- Kemnaker menyatakan belum menerima laporan resmi terkait rumor PHK ribuan karyawan TikTok dan Tokopedia hingga Sabtu (4/7/2026).
- Tim mediator hubungan industrial Kemnaker saat ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kebenaran isu PHK tersebut.
- TikTok mengonfirmasi adanya penyesuaian organisasi di bagian riset dan pengembangan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang di Indonesia.
Suara.com - Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Faried Abdurrahman Nur Yuliono mengatakan pihaknya belum menerima laporan soal adanya pemutusan hubungan kerja atau PHK di Tiktok Tokopedia.
Ia mengatakan tim Mediator Hubungan Industrial Kemnaker masih menelusuri rumor PHK yang disebut melanda ribuan pekerja Tiktok dan Tokopedia.
"Tim dari mediator HI (hubungan industrial) sedang menelusuri juga," kata Faried saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan bahwa hingga Sabtu (4/7/2026) pihaknya belum menerima laporan terkait rumor adanya PHK karyawan Tiktok dan Tokopedia yang santer beredar.
Sehingga kata Faried, pihaknya akan menelusuri informasi tersebut dan diharapkan pada Senin mendatang sudah menerima informasi resmi dari Tokopedia.
"Belum ada laporan masuk ke kita perihal rumor PHK karyawan Tiktok. Semoga Senin ada kabar termasuk dari Tokopedia," ujarnya.
Penjelasan TikTok
Sebelumnya TikTok sudah memberikan penjelasan resmi terkait rumor PHK di Tokopedia, platform ecommerce yang dicaploknya dari ekosistem GoTo pada Januari 2024 lalu.
TikTok dalam pernyataan resminya bilang, perusahaan memang sedang melakukan penyesuaian organisasi di bidang riset dan pengembangan (Research & Development/R&D).
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.
Perusahaan mengakui bahwa keputusan tersebut bukan hal yang mudah. TikTok menyatakan saat ini fokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama proses transisi berlangsung.
Meski melakukan restrukturisasi organisasi, TikTok memastikan komitmennya terhadap pengembangan Tokopedia tidak berubah.
Perusahaan menegaskan akan terus berinvestasi untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna maupun pelaku usaha di Indonesia.
"Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Juru Bicara TikTok.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan bisnis Tokopedia tetap menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan setelah bergabung dalam ekosistem TikTok.