Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 27 Juni 2026 | 21:04 WIB
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
Sejumlah Pekerja beraktivitas saat jam pulang kantor di Kawasan Sarinah, Jakarta, Rabu (24/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • 81% pekerja merasa gaji adil, namun hanya 66% benar-benar puas.
  • Karyawan tak puas gaji 2,2 kali lebih berpeluang mencari kerja baru.
  • Sebanyak 83% pekerja yang meminta kenaikan gaji berhasil mendapatkannya.

Suara.com - Mayoritas pekerja di Indonesia merasa gaji yang mereka terima sudah sesuai dengan standar pasar. Namun, persepsi "adil" ternyata belum cukup membuat mereka merasa benar-benar dihargai oleh perusahaan.

Temuan tersebut terungkap dalam laporan terbaru Salary Pulse yang dirilis Jobstreet by SEEK. Berdasarkan survei terhadap 1.010 profesional Indonesia berusia 18-64 tahun pada Februari 2026, sebanyak 81% responden menilai gaji mereka sudah layak untuk pekerjaan yang dijalani. Meski demikian, hanya 66% yang mengaku benar-benar puas dengan nominal gaji yang diterima.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara rasa keadilan dan kepuasan finansial. Bagi banyak pekerja, gaji bukan sekadar angka yang sesuai standar pasar, melainkan juga bentuk penghargaan nyata atas kontribusi mereka di perusahaan.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa kepuasan terhadap gaji memiliki dampak langsung terhadap produktivitas bisnis. Pekerja yang merasa puas dengan kompensasi yang diterima tercatat 1,7 kali lebih termotivasi dan lebih bersedia memberikan usaha ekstra dalam pekerjaannya.

Sebaliknya, karyawan yang merasa tidak puas terhadap gaji memiliki 2,2 kali peluang lebih besar untuk mulai mempertimbangkan mencari pekerjaan baru. Temuan ini mempertegas bahwa kebijakan remunerasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga loyalitas tenaga kerja.

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan kepuasan terhadap gaji merupakan aspek yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh perusahaan.

"Gaji adalah faktor mendasar yang membentuk perasaan pekerja di Indonesia terhadap pekerjaan mereka. Kepuasan terhadap gaji merupakan area yang krusial untuk dipahami dan ditanggapi secara serius oleh para pemimpin perusahaan, mengingat peran pentingnya dalam mendorong produktivitas serta retensi karyawan yang kuat," ujarnya.

Menurut Wisnu, perusahaan perlu membuka ruang komunikasi yang lebih transparan mengenai kompensasi agar ekspektasi karyawan dapat dikelola dengan baik sekaligus meningkatkan kepuasan finansial di tempat kerja.

Laporan tersebut juga menemukan pekerja Indonesia masih bersedia melakukan sejumlah kompromi demi memperoleh kenaikan gaji. Sebanyak 29% responden rela tetap on call di luar jam kerja, sementara 29% lainnya bersedia pindah kota atau bahkan negara apabila memperoleh kenaikan gaji sebesar 10%.

baca juga

Namun demikian, terdapat batas yang tidak ingin dilanggar pekerja. Hanya 3% responden yang bersedia bekerja di perusahaan dengan budaya kerja beracun (toxic culture) demi kenaikan gaji, sedangkan 6% bersedia bekerja di perusahaan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi mereka.

Temuan ini menunjukkan budaya kerja dan kesesuaian nilai perusahaan tetap menjadi pertimbangan utama meski imbalan finansial meningkat.

Dari sisi negosiasi, pekerja Indonesia tergolong paling percaya diri di kawasan Asia Pasifik. Sebanyak 64% responden pernah meminta kenaikan gaji, dan dari jumlah tersebut 83% berhasil memperoleh kenaikan.

Tren kenaikan gaji sendiri masih cukup positif. Sebanyak 62% pekerja mengaku menerima kenaikan gaji dalam satu tahun terakhir. Mayoritas memperoleh kenaikan hingga 5%, sedangkan 39% menerima kenaikan sebesar 6-10%.

Menariknya, jenis kenaikan gaji juga memengaruhi tingkat kebahagiaan pekerja. Karyawan yang memperoleh kenaikan berdasarkan pencapaian kinerja memiliki tingkat kepuasan mencapai 89%, jauh lebih tinggi dibanding pekerja yang hanya menerima penyesuaian gaji secara massal di perusahaan, yakni 67%.

Perbedaan kepuasan juga terlihat berdasarkan kelompok usia. Generasi Z yang umumnya masih berada di level awal karier justru mencatat tingkat kepuasan gaji relatif tinggi, yakni 65%. Sebaliknya, Generasi X yang memiliki rata-rata pendapatan lebih besar menjadi kelompok yang paling rendah tingkat kepuasannya. Hanya 41% yang merasa digaji secara memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Terkini

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:53 WIB

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:35 WIB

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:33 WIB

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:02 WIB

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:19 WIB

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:47 WIB

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:18 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

×