Peringkat Utang Aman, Mengapa Ekonomi Indonesia Tetap Terancam?

M Nurhadi

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:14 WIB
Peringkat Utang Aman, Mengapa Ekonomi Indonesia Tetap Terancam?
Ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia di posisi BBB dengan prospek stabil pada pertengahan Juli 2026.
  • Keputusan tersebut didasari oleh kedisiplinan fiskal pemerintah dalam menjaga defisit APBN agar tetap di bawah tiga persen.
  • Analis memperingatkan risiko ekonomi makro akibat ketegangan geopolitik yang memicu kenaikan harga energi dan tekanan nilai Rupiah.

Suara.com - Apresiasi positif dari pelaku pasar menyambut langkah lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, yang memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi BBB dengan prospek (outlook) stabil.

Walaupun menjadi sinyal positif, sejumlah analis mengingatkan agar para investor tidak mengendurkan kewaspadaan, mengingat rangkaian risiko makroekonomi masih membayangi dinamika perekonomian domestik sepanjang paruh kedua tahun 2026.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa keputusan S&P tersebut menjadi cerminan bahwa postur fiskal Indonesia masih berada dalam kondisi yang aman.

Kepatuhan pemerintah dalam menjaga batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak melewati angka 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi salah satu fondasi utamanya.

"Penegasan peringkat investment grade oleh S&P memberikan keyakinan bahwa kondisi fundamental Indonesia masih cukup kuat. Namun, investor juga perlu melihat bahwa tantangan ke depan tidak hanya berasal dari kondisi fiskal, tetapi juga dari tekanan eksternal dan perlambatan permintaan domestik," ujar Rully dalam risetnya, Rabu (15/7/2026).

Lebih lanjut, Rully menggarisbawahi adanya perbedaan potret situasi ekonomi Indonesia dari kacamata para lembaga pemeringkat dunia. Di satu sisi, S&P menunjukkan sikap yang sangat positif dengan memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi nasional mampu melampaui level 6 persen dalam jangka menengah.

Namun di sisi lain, lembaga pemeringkat besar seperti Fitch dan Moody's justru mengambil sikap sebaliknya dengan tetap menyematkan proyeksi bernada negatif.

"Kami melihat proyeksi pertumbuhan S&P yang di atas 6 persen masih cukup optimistis. Kenaikan suku bunga yang agresif, pelemahan Rupiah, inflasi yang lebih tinggi, serta mulai melambatnya permintaan domestik berpotensi membatasi laju pertumbuhan ekonomi," kata Rully.

Berdasarkan kajian dari Mirae Asset, fokus perhatian utama saat ini bukan terletak pada ancaman penurunan peringkat utang negara, melainkan pada risiko melambatnya roda pertumbuhan ekonomi serta pembengkakan premi risiko apabila arah kebijakan yang diambil dinilai kurang tegas.

baca juga

Efek Kenaikan Komoditas Energi Terhadap Rupiah

Senada dengan hal tersebut, Fixed Income Analyst Mirae Asset, Jessica Tasijawa, memaparkan bahwa ancaman dari sisi eksternal diperparah oleh lonjakan harga komoditas energi dunia akibat konflik geopolitik di wilayah Timur Tengah.

Bertahannya harga minyak mentah jenis Brent di kisaran USD83 per barel dikhawatirkan dapat memicu pelebaran pada defisit transaksi berjalan (current account deficit) sekaligus menambah tekanan bagi pergerakan nilai tukar Rupiah.

"Di sisi lain, kenaikan harga minyak juga meningkatkan risiko inflasi global sehingga memperkuat expectations suku bunga higher for longer. Kondisi tersebut berpotensi menjaga volatilitas pasar keuangan global dalam beberapa waktu ke depan," ujar Jessica.

Kendati demikian, Jessica melihat sisi positif di mana predikat investment grade yang disandang Indonesia tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk mengundang masuknya aliran modal asing (capital inflow), khususnya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan tenor pendek hingga menengah. Namun, potensi ini sangat bergantung pada stabilitas kondisi geopolitik global.

Berdasarkan data operasional terbaru dari Riset Mirae Asset, posisi mata uang garuda ditutup pada level Rp18.091 per dolar AS, sementara tingkat imbal hasil (yield) SBN berdurasi 10 tahun merangkak naik ke posisi 7,26 persen.

Di sektor saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03 persen dan tertahan di level 6.039,5 akibat adanya tekanan jual pada saham-saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar (big cap).


Desclaimer: Ulasan ini disajikan sebagai sarana informasi jurnalistik mengenai kondisi ekonomi makro dan riset pasar modal, serta tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi transaksi finansial apa pun. Peringkat kredit negara dan dinamika suku bunga memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan pasar saham, nilai tukar mata uang, serta obligasi negara. Investor diwajibkan untuk selalu melakukan analisis mandiri (Due Diligence) yang komprehensif dan mempertimbangkan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan

Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:00 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

×