- Rebana tawarkan investasi 43 ribu hektare kawasan industri ke investor Malaysia.
- Tingkat hunian kawasan industri Rebana masih di bawah 10 persen.
- Selangor siap perkuat investasi dan perdagangan dengan Rebana dan Jawa Barat.
Suara.com - Badan Pengelola (BP) Kawasan Cirebon–Patimban–Kertajati (Rebana) semakin agresif memburu investasi asing dengan menawarkan berbagai peluang strategis kepada pelaku usaha Selangor, Malaysia, dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 di Bandung.
Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, mengatakan forum bisnis tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kawasan Rebana Metropolitan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat yang memiliki potensi besar bagi investor regional.
Menurut Helmy, tugas utama BP Rebana saat ini adalah menarik sebanyak mungkin investor agar masuk ke kawasan tersebut. Ia menilai respons yang muncul dari calon investor cukup positif.
"Kerjaan saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Minat yang muncul luar biasa bagus. Tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan mempermudah perizinan, mengurangi birokrasi, dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan," ujar Helmy menukil Antara, Senin (20/7/2026).
Rebana Metropolitan mencakup tujuh kabupaten dan satu kota dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta jiwa. Kawasan ini memiliki empat kawasan industri dengan total luas mencapai sekitar 43 ribu hektare.
Namun, Helmy mengungkapkan tingkat keterisian kawasan industri tersebut saat ini masih berada di bawah 10 persen. Kondisi itu justru menunjukkan ruang investasi yang masih sangat luas bagi investor domestik maupun asing.
"Artinya kami masih memiliki potensi investasi yang sangat besar. Investor dapat berinvestasi di berbagai sektor," katanya.
Daya tarik utama Rebana, lanjut Helmy, terletak pada dukungan infrastruktur strategis yang terus berkembang. Kawasan ini ditopang oleh Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta jaringan jalan tol yang saling terhubung sehingga memperkuat efisiensi logistik dan rantai pasok industri.
Ia juga menegaskan posisi Jawa Barat sebagai provinsi tujuan investasi terbesar di Indonesia menjadi nilai tambah bagi Rebana. Dengan populasi lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja sekitar 26 juta orang, Jawa Barat dinilai memiliki pasar sekaligus sumber daya manusia yang besar.
Helmy mencatat nilai ekspor Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai sekitar 38,45 miliar dolar AS. Ia optimistis penguatan kerja sama dengan Malaysia akan semakin mendorong peningkatan investasi dan ekspor di masa mendatang.
Sementara itu, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato' Ts. Saipolyazan M. Yusop, menegaskan Indonesia merupakan mitra ekonomi strategis Selangor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN.
Menurutnya, peluang kolaborasi kedua wilayah sangat luas, mulai dari energi terbarukan, manufaktur berteknologi tinggi, industri halal, logistik, ekonomi digital, layanan kesehatan, kedirgantaraan, pendidikan, kota pintar, hingga ketahanan pangan.
Ia mengatakan Selangor siap menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin memperluas pasar ke Malaysia maupun kawasan ASEAN.
Melalui penyelenggaraan SIBS ASEAN 2026, Selangor berharap hubungan bisnis dengan Indonesia, khususnya Jawa Barat dan kawasan Rebana, semakin erat sehingga mampu mempercepat arus investasi, perdagangan, serta integrasi ekonomi regional.