Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Dicky Prastya

Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunda penerbitan Panda Bond hingga akhir Juli 2026 demi menjaring lebih banyak investor China.
  • Pemerintah menargetkan perolehan dana sebesar Rp17,9 triliun melalui penerbitan surat utang berdenominasi Yuan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan pembangunan nasional.
  • Terdapat 21 investor besar yang berminat membeli Panda Bond setelah mendapatkan dukungan regulasi dari otoritas keuangan China, PBOC.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk menunda penerbitan Panda Bond atau surat utang (obligasi) yang diterbitkan Pemerintah RI untuk dibeli para investor China dengan berdenominasi mata uang Yuan atau Renminbi.

Menkeu Purbaya menyatakan kalau pengunduran penerbitan Panda Bond dilakukan usai dirinya menemui sejumlah investor China. Dalam pembahasan itu, ia menyebut banyak investor yang memiliki minat tapi waktunya kurang.

"Saya pikir sudah bagus lah, berarti minatnya besar tuh. Jadi saya tunda sampai akhir Juli (2026)," katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jumat (26/6/2026).

Bendahara Negara menyebut, penyesuaian penerbitan Panda Bond terjadi lantaran terdapat beberapa manajer investasi dan Bank Besar di China yang terlambat mengetahui soal penerbitan surat utang tersebut.

“Supaya yang beli makin banyak Jadi kalau besar nanti saya bisa serap sebanyak mungkin sesuai dengan rencana kita. Jadi animonya cukup besar Investornya,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan, sampai dengan saat ini terdapat 21 investor besar yang berminat untuk memiliki surat utang milik Indonesia yaitu Panda Bond. 

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menemui Menkeu China Lan Fo’an pada Rabu (17/6/2026). [Dok. Kemenkeu]
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menemui Menkeu China Lan Fo’an pada Rabu (17/6/2026). [Dok. Kemenkeu]

Target cari utang Rp 17,9 T dari Panda Bond

Diketahui Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Rp 17.937 per Dolar AS) setelah melakukan kunjungan kerja ke China pekan lalu. Bahkan dana pinjaman itu bisa lebih apabila kondisi lebih memungkinkan.

"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya seperti apa, kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung dengan kondisi market-nya," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

baca juga

Untuk menerbitkan Panda Bond, pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing harus memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yaitu China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak underwriter-nya belum dimasukkan dan pihak PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat segera memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik," papar dia.

Berkat dukungan dari PBOC, Purbaya optimistis Panda Bond dapat diterbitkan tahun ini. Pemerintah masih mempersiapkan book building atau masa penawaran awal, di mana peminjam dan penjamin mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

"Ini minggu depan sudah mulai book building harusnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," ungkap Purbaya.

Purbaya menyebut, alasan Pemerintah menerbitkan Panda Bond yakni ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan. Ia tak ingin bergantung pada satu sumber mata uang negara tertentu.

Lebih lagi Indonesia dan China sudah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat kedua negara.

"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, bisa tidak memakai untuk memanfaatkan langsung bilateral swap agreement tadi sehingga langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap Rupiah juga nantinya," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:37 WIB

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:09 WIB

Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja

Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:58 WIB

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Terkini

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

Total 70 Negara Walk Out dari Pidato PM Israel Netanyahu di PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:57 WIB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

×