Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.555.000
Beli Rp2.430.000
IHSG 6.175,535
LQ45 621,910
Srikehati 307,227
JII 366,948
USD/IDR 17.939

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

Dicky Prastya

Senin, 20 Juli 2026 | 15:20 WIB
BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI
Dirut BPDP Eddy Abdurrachman dalam konferensi pers Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta, Senin (20/7/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • BPDP menetapkan industri sawit sebagai instrumen strategis nasional yang menyokong penghidupan 16 juta rakyat menuju Indonesia Emas 2045.
  • BPDP mendorong peningkatan produktivitas petani melalui inovasi teknologi dan digitalisasi tanpa harus melakukan perluasan areal lahan tanam baru.
  • Melalui ajang PERISAI 2026 di Jakarta, BPDP berkomitmen mengakselerasi hilirisasi produk sawit menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Suara.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengungkapkan sektor kelapa sawit bukan lagi sekadar komoditas ekspor andalan. Lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu menyebut industri sawit telah bertransformasi menjadi instrumen strategis pembangunan nasional. 

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman mengungkapkan kalau saat ini industri sawit tercatat menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16 juta rakyat Indonesia yang terlibat di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Menurut Dirut BPDP, posisi strategis ini membuat masa depan sawit sangat krusial bagi perekonomian bangsa, terutama dalam mendukung agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

Eddy memaparkan bahwa dari total luasan perkebunan sawit di Indonesia, sekitar 41 persen di antaranya dikelola langsung oleh petani atau pekebun rakyat. Oleh karena itu, keberlanjutan industri ini sangat bergantung pada kesejahteraan para petani tersebut.

"Masa depan industri sawit sesungguhnya sangat ditentukan oleh masa depan para petani atau pekebun tersebut. Ke depan, keberhasilan industri sawit Indonesia tidak lagi ditentukan oleh seberapa luas lahan yang kita miliki, melainkan kemampuan kita untuk meningkatkan produktivitas," ujar Eddy dalam pembukaan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/7/2026).

BPDP mendorong peningkatan hasil panen rakyat melalui digitalisasi dan inovasi tanpa harus memperluas areal tanam. Beberapa langkah strategis yang didorong meliputi penggunaan benih unggul dan teknologi budidaya, penerapan precision agriculture dan digital farming, hingga pemupukan yang efisien serta pengendalian hama ramah lingkungan.

Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit (Pexels/Pok Rie)
Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit (Pexels/Pok Rie)

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan bahwa untuk menjaga penghidupan 16 juta warga tersebut, Indonesia harus bertransformasi dari sekadar produsen mentah menjadi pusat inovasi. 

Ia menilai, hilirisasi sawit tidak boleh berhenti hanya pada produk biodiesel, melainkan harus merambah ke produk bioekonomi bernilai tambah tinggi lainnya.

Potensi pengembangan hilirisasi sawit yang masih terbuka luas seperti di sektor Pangan & Kesehatan yang meliputi pangan berbasis sawit, kosmetik, dan farmasi.

baca juga

Lalu ada sektor industri & manufaktur seperti oleokimia, biomaterial, bioplastik, surfaktan, dan pelumas ramah lingkungan. Ada pula sektor Energi Terbarukan mencakup bioavtur dan bahan bakar nabati tingkat lanjut.

"Setiap inovasi akan melahirkan produk baru, setiap produk baru akan membuka industri baru, dan setiap industri baru akan menciptakan investasi, lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Lewat gelaran PERISAI 2026, BPDPKS berkomitmen untuk beralih fungsi bukan hanya sebagai penyedia dana riset, melainkan sebagai katalisator yang mempertemukan peneliti, pelaku industri, dan petani agar hasil riset dapat langsung diterapkan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Sawit RI Melonjak, Pemerintah Kejar Target B60 di 2028

Produksi Sawit RI Melonjak, Pemerintah Kejar Target B60 di 2028

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset

Kemenkeu Ungkap Pemerintah Alokasikan Rp 12 Triliun dari APBN 2026 untuk Riset

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 14:03 WIB

Helmy Yahya Tawarkan Rebana ke Investor Malaysia, Lahan Industri 43 Ribu Hektare Masih Longgar

Helmy Yahya Tawarkan Rebana ke Investor Malaysia, Lahan Industri 43 Ribu Hektare Masih Longgar

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:44 WIB

Kemenkeu Raih Opini WTP 15 Kali Beruntun dari BPK

Kemenkeu Raih Opini WTP 15 Kali Beruntun dari BPK

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 15:10 WIB

Mesin Ekspor RI Kehilangan Tenaga! Sawit dan Baja Melemah Jadi Alarm Bahaya

Mesin Ekspor RI Kehilangan Tenaga! Sawit dan Baja Melemah Jadi Alarm Bahaya

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 15:30 WIB

Bisnis Manufaktur Terus Lakujan Ekspansi, Buruh Masih Tetap Bekerja

Bisnis Manufaktur Terus Lakujan Ekspansi, Buruh Masih Tetap Bekerja

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:59 WIB

Terkini

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:20 WIB

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 15:17 WIB

Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar

Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:16 WIB

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Mencerahkan Wajah yang Sudah BPOM

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Mencerahkan Wajah yang Sudah BPOM

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 15:15 WIB

UU Perampasan Aset Belum Disahkan, Penyitaan Kafe De Clan dan Rumah Sentul Dinilai Prematur

UU Perampasan Aset Belum Disahkan, Penyitaan Kafe De Clan dan Rumah Sentul Dinilai Prematur

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:13 WIB

Menkes Ungkap Penyebab Utama Umur Pendek Orang Indonesia, Bukan Lagi Penyakit Menular

Menkes Ungkap Penyebab Utama Umur Pendek Orang Indonesia, Bukan Lagi Penyakit Menular

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:13 WIB

Kenali 8 Jenis Pembersih Wajah dan Fungsinya, Pilih yang Paling Sesuai Tipe Kulitmu

Kenali 8 Jenis Pembersih Wajah dan Fungsinya, Pilih yang Paling Sesuai Tipe Kulitmu

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 15:13 WIB

Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay

Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:03 WIB

Vario 125 Masih Jagoan? Komparasi vs Burgman, FreeGo, dan Brusky Bikin Kaget!

Vario 125 Masih Jagoan? Komparasi vs Burgman, FreeGo, dan Brusky Bikin Kaget!

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 15:01 WIB

Mobil Pengangkut UPS PLN Terbakar di Pariaman, Tabrak Mobil dan Motor

Mobil Pengangkut UPS PLN Terbakar di Pariaman, Tabrak Mobil dan Motor

Sumbar | Senin, 20 Juli 2026 | 15:00 WIB

×