- Timnas Inggris akan menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia di Atlanta pada Kamis, 16 Juli 2026 mendatang.
- Pelatih Thomas Tuchel menyatakan Inggris memiliki mentalitas dan ketangguhan untuk menaklukkan Argentina demi meraih tiket partai final.
- Argentina berambisi mempertahankan gelar juara dunia dengan mengandalkan kekompakan tim serta ketenangan di bawah asuhan Lionel Scaloni.
Suara.com - Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel menegaskan anak asuhnya siap menghadapi tantangan besar saat berjumpa Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Menurutnya, Inggris memiliki mentalitas dan ketangguhan yang dibutuhkan untuk menaklukkan juara bertahan sekaligus menjaga asa lolos ke final.
Inggris berpeluang mencatatkan sejarah dengan tampil di final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjuarai turnamen tersebut pada 1966.
Sementara itu, Argentina berambisi mempertahankan gelar sekaligus menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun.
Menjelang pertandingan, Tuchel mengaku timnya telah memahami tantangan yang akan dihadapi saat melawan skuad asuhan Lionel Scaloni.

"Kami tahu apa yang akan kami hadapi. Namun kami juga memiliki emosi, ketangguhan, dan mentalitas yang dibutuhkan. Kami siap untuk itu. Inilah saatnya berjuang. Ini adalah pertandingan besar dan momen yang sangat penting," ujar Tuchel melansir Mirror.
Pelatih asal Jerman itu mengatakan suasana di dalam skuad Inggris semakin positif seiring semakin dekatnya kesempatan tampil di partai puncak.
"Kami sangat senang berada di sini. Saya bisa merasakan perubahan suasana hati di dalam tim. Semua menyadari bahwa kami semakin dekat dengan tujuan," katanya.
Meski optimistis, Tuchel mengakui Argentina merupakan lawan yang memiliki karakter kuat dan mental juara.
Ia menilai Lionel Messi dan rekan-rekannya tetap menjadi tim yang sulit dikalahkan karena mampu mempertahankan ketenangan dalam berbagai situasi pertandingan.
"Saya mengenal beberapa pemain mereka dan pernah melatih beberapa di antaranya. Mereka memiliki keunggulan dalam mentalitas. Saat tertinggal ataupun ketika pertandingan berjalan ketat, mereka tidak panik. Mereka percaya pada gaya bermain mereka," ujar Tuchel.
Menurutnya, kekuatan Argentina tidak hanya berasal dari kualitas individu, tetapi juga dari kekompakan tim yang telah dibangun sejak menjuarai Piala Dunia sebelumnya.
"Mereka adalah tim yang tangguh. Skuad mereka tidak banyak berubah dibanding empat tahun lalu. Anda bisa melihat kebersamaan dan pengorbanan yang mereka lakukan untuk tim. Gaya bermain mereka juga sangat emosional, seperti yang ditunjukkan di Qatar dan sekarang, apalagi mereka masih ditangani pelatih yang sama," katanya.
Tuchel juga menyadari rivalitas panjang antara Inggris dan Argentina menjadi motivasi tambahan bagi lawannya. Meski demikian, ia menegaskan fokus timnya hanya tertuju pada pertandingan semifinal, bukan pada kemungkinan mencatat sejarah.
"Sejarah tentu berarti bagi mereka. Namun saya tidak ingin membicarakan soal legenda atau pencapaian sebelum pertandingan selesai. Fokus kami adalah apa yang harus dilakukan di lapangan untuk meraih kemenangan, bukan memikirkan hasil akhirnya," ujar mantan pelatih Chelsea dan Bayern Muenchen tersebut.
Pemenang laga Inggris melawan Argentina akan menghadapi Spanyol di final Piala Dunia setelah La Roja lebih dahulu memastikan tiket ke partai puncak usai menyingkirkan Prancis di semifinal lainnya.
