Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 14 Juli 2026 | 18:40 WIB
Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru
Ilustrasi. Raksasa farmasi global Bayer melakukan penyegaran kepemimpinan di kawasan Asia Pasifik dengan menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals, efektif mulai 1 Juli 2026. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Bayer Angkat Simon Rosof Pimpin Asia Pasifik, Fokus Perluas Akses Obat Inovatif
  • Bayer Percaya Simon Rosof Nahkodai Bisnis Farmasi Asia Pasifik Mulai Juli 2026
  • Bayer Perkuat Ekspansi di Asia Pasifik, Simon Rosof Resmi Jadi Kepala Divisi Farmasi

Suara.com - Raksasa farmasi global Bayer melakukan penyegaran kepemimpinan di kawasan Asia Pasifik dengan menunjuk Simon Rosof sebagai Head of Asia Pacific untuk Divisi Pharmaceuticals, efektif mulai 1 Juli 2026. Penunjukan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis di kawasan yang dinilai menjadi salah satu motor utama industri kesehatan dunia.

Berkantor di Singapura, Rosof juga akan mengemban jabatan sebagai Country Division Head untuk klaster ASEAN, dengan tanggung jawab memimpin strategi bisnis sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan di seluruh Asia Tenggara.

Langkah Bayer tersebut dilakukan di tengah semakin besarnya peran Asia Pasifik dalam membentuk masa depan industri kesehatan global. Kawasan ini dihuni lebih dari 2,6 miliar penduduk dan memiliki sejumlah sistem layanan kesehatan yang berkembang paling cepat di dunia.

Meningkatnya investasi di sektor kesehatan, bertambahnya kebutuhan pasien, serta tingginya permintaan terhadap terapi inovatif dinilai membuka peluang bisnis yang semakin besar bagi perusahaan farmasi multinasional.

Dalam pernyataannya, Chief Operating Officer Bayer Pharmaceuticals Sebastian Guth mengatakan Rosof merupakan sosok yang memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus membangun organisasi berkinerja tinggi.

"Simon adalah pemimpin yang telah terbukti memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong pertumbuhan bisnis, mengembangkan talenta, dan membangun tim berkinerja tinggi. Pengalaman globalnya di bidang komersial serta pemahamannya mengenai pasar layanan kesehatan menjadikannya sosok yang tepat untuk memimpin bisnis Farmasi Bayer di Asia Pasifik," ujar Guth.

Bayer menilai Asia Pasifik kini menjadi salah satu kawasan paling strategis bagi industri farmasi global. Selain memiliki populasi yang besar, negara-negara di kawasan ini juga terus meningkatkan belanja kesehatan dan memperluas akses terhadap layanan medis modern.

Perusahaan melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk mempercepat adopsi obat-obatan inovatif, memperkuat kolaborasi dengan ekosistem kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.

Dengan sistem kesehatan yang terus berkembang, kawasan Asia Pasifik diproyeksikan memainkan peran semakin penting dalam mendorong inovasi medis serta peluncuran terapi baru di masa mendatang.

baca juga

Rosof membawa pengalaman lebih dari 20 tahun di industri farmasi global. Sebelum dipercaya memimpin kawasan Asia Pasifik, ia menjabat sebagai Senior Vice President sekaligus Head of Product & Pipeline Bayer Pharmaceuticals Amerika Serikat.

Dalam posisi tersebut, ia memimpin strategi komersialisasi berbagai portofolio terapi, mulai dari onkologi, kardiovaskular dan ginjal, hingga kesehatan perempuan, baik untuk produk yang telah dipasarkan maupun kandidat obat yang masih dalam tahap pengembangan.

Sebagai anggota tim kepemimpinan Bayer Pharmaceuticals Amerika Serikat dan Worldwide Markets, Rosof turut berkontribusi dalam menyusun strategi pertumbuhan global perusahaan melalui misi Health for all. Hunger for none.

Sepanjang kariernya, Rosof juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di Bayer maupun Bristol Myers Squibb, termasuk sebagai General Manager Bristol Myers Squibb Singapura. Pengalamannya mencakup berbagai bidang terapi seperti hematologi, virologi, penyakit metabolik, hingga kesehatan perempuan.

Sebelum memasuki industri farmasi, Rosof mengawali karier profesionalnya di sektor jasa keuangan bersama Morgan Stanley dan Merrill Lynch di New York, Amerika Serikat.

Ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Tuck School of Business, Dartmouth College, serta gelar Bachelor of Arts di bidang Biologi dari Amherst College.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Deretan Orang Dekat Raffi Ahmad Duduki Kursi Direksi dan Komisaris BUMN, Ini Daftar Jabatannya

Deretan Orang Dekat Raffi Ahmad Duduki Kursi Direksi dan Komisaris BUMN, Ini Daftar Jabatannya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 11:28 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Orang Tua Korban Keracunan di Jayapura Minta Program MBG Ditutup: Anak Saya Menderita

Orang Tua Korban Keracunan di Jayapura Minta Program MBG Ditutup: Anak Saya Menderita

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Polda Jatim Petakan Kerawanan Telaga Sarangan, Parkir hingga Bekas Longsor Jadi Perhatian

Polda Jatim Petakan Kerawanan Telaga Sarangan, Parkir hingga Bekas Longsor Jadi Perhatian

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo

Sang Putra Ikuti Jejaknya Berkarier Jadi Aktor, Begini Reaksi Mark Ruffalo

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:15 WIB

MPV Listrik Maxus Mifa 7 Melantai di GIIAS 2026 Tawarkan Jarak Tempuh 570 Kilometer

MPV Listrik Maxus Mifa 7 Melantai di GIIAS 2026 Tawarkan Jarak Tempuh 570 Kilometer

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Hemat Bensin Gak Pakai Mahal, Ini Pilihan Motor Bekas Irit, Suku Cadang Melimpah Mentok 5 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Skin Tint Esqa untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Pilihan Warnanya

Skin Tint Esqa untuk Apa? Ini Kandungan, Manfaat, dan Pilihan Warnanya

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:08 WIB

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

274 BUMN Sudah Dipangkas, Pemerintah Bongkar Ratusan Perusahaan Pelat Merah

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

Gibran di Gayo Lues: Kondisi Alamnya Begini, Normalisasi Sungai Itu Lebih Mahal dari Bikin Jembatan

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Budget Mepet? Ini 4 Pilihan Motor Bekas 3 Jutaan yang Bandel dan Irit untuk Harian

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 13:49 WIB

×