Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB
Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru
Ilustrasi. Raksasa farmasi global Bayer melakukan penyegaran kepemimpinan di kawasan Asia Pasifik dengan menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals, efektif mulai 1 Juli 2026. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Bayer Angkat Simon Rosof Pimpin Asia Pasifik, Fokus Perluas Akses Obat Inovatif
  • Bayer Percaya Simon Rosof Nahkodai Bisnis Farmasi Asia Pasifik Mulai Juli 2026
  • Bayer Perkuat Ekspansi di Asia Pasifik, Simon Rosof Resmi Jadi Kepala Divisi Farmasi

Suara.com - Raksasa farmasi global Bayer melakukan penyegaran kepemimpinan di kawasan Asia Pasifik dengan menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals, efektif mulai 1 Juli 2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis di kawasan yang dinilai menjadi salah satu motor utama industri kesehatan dunia.

Berkantor di Singapura, Rosof juga akan mengemban jabatan sebagai Country Division Head untuk klaster ASEAN, dengan tanggung jawab memimpin strategi bisnis sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan di seluruh Asia Tenggara.

Langkah Bayer tersebut dilakukan di tengah semakin besarnya peran Asia Pasifik dalam membentuk masa depan industri kesehatan global. Kawasan ini dihuni lebih dari 2,6 miliar penduduk dan memiliki sejumlah sistem layanan kesehatan yang berkembang paling cepat di dunia.

Meningkatnya investasi di sektor kesehatan, bertambahnya kebutuhan pasien, serta tingginya permintaan terhadap terapi inovatif dinilai membuka peluang bisnis yang semakin besar bagi perusahaan farmasi multinasional.

Dalam pernyataannya, Chief Operating Officer Bayer Pharmaceuticals Sebastian Guth mengatakan Rosof merupakan sosok yang memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus membangun organisasi berkinerja tinggi.

"Simon adalah pemimpin yang telah terbukti memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis, mengembangkan talenta, dan membangun tim berkinerja tinggi. Pengalaman globalnya di bidang komersial serta pemahamannya mengenai pasar layanan kesehatan menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin bisnis Farmasi Bayer di Asia Pasifik," ujar Guth.

Bayer menilai Asia Pasifik kini menjadi salah satu kawasan paling strategis bagi industri farmasi global. Selain memiliki populasi yang besar, negara-negara di kawasan ini juga terus meningkatkan belanja kesehatan dan memperluas akses terhadap layanan medis modern.

Perusahaan melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk mempercepat adopsi obat-obatan inovatif, memperkuat kolaborasi dengan ekosistem kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.

Dengan sistem kesehatan yang terus berkembang, kawasan Asia Pasifik diproyeksikan memainkan peran semakin penting dalam mendorong inovasi medis serta peluncuran terapi baru di masa mendatang.

baca juga

Rosof membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di industri farmasi global. Sebelum dipercaya memimpin kawasan Asia Pasifik, ia menjabat sebagai Senior Vice President sekaligus Head of Product & Pipeline Bayer Pharmaceuticals Amerika Serikat.

Dalam posisi tersebut, ia memimpin strategi komersialisasi berbagai portofolio terapi, mulai dari onkologi, kardiovaskular dan ginjal, hingga kesehatan perempuan, baik untuk produk yang telah dipasarkan maupun kandidat obat yang masih dalam tahap pengembangan.

Sebagai anggota tim kepemimpinan Bayer Pharmaceuticals Amerika Serikat dan Worldwide Markets, Rosof turut berkontribusi dalam menyusun strategi pertumbuhan global perusahaan melalui misi Health for all. Hunger for none.

Sepanjang kariernya, Rosof juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Bayer maupun Bristol Myers Squibb, termasuk sebagai General Manager Bristol Myers Squibb Singapura. Pengalamannya mencakup berbagai bidang terapi seperti hematologi, virologi, penyakit metabolik, hingga kesehatan perempuan.

Sebelum memasuki industri farmasi, Rosof mengawali karier profesionalnya di sektor jasa keuangan bersama Morgan Stanley dan Merrill Lynch di New York, Amerika Serikat.

Ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Tuck School of Business, Dartmouth College, serta gelar Bachelor of Arts di bidang Biologi dari Amherst College.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Deretan Orang Dekat Raffi Ahmad Duduki Kursi Direksi dan Komisaris BUMN, Ini Daftar Jabatannya

Deretan Orang Dekat Raffi Ahmad Duduki Kursi Direksi dan Komisaris BUMN, Ini Daftar Jabatannya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 11:28 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:37 WIB

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:07 WIB

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:52 WIB

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bahlil Diserang PDIP Soal Batu Bara PLN, Ade Ginanjar Pasang Badan: Jangan Politisasi Energi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:46 WIB

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:40 WIB

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:28 WIB

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

×