Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Dicky Prastya

Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunda penerbitan Panda Bond hingga akhir Juli 2026 demi menjaring lebih banyak investor China.
  • Pemerintah menargetkan perolehan dana sebesar Rp17,9 triliun melalui penerbitan surat utang berdenominasi Yuan untuk mendiversifikasi sumber pendanaan pembangunan nasional.
  • Terdapat 21 investor besar yang berminat membeli Panda Bond setelah mendapatkan dukungan regulasi dari otoritas keuangan China, PBOC.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk menunda penerbitan Panda Bond atau surat utang (obligasi) yang diterbitkan Pemerintah RI untuk dibeli para investor China dengan berdenominasi mata uang Yuan atau Renminbi.

Menkeu Purbaya menyatakan kalau pengunduran penerbitan Panda Bond dilakukan usai dirinya menemui sejumlah investor China. Dalam pembahasan itu, ia menyebut banyak investor yang memiliki minat tapi waktunya kurang.

"Saya pikir sudah bagus lah, berarti minatnya besar tuh. Jadi saya tunda sampai akhir Juli (2026)," katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jumat (26/6/2026).

Bendahara Negara menyebut, penyesuaian penerbitan Panda Bond terjadi lantaran terdapat beberapa manajer investasi dan Bank Besar di China yang terlambat mengetahui soal penerbitan surat utang tersebut.

“Supaya yang beli makin banyak Jadi kalau besar nanti saya bisa serap sebanyak mungkin sesuai dengan rencana kita. Jadi animonya cukup besar Investornya,” ujarnya.

Purbaya menjelaskan, sampai dengan saat ini terdapat 21 investor besar yang berminat untuk memiliki surat utang milik Indonesia yaitu Panda Bond. 

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menemui Menkeu China Lan Fo’an pada Rabu (17/6/2026). [Dok. Kemenkeu]
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menemui Menkeu China Lan Fo’an pada Rabu (17/6/2026). [Dok. Kemenkeu]

Target cari utang Rp 17,9 T dari Panda Bond

Diketahui Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond senilai 1 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 17,9 triliun (kurs Rp 17.937 per Dolar AS) setelah melakukan kunjungan kerja ke China pekan lalu. Bahkan dana pinjaman itu bisa lebih apabila kondisi lebih memungkinkan.

"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya seperti apa, kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar, tergantung dengan kondisi market-nya," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

baca juga

Untuk menerbitkan Panda Bond, pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing harus memenuhi ketentuan otoritas keuangan China yaitu China People’s Bank of China (PBOC) dan National Association of Financial Market Institutional Investors (NAFMII).

"Waktu pertemuan dengan PBOC, kami diminta melakukan percepatan pengeluaran izinnya tapi memang dari pihak underwriter-nya belum dimasukkan dan pihak PBOC meminta agar segera dimasukkan izinnya sehingga mereka dapat segera memproses. Jadi dukungan mereka ke rencana ini amat baik," papar dia.

Berkat dukungan dari PBOC, Purbaya optimistis Panda Bond dapat diterbitkan tahun ini. Pemerintah masih mempersiapkan book building atau masa penawaran awal, di mana peminjam dan penjamin mengumpulkan minat dan pesanan dari investor dalam rentang harga tertentu.

"Ini minggu depan sudah mulai book building harusnya begitu izinnya keluar ya. Jadi dua minggu lagi sudah putus mungkin," ungkap Purbaya.

Purbaya menyebut, alasan Pemerintah menerbitkan Panda Bond yakni ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan. Ia tak ingin bergantung pada satu sumber mata uang negara tertentu.

Lebih lagi Indonesia dan China sudah memiliki perjanjian bilateral (local currency transaction) yang mempermudah transaksi antara masyarakat kedua negara.

"Transaksi dengan yuan bisa langsung dikonversi ke rupiah, karena perjanjian antara bank sentral Indonesia dengan bank sentral China. Jadi saya akan coba juga, bisa tidak memakai untuk memanfaatkan langsung bilateral swap agreement tadi sehingga langsung ke rupiah dan akan mengurangi tekanan terhadap Rupiah juga nantinya," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:37 WIB

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:09 WIB

Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja

Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:58 WIB

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Terkini

Mengapa CFX10 Penting bagi Investor Kripto, Ini Penjelasannya

Mengapa CFX10 Penting bagi Investor Kripto, Ini Penjelasannya

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:20 WIB

3 Opsi Mobil 60 Jutaan Plus dan Cara Jitu Cek Sasis Mobil Bekas Tabrakan Biar Nggak Rugi

3 Opsi Mobil 60 Jutaan Plus dan Cara Jitu Cek Sasis Mobil Bekas Tabrakan Biar Nggak Rugi

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Purbaya-Bahlil Saling Puji usai Jadi Menteri Terbaik Versi Survei IPO

Purbaya-Bahlil Saling Puji usai Jadi Menteri Terbaik Versi Survei IPO

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:18 WIB

Pansus Agraria Mandek, Dasco Kumpulkan Para Menteri untuk Bereskan Konflik Lahan

Pansus Agraria Mandek, Dasco Kumpulkan Para Menteri untuk Bereskan Konflik Lahan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:18 WIB

6 Sepatu Lari Brooks Terbaik untuk Latihan, Maraton hingga Trail Running

6 Sepatu Lari Brooks Terbaik untuk Latihan, Maraton hingga Trail Running

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Tabrak Lari Anggota Polisi hingga Tewas di Bandung, Mahasiswa Berinisial A Ditetapkan Tersangka

Tabrak Lari Anggota Polisi hingga Tewas di Bandung, Mahasiswa Berinisial A Ditetapkan Tersangka

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Lusi Lindri: Perempuan yang Menolak Tubuhnya Menjadi Milik Takhta Mataram

Lusi Lindri: Perempuan yang Menolak Tubuhnya Menjadi Milik Takhta Mataram

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Studi Ungkap Kebiasaan Mandi yang Diam-diam Membuat Konsumsi Air Lebih Tinggi

Studi Ungkap Kebiasaan Mandi yang Diam-diam Membuat Konsumsi Air Lebih Tinggi

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Katedral 98 Tahun Tak Kuasa Menahan Gempa Kolombia, Menara Ambruk Saat Misa Berlangsung

Katedral 98 Tahun Tak Kuasa Menahan Gempa Kolombia, Menara Ambruk Saat Misa Berlangsung

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Ekspor Industri Jateng Melejit 41 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Justru Melambat

Ekspor Industri Jateng Melejit 41 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Justru Melambat

Jawa Tengah | Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:09 WIB

×