Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:48 WIB
Peringkat Utang Indonesia Tetap Stabil, Bos BI Beri Sinyal Ekonomi Makin Kuat
Ilustrasi peringkat utang Indonesia. [Ist]
baca 10 detik
  • Lembaga R&I mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB+ dengan outlook stabil karena fundamental ekonomi yang kuat.
  • Keputusan tersebut didasari oleh terkendalinya inflasi, rendahnya rasio utang pemerintah, serta kebijakan fiskal dan moneter yang disiplin.
  • Gubernur Bank Indonesia menyatakan pengakuan ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan ketahanan sistem keuangan nasional.

Suara.com - Peringkat utang Indonesia kembali mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional. Rating and Investment Information, Inc. (R&I) mempertahankan Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia di level BBB+ dengan outlook stabil, atau dua tingkat di atas kategori investment grade.

Keputusan tersebut menjadi sinyal positif bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

R&I dalam kajiannya menilai ekonomi Indonesia masih didukung oleh ekspansi demografi, melimpahnya sumber daya alam, serta pertumbuhan sektor industri pengolahan.

Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan, penegasan peringkat dari R&I mencerminkan tingginya kepercayaan investor dan komunitas internasional terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia serta ketahanan sistem keuangan nasional.

"Diperlukan upaya bersama yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, sejalan dengan kapasitas perekonomian nasional. Sinergi yang erat antara Bank Indonesia dengan Pemerintah diharapkan dapat semakin memperkuat persepsi positif terhadap perekonomian Indonesia," jelas Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam siaran pers yang diterima, Selasa (14/7/2026).

(Kiri-Kanan) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Sosialisasi Tata Kelola Ekspor SDA Strategis dan Implementasi Peraturan Pemerintah tentang DHE yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
(Kiri-Kanan) Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi. [Suara.com/Dicky Prastya]

Selain itu, lembaga tersebut menilai inflasi tetap terkendali, rasio utang pemerintah berada pada level rendah, serta kebijakan moneter dan fiskal dijalankan secara hati-hati (prudent).

Meski demikian, R&I menilai langkah pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tetap perlu diimbangi dengan upaya menjaga kesehatan fiskal dalam jangka menengah.

Apalagi, capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah bersama Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

Dalam laporannya, R&I memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 berada di kisaran lima persen, sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang berada di atas titik tengah kisaran 4,6 persen hingga 5,4 persen.

baca juga

Lembaga pemeringkat asal Jepang tersebut juga memperkirakan inflasi tetap berada dalam sasaran yang ditetapkan otoritas moneter.

Selain itu, defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap rendah, yakni sekitar satu persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Dari sisi fiskal, pemerintah dinilai memiliki komitmen yang kuat untuk mempertahankan defisit anggaran di bawah tiga persen terhadap PDB sesuai dengan ketentuan fiskal yang berlaku.

Bank Indonesia menilai kombinasi stabilitas inflasi, pengelolaan fiskal yang disiplin, serta koordinasi kebijakan yang erat dengan pemerintah menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan lembaga pemeringkat global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

BI juga akan mengambil langkah kebijakan yang diperlukan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

"Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan ekonomi Indonesia dan kondisi pasar keuangan global secara cermat," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Mulai 1 Juli 2026, Transfer Valas ke Luar Negeri dan Pembelian Dolar Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:35 WIB

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:55 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Rupiah Dibela, Kredit Tetap Digenjot

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%, Rupiah Dibela, Kredit Tetap Digenjot

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:05 WIB

Terkini

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:47 WIB

Daftar 6 Maskapai yang Beroperasi di Bandara Husein Sastranegara

Daftar 6 Maskapai yang Beroperasi di Bandara Husein Sastranegara

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:45 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24, Mana yang Lebih Murah?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24, Mana yang Lebih Murah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:35 WIB

OJK Rilis Aturan Baru Pembayaran Manfaat Pensiun, Peserta Kini Bisa Pilih Sekaligus atau Berkala

OJK Rilis Aturan Baru Pembayaran Manfaat Pensiun, Peserta Kini Bisa Pilih Sekaligus atau Berkala

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:25 WIB

Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua

Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:04 WIB

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:28 WIB

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

BEI: Saham BYD hingga Tencent Berpeluang Masuk Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:21 WIB

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

TikTok Siapkan Rp65 M demi Perangi Spam dan Lindungi Kreator

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:56 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:49 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:13 WIB

×