- Indeks Harga Saham Gabungan menguat pada sesi pertama perdagangan Senin, 7 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp425,12 miliar dengan volume penjualan mencapai 569,97 juta saham.
- Meskipun mencatatkan nilai jual bersih, investor asing tetap melakukan pembelian pada sejumlah saham pilihan di pasar.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I, Senin, 7 Juli 2026 memang menguat. Namun, investor asing masih membawa kabur dananya dari pasar saham Indonesia.
Mengutip data CGS International Sekuritas, nilai jual bersih investor asing pada sesi I mencapai Rp425,12 miliar.
Secara rinci, investor asing membukukan nilai pembelian (foreign buy) sebesar Rp1.411,66 miliar dengan volume 1.550,19 juta saham.
Sementara itu, nilai penjualan (foreign sell) mencapai Rp1.836,78 miliar dengan volume 2.120,16 juta saham.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/08/89236-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Dengan demikian, investor asing mencatatkan net sell sebanyak 569,97 juta saham atau senilai Rp425,12 miliar pada sesi pertama perdagangan hari ini.
Di tengah aksi jual tersebut, sejumlah saham masih menjadi incaran investor asing.
Top Foreign Buy (Net Volume):
- BNBR: 79,48 juta saham
- BBCA: 11,91 juta saham
- BRMS: 8,89 juta saham
- LPKR: 8,48 juta saham
- CUAN: 6,68 juta saham
- DEWI: 6,67 juta saham
- DPUM: 5,99 juta saham
- FUJI: 5,20 juta saham
- BAIK: 3,92 juta saham
- BUVA: 3,29 juta saham
Di sisi lain, saham-saham berikut menjadi yang paling banyak dilepas investor asing pada sesi I.
Top Foreign Sell:
- BUMI: 117,37 juta saham
- PADI: 66,01 juta saham
- DEWA: 53,53 juta saham
- DSSA: 37,36 juta saham
- BULL: 24,78 juta saham
- BBRI: 23,94 juta saham
- BMRI: 19,43 juta saham
- KOTA: 18,21 juta saham
- BKSL: 14,90 juta saham
- MDIA: 14,87 juta saham
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.