rupiah mencatatkan kejatuhan yang lebih dalam, yakni merosot 99 poin atau 0,55 persen ke level Rp17.952 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa terpuruknya nilai tukar rupiah tidak lepas dari faktor eksternal, di mana ekspektasi pelaku pasar global terhadap kelanjutan kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS (The Fed) kembali meningkat. Hal ini membuat indeks dolar AS melonjak kuat hingga menembus level tertinggi dalam 14 bulan terakhir.

Di sisi lain, tekanan internal dari runtuhnya pasar saham akibat sentimen MSCI turut mempercepat pelarian modal asing (capital outflow) keluar dari pasar keuangan dalam negeri, yang pada akhirnya memperberat beban nilai tukar.

"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS yang terus melanjutkan penguatan. Rupiah juga tertekan oleh sentimen pasar saham yang ambrol setelah MSCI yang walau mempertahankan status Emerging Market, namun status tersebut masih akan direview ulang November dan berpotensi di-downgrade ke frontier sehingga bisa menekan rupiah," pungkas Lukman Leong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:32 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

IHSG Langsung Terbang ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

IHSG Hancur Lebur! Anjlok 3,56% ke Level 5.883, Asing Ramai Jual BMRI dan DSSA

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:31 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:37 WIB

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:35 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB