Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:46 WIB
Pemerintah Akui Program MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Tak Stabil
Pedagang melayani pembeli telur ayam di Pasar Tebet. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Wamentan Sudaryono menyatakan penurunan permintaan akibat libur program Makan Bergizi Gratis menyebabkan harga ayam dan telur merosot.
  • Harga ayam dan telur di tingkat peternak per Juli 2026 masih berada di bawah Harga Acuan Pemerintah.
  • Kementerian Pertanian menginisiasi koordinasi lintas sektor dan lima strategi taktis untuk menstabilkan harga serta kesejahteraan peternak mandiri.

Suara.com - Kementerian Pertanian mengakui dampak penurunan penyerapan pasar dengan operasional program berskala nasional terhadap kondisi sektor perunggasan.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memaparkan bahwa salah satu faktor utama yang memicu merosotnya harga komoditas ayam ras beserta telur di kalangan peternak mandiri ialah adanya penurunan volume permintaan akibat masa libur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah secara terbuka mengonfirmasi bahwa nilai jual daging ayam dan telur saat ini posisinya masih bertengger di bawah batasan Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Kendati demikian, pihak kementerian mengeklaim terus mengupayakan formula pemulihan harga melalui langkah koordinasi intensif bersama jajaran asosiasi peternak dan pelaku usaha di sektor terkait.

"Kami mengakui dan kami juga menyadari bahwa memang ada terjadi penurunan harga telur dan unggas ini. Ini juga ada efek terkait MBG dan seterusnya karena libur, nanti barangkali kalau perlukan penjelasan kami siap untuk menjelaskan," kata Sudaryono dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, nilai jual untuk ayam ras pedaging (live bird) di area kandang peternak saat ini terpantau berada pada kisaran Rp19.500 sampai Rp20.200 per kilogram.

Level harga ini masih terpaut cukup jauh di bawah standar HAP yang dipatok sebesar Rp26.500 per kilogram. Sementara itu, untuk komoditas telur ayam di tingkat produsen, harganya bertengger di angka Rp22.080 per kilogram, masih lebih rendah jika dibandingkan standar HAP senilai Rp25.000 per kilogram.

Guna mencari jalan keluar dari fenomena anjloknya nilai jual unggas ini, Sudaryono menjelaskan bahwa pemerintah telah menginisiasi pertemuan bersama korporasi, himpunan pengusaha, serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

"Dalam rapat itu kami putuskan, per 15 Juli harga ayam live chicken di tingkat peternak minimal Rp19.500. Saat ini sudah di kisaran Rp20.000, tentu saja akan terus kami dorong. Untuk telur, target minimalnya Rp24.000, sementara sekarang masih sekitar Rp22.000," ujarnya.

baca juga

Pihak otoritas melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) memastikan akan terus mengawal kerja sama lintas sektor agar tingkat kesejahteraan di level peternak dapat segera terangkat kembali.

Sudaryono menggarisbawahi bahwa fluktuasi nilai jual pada sektor pangan komoditas merupakan siklus ekonomi yang lumrah terjadi, namun intervensi pemerintah tetap diperlukan agar durasi penurunan harga tidak berjalan berlarut-larut.

"Yang jelas intinya komoditas itu bisa naik dan bisa turun. Tapi yang kita inginkan dari pemerintah adalah, kalau naik jangan lama-lama di atas, harus segera turun. Kalau turun jangan lama-lama di bawah, harus segera naik," ucapnya.

Dalam rangka jangka panjang, Kementerian Pertanian telah merumuskan lima pilar strategi taktis guna menyeimbangkan kembali sektor perunggasan nasional.

Rencana tersebut meliputi manajemen kuota pengisian anak ayam (chick in), pelaksanaan afkir bagi ayam petelur yang telah melewati usia 90 minggu, pemberlakuan regulasi wajib kepemilikan rumah potong hewan unggas untuk korporasi berdaya tampung minimal 60.000 DOC, pembenahan sistem pelaporan logistik ke dinas peternakan daerah, hingga langkah pengendalian serta pemerataan populasi ternak secara nasional.

Langkah stabilisasi ini diyakini memerlukan ikatan sinergi yang kuat antara jajaran birokrasi, koperasi peternak, pihak swasta, dan peternak mandiri agar kapasitas pasokan tetap berjalan selaras dengan serapan pasar global maupun domestik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan

Jangan Asal Atur, Pengusaha Dapur MBG Minta BGN Libatkan Mitra Soal Kebijakan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 12:57 WIB

MBG hingga Nadiem! Daftar Kasus Megakorupsi yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah

MBG hingga Nadiem! Daftar Kasus Megakorupsi yang Ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah

Video | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:21 WIB

Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:48 WIB

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

MBG Jalan Lagi Meski Ada Kasus Korupsi, Akademisi Minta Tata Kelola Dibenahi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:52 WIB

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Ilusi Program MBG: Sejuta Lapangan Kerja atau Sejuta Penerima APBN?

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

Jangan Diam Uang Rakyat Jadi Bancakan! Masyarakat Diajak Susun APBN Tandingan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah

Sektor Perumahan Solid di Belakang Hilal Firmansyah

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Iran Buka Peluang Diplomasi dengan AS, Tunggu Sikap Washington

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita

Persib Resmi Pinjamkan Bek Muda Dion Markx ke Persita

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

Tambang Ilegal di Bukit Soeharto Disikat Satgas PKH, Potensi Denda Tembus Rp147 Miliar

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Purbaya Siapkan Teknologi Canggih Baru Deteksi Cukai Rokok, Libatkan Perusahaan Asing

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

Bisa Picu Konflik Horizontal! Pengerahan Ormas saat Kerusuhan Demo DPR Disorot

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:36 WIB

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Desil Bansos Bukan Takdir, Begini Cara Mengoreksi Datanya

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama

Apa Saja Mimpi yang Tidak Boleh Diceritakan Menurut Islam? Ini Penjelasan Ulama

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana

Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 20:24 WIB

×