- Jurnalis Romain Molina segera mengungkap laporan investigasi mendalam terkait skandal mafia dalam tata kelola sepak bola Argentina.
- FBI saat ini menyelidiki Asosiasi Sepak Bola Argentina atas dugaan penipuan dan pencucian uang senilai 300 juta dolar.
- Perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 diwarnai kritik keras karena banyaknya keputusan wasit yang dianggap menguntungkan mereka.
Suara.com - Langkah tim nasional Argentina dalam mempertahankan gelar juara di ajang Piala Dunia 2026 memicu perdebatan luas di kalangan pencinta sepak bola.
Kelolosan mereka ke fase gugur tidak hanya diwarnai oleh rangkaian keputusan pengadil lapangan yang dinilai kontroversial, tetapi kini juga dibayangi oleh rencana pengungkapan skandal besar terkait tata kelola sepak bola di negara tersebut.
Jurnalis investigasi asal Prancis yang berbasis di Andalusia, Romain Molina, mengumumkan melalui platform media sosial X bahwa dirinya tengah merampungkan laporan mendalam mengenai apa yang disebutnya sebagai "mafia sepak bola Argentina".
Mantan jurnalis The Guardian yang dikenal lewat rekam jejaknya membongkar pelanggaran di Federasi Bola Basket Mali dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) ini mengeklaim bahwa temuannya akan menjadi salah satu isu terbesar yang diduga ditutupi oleh FIFA dalam beberapa tahun terakhir.
Penyelidikan Keuangan oleh Biro Investigasi Federal AS (FBI)
Sinyal negatif yang menerpa sepak bola Argentina sebenarnya tidak hanya datang dari rencana publikasi Molina.
CBS melaporkan, Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) saat ini diduga sedang berada dalam radar pemeriksaan penegak hukum Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan awal yang dipublikasikan oleh surat kabar harian asal Argentina, La Nación, FBI tengah menjalankan investigasi atas dugaan praktik penipuan serta pencucian uang (money laundering).
Fokus utama penyelidikan tersebut adalah menelusuri legalitas perpindahan dana eksternal yang nilainya disinyalir melampaui 300 juta dolar AS melalui sistem lembaga keuangan resmi di Amerika Serikat.
Catatan Rentetan Kontroversi di Piala Dunia 2026
Sorotan di luar lapangan ini berjalan beriringan dengan dinamika performa tim nasional Argentina sepanjang turnamen berlangsung. Beberapa pertandingan yang dilakoni skuad Albiceleste dinilai sejumlah pihak diuntungkan oleh keputusan-keputusan krusial dari wasit:
Fase Grup (vs Aljazair): Kemenangan 3-0 Argentina diwarnai perdebatan setelah megabintang Lionel Messi dianggap beruntung tidak dijatuhi hukuman kartu merah langsung akibat pelanggaran keras menggunakan pul sepatu (studs-up challenge) terhadap pemain Aljazair, Aissa Mandi.
Fase Grup (vs Austria): Jalannya laga dinilai publik diwarnai beberapa keputusan janggal yang cenderung menguntungkan posisi tim perwakilan Amerika Selatan tersebut.
Babak 32 Besar (vs Tanjung Verde): Kemenangan tipis 3-2 Argentina kembali memicu kritik, di mana pengadil lapangan dituduh memperlihatkan keberpihakan lewat keputusan pelanggaran minor serta penghentian waktu yang dinilai tidak perlu.
Babak 16 Besar (vs Mesir): Laga sengit yang berakhir dengan keunggulan 3-2 untuk Argentina ini menjadi puncak protes.
Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, secara terbuka melayangkan kritik keras dengan menyebut kepemimpinan wasit tidak menunjukkan rasa hormat dan terindikasi dipengaruhi faktor non-teknis dari luar lapangan.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi apakah materi investigasi yang dijanjikan oleh Molina berkaitan langsung dengan objek pemeriksaan finansial oleh FBI atau murni membahas polemik performa di Piala Dunia 2026. Laporan lengkap dari jurnalis Prancis tersebut dijadwalkan akan dirilis dalam waktu dekat.
Di tengah situasi luar lapangan yang dinamis, skuad juara bertahan memilih untuk tetap menjaga fokus internal mereka pada aspek teknis.
Lionel Messi cs saat ini tengah mematangkan strategi untuk menghadapi laga perempat final melawan Swiss yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu. Pemenang dari pertandingan tersebut akan melaju ke babak semifinal untuk menantang pemenang dari laga antara Inggris atau Norwegia.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk tujuan pemberitaan jurnalistik internasional mengenai dunia olahraga dan aspek hukum yang menyertainya. Segala informasi terkait dugaan pelanggaran hukum keuangan, penipuan, maupun aktivitas tata kelola eksternal masih berada dalam proses pemeriksaan otoritas berwenang dan menganut asas praduga tak bersalah. Ulasan ini tidak ditujukan sebagai panduan atau rekomendasi untuk aktivitas taruhan olahraga, investasi, maupun spekulasi finansial komersial lainnya.