Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
Fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia yang tetap kuat belum mampu mengembalikan kepercayaan investor di pasar modal. Foto Antara.
baca 10 detik
  • MSCI freeze picu dana asing Rp75 triliun keluar dari pasar saham RI.
  • APBN kuat, tetapi pasar modal masih kehilangan kepercayaan investor asing.
  • Samuel: Masuknya dana baru bergantung pencabutan freeze review MSCI.

Suara.com - Fundamental ekonomi dan kondisi fiskal Indonesia yang tetap kuat belum mampu mengembalikan kepercayaan investor di pasar modal. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas 5% dan realisasi APBN semester I-2026 yang menunjukkan perbaikan, pasar saham domestik masih dibayangi derasnya arus keluar dana asing akibat pembekuan (freeze) review saham Indonesia oleh MSCI.

Deputi Presiden Direktur PT Samuel Sekuritas, Suria Dharma, mengungkapkan hingga pertengahan 2026 dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia telah mencapai sekitar Rp75 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal pada tahun-tahun sebelumnya.

"Angka ini sangat besar. Dulu foreign outflow Rp30 triliun dalam satu tahun saja sudah dianggap besar. Sekarang, dalam tujuh bulan sudah mencapai Rp75 triliun," ujar Suria dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Menurut Suria, tekanan di pasar saham bukan disebabkan oleh melemahnya fundamental ekonomi nasional, melainkan ketidakpastian terkait status review saham Indonesia oleh MSCI. Meski Indonesia tetap dipertahankan sebagai negara dengan status emerging market, pembekuan review membuat tidak ada penambahan emiten baru ke dalam indeks MSCI maupun penyesuaian free float.

Ia menjelaskan, selama status pembekuan belum dicabut, investor institusi global akan cenderung menahan alokasi investasi baru ke pasar saham Indonesia.

"Yang menjadi persoalan saat ini bukan lagi status emerging market, tetapi kapan status freeze itu dibuka. Selama review saham Indonesia masih dibekukan, dana asing yang baru tidak akan masuk ke pasar modal kita," katanya.

Samuel Sekuritas mencatat regulator sebenarnya telah melakukan berbagai pembenahan untuk memenuhi masukan MSCI, mulai dari meningkatkan transparansi kepemilikan saham dari batas 5% menjadi 1% hingga memperluas keterbukaan informasi mengenai ultimate beneficial ownership (UBO).

Namun, evaluasi MSCI pada April 2026 belum membuka pembekuan tersebut. Bahkan perubahan metodologi perhitungan free float membuat sejumlah emiten Indonesia mengalami penurunan kapitalisasi pasar berbasis free float, sehingga berpotensi keluar dari indeks MSCI.

Meski demikian, Suria menilai secara keseluruhan aliran modal asing ke Indonesia sebenarnya masih positif. Berdasarkan paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dana asing yang masuk melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah mencapai sekitar Rp170 triliun.

baca juga

Selain itu, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) juga mulai mencatat arus masuk setelah sebelumnya mengalami tekanan, dengan posisi surplus sekitar Rp7 triliun.

"Secara overall sebenarnya masih positif. Isunya memang ada di pasar modal," ujarnya.

Di sisi lain, kondisi fiskal Indonesia dinilai tetap memberikan sentimen positif bagi investor. Realisasi pendapatan negara pada semester I-2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN, tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut ditopang penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun atau 44,1% dari target APBN. Suria menilai kekhawatiran terhadap implementasi sistem Coretax mulai mereda setelah penerimaan pajak menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mencatat pertumbuhan 21,6% menjadi Rp271 triliun atau 59% dari target, meski pemerintah tidak lagi memperoleh dividen BUMN seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufiqurrahman, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada kuartal I-2026 menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih kokoh.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II masih berpotensi mencapai sekitar 5,4% seiring efektivitas stimulus fiskal senilai Rp26,84 triliun yang dikucurkan pemerintah untuk menjaga konsumsi masyarakat.

Meski demikian, Rizal mengingatkan pemerintah tidak boleh lengah. Pelemahan daya beli kelas menengah, inflasi yang belum sepenuhnya didorong oleh peningkatan konsumsi, serta sikap wait and see investor global masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi.

Menurutnya, keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5% harus diikuti dengan kebijakan yang mampu meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat pasar modal, serta melanjutkan reformasi struktural agar Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:48 WIB

IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor

IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:55 WIB

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:25 WIB

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 15:22 WIB

Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini

Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:58 WIB

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:55 WIB

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:33 WIB

Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit

Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:12 WIB

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:48 WIB

×