SMF: Cadangan Devisa Menipis, Pilihan Pemerintah Tinggal Pangkas Belanja atau Utang

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 27 Juli 2026 | 11:22 WIB
SMF: Cadangan Devisa Menipis, Pilihan Pemerintah Tinggal Pangkas Belanja atau Utang
Pekerja menyusun uang rupiah di cash center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (27/9).
baca 10 detik
  • Cadangan devisa turun, ruang pembiayaan pemerintah makin sempit.
  • Ekonom SMF: Pilihan pemerintah pangkas belanja, naikkan pajak, atau utang.
  • Tekanan rupiah memperberat pembiayaan pembangunan dan fiskal nasional.

Suara.com - Tren penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi sorotan di tengah kebutuhan belanja negara yang masih tinggi. Chief Economist PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Martin Daniel Siyaranamual, mengingatkan kondisi tersebut dapat mempersempit ruang pemerintah dalam membiayai pembangunan jika tekanan ekonomi global terus berlanjut.

Martin menjelaskan, cadangan devisa yang terus menurun sejak awal tahun menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan bantalan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara.

"Kuncinya cadangan devisa kita sekuat apa sih? Nah ini cadangan devisa pemerintah, kalau Bapak Ibu lihat dia mengalami tren penurunan dari awal tahun sampai sekarang," kata Martin kepada wartawan, dikutip Senin (27/7/2026).

Menurutnya, apabila cadangan devisa terus tergerus sementara kebutuhan belanja negara tetap tinggi, pemerintah akan menghadapi tantangan yang semakin berat.

"Artinya kalau kita hanya mengandalkan cadangan devisa semata, jawabannya rada berat," ujarnya.

Martin menilai pemerintah pada dasarnya hanya memiliki tiga opsi untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan. Pertama, memangkas belanja negara, kedua meningkatkan penerimaan melalui pajak, atau ketiga menambah utang apabila dua langkah sebelumnya sulit dilakukan.

"Yang harus dilakukan ada dua kemungkinan. Yang pertama mengurangi belanja negara atau mengurangi konsumsi pemerintah, yang kedua kemungkinan berikutnya adalah menaikkan pajak. Kalau misalnya kedua kemungkinan ini tidak bisa dilakukan atau tidak mau dilakukan oleh pemerintah, maka hanya tinggal sisa satu alternatif lagi, yaitu ngutang," jelasnya.

Di sisi lain, tekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai turut memperumit kondisi fiskal. Pemerintah membutuhkan dana yang besar untuk menjalankan berbagai program, sementara pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan beban pembiayaan dan mempersempit ruang kebijakan.

"Kita punya pengeluaran pemerintah yang cukup tinggi, tapi di sisi yang lain tekanan terhadap nilai tukar itu juga bertambah. Dan itu masih berlangsung sampai hari ini," kata Martin.

baca juga

Ia menilai kombinasi antara penurunan cadangan devisa, kebutuhan belanja negara yang besar, dan tekanan terhadap rupiah menjadi tantangan yang harus diantisipasi pemerintah. Tanpa strategi yang tepat untuk memperkuat penerimaan negara maupun menjaga stabilitas ekonomi, ketergantungan terhadap pembiayaan utang berpotensi semakin meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor

APBN Defisit, Purbaya Sepakat Barantin dan Bea Cukai Barengan Awasi Ekspor-Impor

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 09:52 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus

Sumsel | Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:43 WIB

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung

Bri | Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB

×