Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Gojek dan Grab akan menurunkan potongan komisi ojek online menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026 mendatang.
  • Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online.
  • Konsumen berharap penurunan komisi tersebut tidak diikuti dengan kenaikan tarif layanan yang membebani pengeluaran transportasi harian mereka.

Suara.com - Rencana penurunan potongan komisi aplikasi ojek online (ojol) menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026 mendapat respons positif dari kalangan konsumen. Mereka berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi tanpa diikuti kenaikan tarif yang harus dibayar pelanggan.

Sebelumnya, dua perusahaan aplikasi transportasi daring, Gojek dan Grab, menyatakan siap menerapkan komisi 8 persen untuk layanan angkutan penumpang roda dua mulai awal Juli mendatang.

Kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya meminta potongan aplikator diturunkan dari 20 persen menjadi 8 persen.

Salah seorang pengguna ojol harian di Jakarta, Pratiwi (29), menyambut baik rencana tersebut. Karyawan swasta yang menggunakan layanan ojol untuk berangkat dan pulang kerja itu menilai pengemudi memang layak mendapatkan porsi pendapatan yang lebih besar.

Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (11/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kalau potongan aplikasinya berkurang, saya senang karena pendapatan driver bisa lebih baik. Mereka kan yang bekerja langsung di lapangan," kata Pratiwi kepada Suara.com, Rabu (24/6/2026).

Meski demikian, ia berharap penurunan komisi tidak berujung pada kenaikan tarif perjalanan. Menurut dia, tarif ojol saat ini sudah menjadi bagian penting dari pengeluaran transportasi bulanannya.

"Saya berharap tarif ke konsumen jangan dinaikkan. Kalau tarif naik, pengguna bisa berpikir dua kali untuk pesan ojol, terutama untuk perjalanan rutin setiap hari," ujarnya.

Harapan serupa disampaikan pengguna ojol lainnya, Dinda (28). Warga Bekasi yang hampir setiap hari menggunakan layanan ojol untuk menuju stasiun itu menilai kebijakan tersebut seharusnya menjadi momentum memperbaiki kesejahteraan mitra pengemudi tanpa membebani pelanggan.

"Menurut saya kebijakan ini bagus kalau memang tujuannya supaya penghasilan driver bertambah. Tapi jangan sampai kompensasinya malah dibebankan ke konsumen lewat kenaikan tarif," kata Dinda.

baca juga

Ia mengatakan tarif yang terjangkau menjadi salah satu alasan masyarakat tetap memilih layanan ojol dibandingkan moda transportasi lainnya.

"Kalau tarif tetap stabil, konsumen senang, driver juga dapat bagian lebih besar. Harapannya ada solusi yang menguntungkan kedua belah pihak," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Kenaikan Harga Pertamax Hantam Pengemudi Ojol, Pendapatan Terancam Tergerus

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Dorong Kolaborasi Hijau, Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:32 WIB

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:10 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Sinyal Bahaya dari Perbankan: Kredit Agresif, Likuiditas Justru Kian Menipis!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB