- Daud Joseph resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT Pos Indonesia pada Kamis, 2 Juli 2026.
- Keputusan pengunduran diri tersebut didasari oleh keinginan pribadi dan pertimbangan mendalam dari Daud Joseph sebagai pemimpin.
- Manajemen PT Pos Indonesia memastikan operasional dan program strategis perusahaan tetap berjalan lancar meski terjadi pergantian kepemimpinan.
Suara.com - Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Daud Joseph secara tiba-tiba mengundurkan diri. Daud resmi mundur dari pimpinan Pos mulai, Kamis, 2 Juli 2026.
"Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," ujar Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Selanjutnya, manajemen Pos Indonesia menyerahkan, proses transisi kepemimpinan kepada pemegang saham Danantara dan BP BUMN.
![Salah satu gudang milik PT Pos Indonesia. [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/10399-gudang-pos-indonesia.jpg)
"Sebagai bagian dari Danantara, Perseroan tetap berkomitmen menjalankan amanah Pemegang Saham dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memperkuat kinerja perusahaan, serta menjalankan program kerja strategis yang sedang berlangsung," beber Iwan.
Dalam hal ini, manajemen PT Pos Indonesia menegaskan bahwa saat ini kondisi operasional tetap berjalan lancar dan baik.
Seluruh pelaksanaan program transformasi dan agenda strategis Perusahaan terus berjalan sesuai rencana Perusahaan.
Profil Daud Joseph
Nama Daud Joseph dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) sejak Maret 2026. Penunjukan tersebut dilakukan oleh Danantara Asset Management untuk memperkuat pilar operasional sekaligus manajemen risiko perusahaan.
Daud Joseph dikenal sebagai sosok yang memiliki pengalaman lebih dari 22 tahun dalam memimpin transformasi strategis di sektor transportasi, agrobisnis, hingga otomotif. Latar belakang pendidikannya juga menjadi salah satu modal kuat dalam perjalanan kariernya.
Ia merupakan lulusan Teknik Metalurgi Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan Master of Global Management di Thunderbird School of Global Management melalui program beasiswa penuh. Bekal tersebut mengombinasikan keahlian teknis dengan kemampuan manajerial dalam memimpin berbagai organisasi.
Sebelum memimpin PT Pos Indonesia, Daud menjabat sebagai Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Dalam posisi tersebut, ia memimpin sekitar 6.500 karyawan dan berhasil mencatatkan pencapaian layanan hingga 1,4 juta pelanggan per hari. Di bawah kepemimpinannya, Transjakarta juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai sistem Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia.
Pengalaman Daud tidak hanya terbatas di sektor transportasi publik. Saat dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Steady Safe Tbk, ia berhasil melakukan restrukturisasi operasional perusahaan. Kinerja operasional yang sebelumnya berada di zona negatif mampu dibalik menjadi positif hanya dalam waktu satu tahun.
Kariernya di sektor agrobisnis dan logistik juga terbilang panjang. Saat berkiprah di PT Triputra Agro Persada Tbk dan PT SMART Tbk (Sinar Mas), Daud mengelola armada hingga 6.000 unit serta sekitar 14.000 tenaga kerja. Melalui rekayasa ulang proses bisnis dan mekanisasi panen, ia berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 127 persen.
Sebelumnya, Daud juga mengawali karier melalui program Management Trainee di PT Astra International Tbk – Isuzu. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab mengoptimalkan efisiensi operasional di 27 cabang bengkel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.