- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup turun 19,16 poin ke level 6.315 pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
- Pelemahan IHSG disebabkan oleh aksi ambil untung investor serta peningkatan kewaspadaan terhadap lonjakan harga minyak dunia.
- Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia lebih dari 3 persen.
Suara.com - Investor pasar saham terlihat masih melakukan ambil untung atau taking profit pada hari ini. Alhasil, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali loyo pada akhir perdagangan, Kamis, 23 Juli 2026.
IHSG ditutup turun 19,16 poin atau 0,30 persen ke level 6.315.
Mengutip data Phintraco Sekuritas, selain taking profit IHSG melemah, karena meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar terhadap lonjakan harga minyak dunia.
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka di level 6.346, sempat menyentuh level tertinggi 6.454, sebelum akhirnya turun hingga level terendah 6.306.
Phintraco Sekuritas menjelaskan IHSG sempat bergerak fluktuatif dan menyentuh level 6.454 setelah mendapat dorongan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah ke level tertinggi dalam enam pekan terakhir membuat investor cenderung berhati-hati dan memilih melakukan aksi trading jangka pendek.
Harga minyak mentah dunia tercatat melonjak lebih dari 3 persen, dengan minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di atas US$89 per barel, sedangkan Brent berada di atas US$97 per barel. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11 persen menjadi Rp17.936 per dolar Amerika Serikat pada Kamis (23/7).
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai indikator Stochastic RSI IHSG telah membentuk death cross di area overbought. Sementara itu, histogram MACD masih berada di area positif meski mulai menunjukkan penyempitan.
"Sehingga diperkirakan jika IHSG breakdown dari level MA5 di sekitar 6.279, maka berpotensi uji level support berikutnya di 6.200-6.250," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Data perdagangan IHSG:
- IHSG: 6.315 (-19,16 poin / -0,30 persen)
- Pembukaan: 6.346
- Tertinggi: 6.454
- Terendah: 6.306
- Nilai transaksi: Rp23,75 triliun
- Volume perdagangan: 59,19 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 3.116.520 kali
Top Value
- BUMI naik 15 poin atau 8,93 persen ke level 183.
- TPIA turun 110 poin atau 4,82 persen ke level 2.170.
- BBCA turun 225 poin atau 3,46 persen ke level 6.275.
Top Volume
- BUMI naik 8,93 persen ke level 183.
- BNBR turun 6,09 persen ke level 108.
- JGLE turun 1,39 persen ke level 71.
Top Gainer LQ45
- BUMI +8,93 persen.
- DEWA +7,27 persen.
- MEDC +5,30 persen.
Top Loser LQ45
- AKRA turun 5,05 persen.
- BBCA turun 3,46 persen.
- ASII turun 2,91 persen.
Top Gainer JII
- BUMI +8,93 persen.
- DEWA +7,27 persen.
- MEDC +5,30 persen.
Top Loser JII
- TPIA turun 4,82 persen.
- RAJA turun 3,70 persen.
- INKP turun 1,90 persen.
Dari sisi sektoral, IDX Property menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 3,13 persen, disusul IDX Non-Cyclicals yang naik 1,56 persen, dan IDX Energy yang menguat 1,52 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.