- Menko Infrastruktur AHY mendorong Indonesia membangun merek kendaraan listrik nasional guna bersaing dengan dominasi produsen asal China.
- Pemerintah menargetkan penguatan industri dalam negeri melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap dan berkelanjutan.
- Indonesia akan melakukan kolaborasi riset dan produksi bersama perusahaan global guna mengembangkan teknologi serta kemandirian ekonomi nasional.
Selain memperkuat kandungan lokal, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan otomotif global melalui skema joint research dan joint production.
![Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/81953-menko-bidang-infrastruktur-dan-pembangunan-kewilayahan-agus-harimurti-yudhoyono-ahy.jpg)
Menurut AHY, Indonesia memiliki banyak talenta teknik yang mampu mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik apabila didukung kerja sama dengan industri internasional.
"Kita memiliki putra-putri terbaik dan para engineer yang sangat kompeten. Karena itu kita bisa melakukan joint research maupun joint production bersama perusahaan-perusahaan global yang ingin mengembangkan industri EV di Indonesia," katanya.
Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak bertujuan menjadikan Indonesia hanya sebagai basis produksi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan teknologi kendaraan listrik di kawasan.
Industri EV Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
AHY mengatakan, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian besar terhadap pembangunan industri otomotif nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia.
Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik dapat menjadi fondasi lahirnya industri otomotif nasional berbasis teknologi ramah lingkungan.
"Bapak Presiden juga sering menekankan bahwa kita harus memiliki tekad yang kuat untuk menghadirkan industri otomotif nasional. Kita memulainya melalui industri otomotif berbasis listrik," ujar AHY.
Adopsi Kendaraan Listrik Perlu Didukung Masyarakat
Di sisi lain, AHY menilai percepatan industri kendaraan listrik juga membutuhkan dukungan dari masyarakat sebagai pengguna.
Ia mengapresiasi langkah perusahaan transportasi digital seperti Grab yang telah menyediakan layanan kendaraan listrik sehingga konsumen memiliki pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
![Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam agenda Langkah Hijau Grab untuk Indonesia di Jakarta, Senin (29/6/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/69834-menko-bidang-infrastruktur-dan-pembangunan-kewilayahan-agus-harimurti-yudhoyono-ahy.jpg)
"Melalui layanan seperti Grab Electric, masyarakat bisa memilih menggunakan kendaraan listrik. Ini menjadi bagian dari langkah bersama menuju mobilitas yang lebih hijau sekaligus mendukung berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," kata AHY.