Prabowo Akui Gaji Guru Kurang, Lapangan Kerja Sedikit

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 20 Juli 2026 | 18:27 WIB
Prabowo Akui Gaji Guru Kurang, Lapangan Kerja Sedikit
Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai persoalan ekonomi dan sosial di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Foto ist.
baca 10 detik
  • Prabowo akui gaji guru, lapangan kerja, dan kemiskinan masih jadi PR.
  • Presiden mengaku ketimpangan ekonomi lebih parah dari perkiraan awal.
  • Kebocoran ekonomi akibat praktik curang dinilai hambat kesejahteraan rakyat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui berbagai persoalan ekonomi dan sosial di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah. Rendahnya gaji guru, terbatasnya lapangan kerja, hingga masih tingginya angka kemiskinan ekstrem disebut menjadi tantangan utama yang harus segera diselesaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026). Menurutnya, pemerintah memahami berbagai keluhan masyarakat dan menjadikan persoalan tersebut sebagai mandat yang harus dituntaskan.

"Kita paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem. Kita paham ini semua masalah kita, kita mengerti. Justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk diselesaikan," ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo mengaku terkejut setelah melihat langsung kondisi ketimpangan ekonomi yang terjadi di berbagai daerah. Menurutnya, skala persoalan yang dihadapi jauh lebih besar dibandingkan perkiraan pemerintah sebelum menjabat.

"Saya sendiri sebagai Presiden, bersama Wakil Presiden, tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita," katanya.

Dari sisi ekonomi, Prabowo menilai salah satu penyebab utama ketimpangan adalah masih besarnya aliran kekayaan nasional yang keluar negeri akibat berbagai praktik perdagangan yang tidak sehat. Ia menyoroti dugaan praktik under invoicing, pemalsuan laporan perdagangan, transfer pricing, hingga penyelundupan yang dinilai telah menggerus penerimaan negara dalam jumlah sangat besar.

Menurut Prabowo, distorsi tersebut menyebabkan potensi kekayaan Indonesia tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat dan menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Terjadi suatu distorsi terhadap ekonomi kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik-praktik under invoicing, pemalsuan laporan, transfer pricing, dan penyelundupan. Hal-hal yang sesungguhnya tidak masuk akal dan tidak adil bagi bangsa kita," tegasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:15 WIB

Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar

Prabowo Klaim DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 Miliar

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:04 WIB

18 Bulan Menjabat, Prabowo Klaim Selesaikan 110 Masalah Strategis

18 Bulan Menjabat, Prabowo Klaim Selesaikan 110 Masalah Strategis

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×