Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Pemerintah Didesak Rombak Kebijakan Ekonomi RI Berbasis Manusia

Dicky Prastya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:39 WIB
Pemerintah Didesak Rombak Kebijakan Ekonomi RI Berbasis Manusia
Ilustrasi Ekonomi. (Pexels/Ahsanjaya)
baca 10 detik
  • CORE Indonesia mendesak pemerintah merombak kebijakan ekonomi dari fokus pertumbuhan PDB menuju sistem pembangunan yang berpusat pada manusia.
  • Paradigma lama dinilai gagal karena menyebabkan kemiskinan, ketimpangan, serta degradasi ekologi yang merupakan krisis global bagi masyarakat modern.
  • CORE Indonesia mengusulkan lima kapabilitas inti sebagai batasan desain kebijakan ekonomi yang selaras dengan nilai konstitusional Indonesia.

Suara.com - CORE Indonesia mendesak Pemerintah mengatur ulang kebijakan ekonomi yang kini harus berbasis manusia. Sebab dalam beberapa dekade terakhir, kiblat ekonomi hanya mengacu pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita.

Research Director Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Akbar Susamto menilai paradigma growth-centric ini dinilai sudah usang dan gagal menjawab tantangan zaman kontemporer.

Menurutnya, Pemerintah perlu perombakan total dari depan dalam mendesain sistem perekonomian. Sebab sudah saatnya pembangunan ekonomi bergeser dari sekadar mengejar angka pertumbuhan makro menuju sistem yang berpusat pada manusia atau sustainable human-centered economic development.

"Sementara nanti sisi-sisi lain misalnya terkait dengan distribusi, keberlanjutan ekologi, impulsi sosial, dan legitimasi demokratis dipandang sebagai tujuan sekunder atau kadang-kadang tujuan korektif. Jadi ketika pertumbuhan ekonomi yang tercapai, PDB per kapitanya meningkat, tapi kemudian buang efek samping, maka efek samping itu dikoreksi," kata Akbar dalam diskusi bertajuk Sustainable Human-Centred Economic Development dan Visi Baru Pembangunan Indonesia yang disiarkan virtual, Rabu (1/7/2026).

Akbar menjelaskan bahwa kegagalan paradigma lama ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan menjadi krisis global. Ketika sebuah negara hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, masyarakat justru dihadapkan pada realitas pahit di lapangan seperti kemiskinan yang persisten, ketimpangan yang melebar, kerentanan kerja, erosi demokrasi, hingga cepatnya degradasi ekologi.

Menurutnya, kesalahan mendasar selama ini bukan terletak pada kesalahan alat ukur statistik setelah pembangunan berjalan, melainkan pada absennya batasan kemanusiaan saat kebijakan itu pertama kali dirancang. Untuk itu, diperlukan pendekatan baru yang dirancang sejak awal.

"Kita bukan hanya sekedar pengukuran di belakang, tetapi mulai mengarah pada perlunya memikirkan ulang. Desain pembangunan ekonomi yang melampaui penalaran yang selama ini, yang dominan selama ini. Jadi perlu membangun sebuah pendekatan bangunan manusia yang berbeda, yang menggeser perhatian dari sekedar evaluasi di belakang, menjadi sesuatu yang kemudian memang didesain dari depan," paparnya.

Sebagai solusi operasional, CORE Indonesia mengadaptasi pendekatan kapabilitas (capability approach) yang dipopulerkan oleh peraih Nobel Ekonomi, Amartya Sen. Pembangunan ekonomi ke depan harus diikat oleh batasan desain (design constraint) yang tidak boleh dilanggar.

