Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 01 Juli 2026 | 09:17 WIB
Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai tekanan yang terjadi di pasar keuangan Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif dibandingkan kondisi fundamental ekonomi. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Mukhamad Misbakhun menyatakan pasar keuangan Indonesia tertekan oleh sentimen negatif meskipun fundamental ekonomi nasional saat ini sangat kuat.
  • Data makro menunjukkan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen, inflasi terkendali, dan surplus neraca pembayaran selama 71 bulan berturut-turut.
  • Pemerintah perlu memperbaiki persepsi investor melalui komunikasi informasi ekonomi yang utuh guna mengatasi tekanan pasar keuangan tersebut.

Suara.com - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai tekanan yang terjadi di pasar keuangan Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif dibandingkan kondisi fundamental ekonomi.

Menurutnya, berbagai indikator makro menunjukkan perekonomian nasional berada dalam kondisi yang baik, namun persepsi pasar belum sejalan dengan realitas tersebut.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah indikator ekonomi yang layak menjadi modal untuk membangun kepercayaan investor.

"Situasi makro ekonomi yang bagus ini, fundamental yang bagus ini belum memberikan respons yang memadai oleh pasar," kata Misbakhun di Gedung BEI, Rabu (1/6/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal I mencapai 5,61 persen, inflasi tetap terkendali, neraca pembayaran mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut, serta cadangan devisa berada pada level yang mampu membiayai impor sekitar enam bulan.

Selain itu, Indonesia juga dinilai menjadi salah satu negara G20 yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi secara konsisten di kisaran 5 persen.

Meski demikian, Misbakhun menyebut pasar masih memberikan respons negatif yang tercermin dari tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Kita bertemu dengan fundamental yang kuat dilawan oleh persepsi. Ada realitas bahwa ekonomi kita sangat kuat, kemudian diberikan sentimen yang negatif. Nah, inilah kalau menurut saya yang menjadi tantangan kita ke depan," ujarnya.

Menurut dia, berbagai narasi mengenai kondisi fiskal pemerintah ikut memengaruhi persepsi pelaku pasar.

baca juga

Salah satu isu yang kerap disorot ialah belanja pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Misbakhun menilai, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki tata kelola program-program tersebut.

"MBG sedang dilakukan upaya-upaya perbaikan tata kelola dan menurut hemat kami di DPR apa yang dilakukan oleh Bapak Presiden dalam melakukan upaya perbaikan tata kelola itu sangat signifikan memberikan dampak terhadap kepercayaan harusnya," ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi yang dihadapi Indonesia juga bukan sesuatu yang terjadi secara khusus. Menurutnya, sejumlah negara berkembang lain seperti Filipina dan Thailand juga mengalami tekanan serupa di pasar keuangan.

"Situasi ini adalah situasi yang dialami tidak hanya oleh Indonesia. Status emerging market tetap bertahan. Tetapi ada situasi di pasar modal, capital outflow hari ini masih tetap berlanjut," katanya.

Karena itu, Misbakhun menilai, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus membangun kepercayaan investor melalui penyampaian informasi yang utuh mengenai kondisi ekonomi nasional.

Menurutnya, fundamental ekonomi yang kuat perlu diimbangi dengan persepsi positif agar pasar kembali pulih.

IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
Ilustrasi IHSG. [Antara]

"Ini yang mau tidak mau harus dilakukan langkah-langkah upaya yang serius untuk membangun kepercayaan ini," pungkas Misbakhun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:26 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×