Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Dicky Prastya

Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB
Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika
(Kiri-kanan) Wamenkeu Suahasil Nazara, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, dan Wamenkeu Juda Agung saat konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026) malam. [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan Panda Bond di China senilai Rp17,9 triliun untuk diversifikasi sumber pembiayaan.
  • Pemerintah menargetkan penerbitan obligasi tersebut tahun ini guna mendapatkan bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjaman berbasis Dolar AS.
  • Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat nilai tukar Rupiah sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau bunga utang dari China lebih murah ketimbang dari Amerika Serikat. Hal ini terungkap usai dirinya melakukan kunjungan kerja dari Tiongkok pekan lalu.

Menkeu Purbaya bercerita bahwa tujuannya melakukan dinas luar negeri ke China untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan demi memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Untuk itu Pemerintah ingin menerbitkan Panda Bond, surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh entitas asing, dalam hal ini Pemerintah Indonesia. Surat utang ini diterbitkan di pasar domestik China dengan denominasi mata uang Yuan atau Renminbi (RMB).

"Kemarin kami ke China untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan, supaya tekanan kita berkurang sedikit. Di China tuh Panda Bond, kita expect lebih murah ya bunganya dibanding Amerika, Dolar base," katanya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI yang disiarkan virtual, dikutip Kamis (25/6/2026).

Dengan Panda Bond, Purbaya berharap Pemerintah RI memiliki alternatif agar lebih leluasa ketika melakukan pembiayaan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Jadi kita harapkan nanti ada alternatif pembiayaan dari kita yang membuat kita agak leluasa ketika melakukan pembiayaan untuk defisit anggaran kita," jelasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan perwakilan bank sentral China, People's Bank of China (PBOC). [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan perwakilan bank sentral China, People's Bank of China (PBOC). [Dok. Kemenkeu]

Target cari utang Rp 17,9 T dari Panda Bond

Diketahui Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Rp 17.937 per Dolar AS). Bahkan dana pinjaman itu bisa lebih apabila kondisi lebih memungkinkan.

"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya seperti apa, kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung dengan kondisi market-nya," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Untuk menerbitkan Panda Bond, pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing harus memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yaitu China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

baca juga

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak underwriter-nya belum dimasukkan dan pihak PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat segera memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik," papar dia.

Berkat dukungan dari PBOC, Purbaya optimistis Panda Bond dapat diterbitkan tahun ini. Pemerintah masih mempersiapkan book building atau masa penawaran awal, di mana peminjam dan penjamin mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

"Ini minggu depan sudah mulai book building harusnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," ungkap Purbaya.

Purbaya menyebut, alasan Pemerintah menerbitkan PAnda BOnd yakni ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan. Ia tak ingin bergantung pada satu sumber mata uang negara tertentu.

Lebih lagi Indonesia dan China sudah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat kedua negara.

"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, bisa tidak memakai untuk memanfaatkan langsung bilateral swap agreement tadi sehingga langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap Rupiah juga nantinya," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Purbaya Heran Lembaga Asing Terus Sorot Ekonomi RI, Bandingkan Nasib dengan AS-Eropa

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:08 WIB

Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun, Kapan?

Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun, Kapan?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 10:49 WIB

Langkah Besar Menuju Damai, JD Vance Sebut Dialog AS - Iran Berjalan Positif

Langkah Besar Menuju Damai, JD Vance Sebut Dialog AS - Iran Berjalan Positif

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:05 WIB

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China

Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:51 WIB

Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA

Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:09 WIB

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

×