Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI

Achmad Fauzi

Senin, 13 Juli 2026 | 17:21 WIB
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. [Suara.com/Rina]
baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia memantau 59 perusahaan, termasuk tiga BUMN yakni INAF, WIKA, dan WSKT, yang terancam delisting dari bursa.
  • Ketiga BUMN tersebut berpotensi didepak karena sahamnya telah mengalami suspensi perdagangan selama lebih dari enam bulan berturut-turut.
  • Direktur Utama BEI menegaskan bahwa proses delisting harus tetap memprioritaskan perlindungan hak bagi para investor ritel yang terdampak.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan daftar perusahaan yang berpotensi keluar dari papan perdagangan atau delisting. Setidaknya, ada 59 perusahaan tercatat yang masuk dalam dalam radar delisting.

Dari daftar itu, terdapat 3 BUMN yang berpotensi tidak lagi menjadi perusahaan terbuka, yaitu PT Indofarma Tbk (INAF), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT).

Ketiganya masuk daftar itu setelah sahamnya digembok atau suspensi selama enam bulan atau lebih.

Lantas bagaimana nasib delisting 3 emiten tersebut?

Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (27/1/2026). [Suara.com/Rina]
Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Rina]

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan sebelum melakukan delisting, pihaknya akan memastikan nasib para investor ritel.

"Ya kalau delisting kan kita mesti melihat bagaimana ketentuan di peraturan, kemudian bagaimana setelah itu dilakukan, perlindungan terhadap investor ritel itu tetap bisa dilakukan," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/8/2026).

Jeffrey memastikan, dalam proses delisting perusahaan BUMN tersebut tidak mengorbankan para investor ritel.

"Ya tentu kami harus mencermati itu, tidak hanya sekedar delisting, tetapi bagaimana perlindungan terhadap investor retailnya bisa dilaksanakan juga," ucapnya.

Untuk diketahui, saham WSKT telah terkena suspensi BEI sejak 8 Mei 2023 lalu, kemudian INAF kena gembok sejak 2 Juli 2024 lalu, dan WIKA semenjak 18 Februari 2025.

baca juga

Dengan begitu, Sesuai Peraturan Bursa Nomor I-N, BEI dapat melakukan delisting terhadap emiten yang mengalami suspensi perdagangan selama sedikitnya 24 bulan berturut-turut, selain mempertimbangkan kondisi kelangsungan usaha dan indikasi pemulihan perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:03 WIB

Terkini

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:03 WIB

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:50 WIB

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:22 WIB

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:13 WIB

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:05 WIB

×