Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 15 Juli 2026 | 15:36 WIB
DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak bisa dijadikan alasan utama di balik anjloknya harga ayam dan telur di tingkat peternak. Komisi IV DPR RI menegaskan akar persoalan industri perunggasan tetap berada pada ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang telah lama menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Foto ist.
baca 10 detik
  • DPR: MBG bukan penyebab utama anjloknya harga ayam dan telur.
  • Harga ayam pulih ke Rp19.500/kg, tetapi peternak masih belum untung.
  • DPR minta pemerintah benahi keseimbangan pasokan dan permintaan.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak bisa dijadikan alasan utama di balik anjloknya harga ayam dan telur di tingkat peternak. Komisi IV DPR RI menegaskan akar persoalan industri perunggasan tetap berada pada ketidakseimbangan pasokan dan permintaan yang telah lama menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Heri Darmawan, meminta Kementerian Pertanian tidak menggiring opini bahwa penurunan harga unggas terjadi akibat liburnya program MBG.

Menurut Heri, kontribusi MBG terhadap penyerapan produksi ayam dan telur masih relatif kecil sehingga dampaknya terhadap harga pasar juga terbatas.

"Jangan kita orang di perunggasan ini terbuai dengan MBG. Jangan jadikan alasan MBG ini ada tersendat harga turun, enggak. Karena MBG itu enggak sampai 10 persen. Itu pun pada tahun 2029. Kalau hari ini belum 10 persen," ujar Heri dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (15/7/2026).

Ia mengakui program MBG mungkin memberikan sedikit pengaruh terhadap permintaan, namun bukan faktor dominan yang menentukan pergerakan harga ayam maupun telur.

Menurutnya, stabilitas harga di sektor perunggasan lebih ditentukan oleh keseimbangan antara produksi dan konsumsi nasional.

"Yang penting yaitu tadi, keseimbangan supply dan demand," katanya.

Heri juga mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian yang berhasil mendorong pemulihan harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak menjadi sekitar Rp19.500 per kilogram. Capaian tersebut dinilai sebagai kemajuan setelah harga sempat jatuh drastis pada awal Juli.

Ia mengungkapkan, pada awal bulan harga ayam hidup di kandang hanya berkisar Rp12.000 per kilogram, sementara biaya produksi peternak mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat peternak merugi hingga sekitar Rp8.000 untuk setiap kilogram ayam yang dijual.

baca juga

Meski harga telah pulih ke level Rp19.500 per kilogram, Heri menilai angka tersebut masih belum memberikan keuntungan bagi peternak karena masih berada di bawah titik impas atau break even point (BEP).

"Sasaran kita bukan Rp19.500, karena itu BEP pun belum. Kurang Rp1.000 sampai Rp2.000," ujarnya.

Lebih lanjut, Heri mengingatkan bahwa industri perunggasan merupakan sektor yang sangat mudah diprediksi dari sisi produksi. Karena itu, pemerintah seharusnya mampu mengantisipasi potensi kelebihan pasokan jauh sebelum terjadi gejolak harga.

Ia menilai kesalahan dalam pengaturan produksi saat ini akan berdampak pada kondisi pasar hingga beberapa tahun mendatang.

"Kalau kita berbuat salah sekarang, tiga tahun lagi akan nampak," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengakui harga ayam dan telur memang mengalami penurunan. Ia menyebut salah satu penyebabnya adalah berkurangnya permintaan selama program MBG memasuki masa libur.

Namun, pernyataan tersebut mendapat sorotan dari DPR yang menilai pemerintah perlu lebih fokus membenahi tata kelola produksi dan distribusi unggas agar harga tetap stabil serta memberikan keuntungan yang layak bagi peternak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Kami Muak' Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan

'Kami Muak' Menggema di Depan Kejagung, Massa Desak Program MBG Dihentikan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:00 WIB

11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil

11 Bahan Pokok Utama Aman, Bapanas Jamin Harganya Stabil

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:27 WIB

Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil

Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Kupas Tuntas RANS Milik Raffi Ahmad, Seberapa Menarik Prospek Sahamnya?

Kupas Tuntas RANS Milik Raffi Ahmad, Seberapa Menarik Prospek Sahamnya?

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

Banyak yang Tak Tahu: Begini Kunci Mengatur Posisi Duduk yang Oke untuk Sopir Mobil

Banyak yang Tak Tahu: Begini Kunci Mengatur Posisi Duduk yang Oke untuk Sopir Mobil

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

Hyundai Creta, SUV Keluarga dengan Kabin dan Bagasi Luas yang Paten Jadi Pengantar Liburan

Hyundai Creta, SUV Keluarga dengan Kabin dan Bagasi Luas yang Paten Jadi Pengantar Liburan

Jatim | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

Bukan Terapis Keluarga: Ketika Guru Juga Diminta Memperbaiki Luka di Rumah

Bukan Terapis Keluarga: Ketika Guru Juga Diminta Memperbaiki Luka di Rumah

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:00 WIB

Nasabah Berkesempatan Nikmati Cashback dan Promo Serba 70 melalui QRIS D-Bank PRO

Nasabah Berkesempatan Nikmati Cashback dan Promo Serba 70 melalui QRIS D-Bank PRO

Sumsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:58 WIB

Blak-blakan Menkeu Purbaya Akui Utang Negara Bertambah

Blak-blakan Menkeu Purbaya Akui Utang Negara Bertambah

Video | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:57 WIB

Komjen Rudi Setiawan Resmi Dilantik Jadi Irjen Kemenimipas, Ini Rekam Jejaknya

Komjen Rudi Setiawan Resmi Dilantik Jadi Irjen Kemenimipas, Ini Rekam Jejaknya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:56 WIB

Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO

Mari Rayakan HUT ke-70 Danamon di Pontianak dengan Hidangan Serba Rp70 Pakai QRIS D-Bank PRO

Kalbar | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:55 WIB

Thomas Tuchel: Inggris Siap Bertarung Hadapi Argentina yang Sarat Emosi

Thomas Tuchel: Inggris Siap Bertarung Hadapi Argentina yang Sarat Emosi

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:54 WIB

PSI Klaim Jokowi Effect Mulai Terasa, 6.000 Warga Lampung Daftar Jadi Anggota

PSI Klaim Jokowi Effect Mulai Terasa, 6.000 Warga Lampung Daftar Jadi Anggota

Surakarta | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:53 WIB

×