Akbar lalu merumuskan 5 Kapabilitas Inti yang harus dijamin sejak awal dalam setiap rancangan kebijakan ekonomi:

baca juga
  • Ecological Security: Kemampuan untuk hidup di lingkungan yang aman dan sustainable.
  • Agency & Opportunity: Kapabilitas untuk menentukan dan mengejar tujuan hidup sendiri, melalui akses yang adil terhadap pendidikan, pekerjaan, kehidupan sosial, dan lain-lain.
  • Material Security: Kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan material, pangan, sandang, papan, perlindungan sosial, kesehatan, secara bermartabat tanpa eksploitasi.
  • Relational Equality: Kapabilitas untuk membangun hubungan sosial yang setara dan dibangun dari setiap orang itu punya dignity, yang tidak dikotori oleh dominasi, diskriminasi, atau subordinasi.
  • Democratic Participation: Kemampuan untuk bisa terlibat, berpartisipasi dalam mengambil keputusan di dalam masyarakat (partisipasi demokrasi).

Belajar dari masa lalu

Menariknya, Akbar menyebut bahwa konsep ekonomi yang berpusat pada manusia ini bukanlah barang asing bagi Indonesia. Secara historis dan konstitusional, pendiri bangsa telah menanamkan nilai-nilai ini di dalam Pembukaan hingga pasal-pasal UUD 1945.

Misalnya ada hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat dijamin dalam Pasal 28H. Kemudian Pasal 27 Ayat 2 dan Pasal 28D Ayat 2 secara khusus memayungi kelayakan kerja serta imbalan ekonomi yang adil.

Di sektor pengembangan diri, Pasal 28C mewajibkan pemenuhan hak atas pendidikan bagi setiap warga negara. Adapun pemenuhan kebutuhan material dan perlindungan sosial bagi fakir miskin serta anak terlantar, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan yang layak, diatur dalam Pasal 34.

"Lima capabilities tadi, ruang hidup yang adil, kehidupan material yang adil, relasi sosial setara dan bermartabat, berpartisipasi dalam bentuk kelola publik, intinya adalah kami ingin menunjukkan bahwa inherently, bangsa kita ini sebenarnya sangat menekankan pentingnya capability tadi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Piala Dunia, Pemerasan Ekonomi, Judi dan Nyawa yang Dipertaruhkan

Piala Dunia, Pemerasan Ekonomi, Judi dan Nyawa yang Dipertaruhkan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:11 WIB

Berapa Gaji Petugas Sensus Ekonomi 2026? Segini Estimasi Per Bulannya

Berapa Gaji Petugas Sensus Ekonomi 2026? Segini Estimasi Per Bulannya

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:20 WIB

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:09 WIB

Segelas Es Kopi dan Stigma Boros yang Melekat pada Anak Muda

Segelas Es Kopi dan Stigma Boros yang Melekat pada Anak Muda

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:20 WIB

Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat

Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:17 WIB

Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

Di Tengah Gejolak Global, Jawa Tengah Tetap Jadi Magnet Investasi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:11 WIB

Terkini

Penjual Marketplace Kena PPh Mulai 1 Agustus 2026, Ini Kelompok Seller yang Bebas Pajak

Penjual Marketplace Kena PPh Mulai 1 Agustus 2026, Ini Kelompok Seller yang Bebas Pajak

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:39 WIB

MMA Marketing Talk 2026 Siap Tetapkan Arah Industri Pemasaran dan Periklanan Indonesia

MMA Marketing Talk 2026 Siap Tetapkan Arah Industri Pemasaran dan Periklanan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:23 WIB

Piala Dunia, Pemerasan Ekonomi, Judi dan Nyawa yang Dipertaruhkan

Piala Dunia, Pemerasan Ekonomi, Judi dan Nyawa yang Dipertaruhkan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:11 WIB

Marketplace Terapkan Pajak Otomatis Bagi Penjual Online, UMKM Ikut Kena?

Marketplace Terapkan Pajak Otomatis Bagi Penjual Online, UMKM Ikut Kena?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:59 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Dorong Inflasi 0,44 Persen pada Juni

Kenaikan Harga Pertamax Dorong Inflasi 0,44 Persen pada Juni

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:45 WIB

IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang

IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:38 WIB

BBCA Jadi Bidikan Asing, Dana Rp1,19 triliun Lenyap Selama Dua Hari

BBCA Jadi Bidikan Asing, Dana Rp1,19 triliun Lenyap Selama Dua Hari

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:19 WIB

Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%

Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:12 WIB

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:46 WIB

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:39 WIB

×