- PLTU Pelabuhan Ratu terus menggunakan biomassa sorgum sebagai bahan bakar pendamping di, Sukabumi, sejak tahun 2025.
- Pemanfaatan sorgum hasil panen masyarakat ini bertujuan mempercepat transisi energi bersih serta mendukung target pencapaian Net Zero Emissions.
- Program ini memberikan kepastian pasar bagi petani setempat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sinergi sektor energi dan pertanian.
Suara.com - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Ratu perlahan mulai memanfaatkan bahan bakar pendamping atau co-firing. Salah satunya, biomassa berbasis pertanian masyarakat
Langkah tersebut ditandai dengan panen raya tanaman sorgum sekaligus pengiriman perdana biomassa sorgum dust dari Perkebunan Sorgum Cilegok, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Program ini menjadi bagian dari upaya PLN Indonesia Power mempercepat transisi energi bersih melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) berbasis masyarakat.
Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi antara sektor energi dan pertanian yang tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
![Cerobong PLTU Pelabuhan Ratu yang berdekatan dengan wisata pantai di wilayah Pelabuhan Ratu, Sukabumi 30 April 2023. [Foto: Somad]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/12/31174-cerobong-pltu-pelabuhan-ratu.jpg)
"Program biomassa sorgum ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak harus mengorbankan kepentingan masyarakat. Justru sebaliknya, kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi turut merasakan manfaat ekonomi dari setiap langkah transformasi energi yang kami jalankan," ujar Bernadus seperti dikutip, Rabu (24/6/2026).
Program biomassa sorgum ini telah berjalan sejak 2025, dimulai dari tahap penanaman hingga memasuki masa panen raya pada tahun ini.
Sorgum dipilih karena memiliki manfaat ganda. Selain bulirnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan, batang dan daun tanaman tersebut dapat diolah menjadi sorgum dust yang digunakan sebagai bahan bakar pendamping batu bara di PLTU Pelabuhan Ratu.
Melalui program ini, PLN juga berperan sebagai off-taker atau pembeli hasil panen biomassa masyarakat, sehingga memberikan kepastian pasar bagi para petani yang terlibat dalam rantai pasok energi hijau.
PLN Indonesia Power menilai keberhasilan program biomassa sorgum di Pelabuhan Ratu dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah operasional lainnya.
"Kami berkomitmen untuk terus memperluas program biomassa berbasis masyarakat ini, sejalan dengan upaya kami mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang mandiri di berbagai wilayah operasi," kata Bernadus.
Pengiriman perdana biomassa sorgum dust ini sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan bahan bakar alternatif hasil pertanian masyarakat untuk mendukung operasional PLTU Pelabuhan Ratu.
PLN Indonesia Power berharap kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan petani dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan energi hijau berbasis biomassa.