KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:09 WIB
KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB
PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia. Foto ist.
baca 10 detik
  • Kimia Farma dukung target eliminasi TB nasional pada 2030.
  • Kapasitas produksi obat TB tembus 500 juta tablet per tahun.
  • Didukung 1.000 apotek dan 350 klinik untuk layanan TB terpadu.

Suara.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TB) di Indonesia. Dengan ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, perusahaan pelat merah ini menargetkan mampu menopang kebutuhan nasional mulai dari produksi obat, distribusi, diagnostik, hingga layanan kesehatan dalam mendukung target eliminasi TB pada 2030.

Langkah tersebut menjadi krusial mengingat Indonesia masih menghadapi beban TB yang sangat besar. Berdasarkan Global TB Report 2024 dan data Kementerian Kesehatan 2025, Indonesia menempati posisi kedua dunia setelah India dengan estimasi sekitar 1,09 juta kasus TB dan sekitar 125.000 kematian setiap tahun. Sementara itu, sepanjang 2024 tercatat sekitar 885.000 kasus TB berhasil ditemukan dan dilaporkan.

Direktur Komersial KAEF Hanadi Setiarto mengatakan, Kimia Farma telah memiliki ekosistem kesehatan yang terintegrasi secara menyeluruh sehingga mampu mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat eliminasi TB.

"KAEF memiliki ekosistem terintegrasi end-to-end dari produksi, distribusi, hingga layanan kesehatan untuk mendukung kesehatan nasional, termasuk eliminasi TB di tahun 2030," ujar Hanadi dalam Forum Nasional TB 2026: National Policy and Implementation of the TB Program.

Sebagai produsen farmasi nasional, Kimia Farma telah memiliki portofolio obat TB yang lengkap, baik untuk kategori Drug Sensitive Tuberculosis (DS-TB) maupun Drug Resistant Tuberculosis (DR-TB). Beberapa produk bahkan telah tersedia dalam bentuk Fixed Dose Combination (FDC) yang dirancang khusus bagi pasien dewasa maupun anak-anak.

Perseroan juga terus memperkuat inovasi terapi seiring meningkatnya tantangan resistensi obat. Salah satunya melalui peluncuran antibiotik anti-infeksi TB Moxifloxacin sejak 2025, sekaligus menyiapkan kapasitas produksi untuk mendukung implementasi regimen pengobatan TB yang lebih efektif pada masa mendatang.

Dari sisi manufaktur, Kimia Farma mengandalkan fasilitas produksi modern di Jakarta dan Banjaran yang memiliki kapasitas lebih dari 500 juta tablet per tahun. Kapasitas tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan obat TB bagi kebutuhan nasional.

Tak hanya berhenti pada produksi obat, Kimia Farma juga membangun ekosistem layanan terpadu yang mencakup tiga sektor utama, yakni diagnostik, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan.

Di bidang diagnostik, perusahaan mendukung deteksi dini melalui penyediaan alat uji TB berbasis LAMP serta layanan skrining menggunakan X-Ray guna mempercepat penemuan kasus di lapangan.

baca juga

Sementara pada sektor distribusi, KAEF mengoperasikan jaringan logistik nasional yang didukung 44 cabang di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut memungkinkan distribusi obat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun logistik TB berlangsung lebih merata, termasuk menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Di sisi layanan kesehatan, Kimia Farma memiliki jaringan lebih dari 1.000 apotek, lebih dari 350 klinik kesehatan, serta 65 laboratorium medis. Seluruh jaringan tersebut berperan sebagai pusat layanan terpadu yang mendukung kepatuhan pasien menjalani terapi, pengelolaan rujukan klinis, hingga integrasi data pasien secara real-time ke Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Kementerian Kesehatan.

Menurut manajemen, integrasi seluruh rantai nilai tersebut menjadi keunggulan Kimia Farma sebagai tulang punggung sistem kesehatan nasional sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap target eliminasi TB pada 2030 dan Indonesia bebas TB pada 2050.

"Integrasi end-to-end value chain ini adalah kontribusi KAEF sebagai mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan target eliminasi TB pada tahun 2030 dan bebas TB pada tahun 2050," ujar Djagad.

Pemerintah sendiri telah menempatkan eliminasi TB sebagai salah satu agenda prioritas kesehatan nasional yang selaras dengan strategi global End TB Strategy. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, mengingat TB tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga produktivitas tenaga kerja, pembiayaan kesehatan, perlindungan sosial, hingga kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dengan kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi nasional, serta ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi, Kimia Farma optimistis dapat memainkan peran strategis dalam mempercepat penurunan kasus TB sekaligus memperkuat ketahanan industri farmasi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Demi Rogoh Dividen EXCL, Emiten Sinarmas DSSA Akuisi Saham Pengendalinya Rp4 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:56 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×