- Perry Warjiyo menambah daftar pejabat ekonomi yang mundur era Prabowo.
- Sri Mulyani, Mahendra Siregar, dan Iman Rachman lebih dulu melepas jabatan.
- Pergantian pucuk pimpinan jadi sorotan pelaku pasar dan investor.
Suara.com - Gelombang pengunduran diri pejabat profesional di sektor keuangan pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali bertambah. Terbaru, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memutuskan mengakhiri masa jabatannya pada Senin (27/7/2026), menambah daftar tokoh penting yang sebelumnya lebih dulu meninggalkan kursi strategis di Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mundurnya Perry Warjiyo menjadi sorotan karena terjadi di tengah tantangan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi, serta ketidakpastian ekonomi global. Keputusan tersebut sekaligus menandai perubahan besar dalam jajaran otoritas ekonomi nasional pada masa pemerintahan Prabowo.
Sebelum Perry, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah lebih dulu resmi mengakhiri masa jabatannya pada 8 September 2025. Presiden Prabowo Subianto kemudian melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan yang baru di Istana Negara, sementara serah terima jabatan berlangsung sehari setelahnya di kantor Kementerian Keuangan.
Sri Mulyani menyerahkan tongkat estafet setelah memimpin kementerian selama bertahun-tahun, mulai dari era Presiden Joko Widodo hingga memasuki awal pemerintahan Prabowo. Dalam perpisahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan sekaligus meminta masyarakat menghormati privasinya sebagai warga negara biasa.
Pergantian juga terjadi di sektor pengawasan jasa keuangan. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri pada 30 Januari 2026. Keputusan tersebut diikuti oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek Aditya Jayaantara.
Pengunduran diri para petinggi OJK dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam dan pasar modal Indonesia kehilangan peringkat investasi dari lembaga internasional MSCI.
Pada hari yang sama, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman juga menyatakan mundur dari jabatannya. Ia menyebut keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral atas gejolak pasar yang menyebabkan IHSG anjlok hingga beberapa kali memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), sekaligus menyusul kritik terhadap komunikasi BEI terkait masukan dari MSCI.
Dengan bertambahnya Perry Warjiyo dalam daftar tersebut, perubahan kepemimpinan di sektor ekonomi dan keuangan pada era Presiden Prabowo menjadi salah satu yang paling signifikan dalam waktu relatif singkat. Pergantian figur di Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, hingga BEI akan menjadi perhatian pelaku pasar karena dinilai berpengaruh terhadap arah kebijakan moneter, fiskal, stabilitas sistem keuangan, serta kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Daftar Pejabat Ekonomi dan Keuangan yang Mundur di Era Prabowo
- Perry Warjiyo – Gubernur Bank Indonesia.
- Sri Mulyani Indrawati – Menteri Keuangan (berakhir 8 September 2025).
- Mahendra Siregar – Ketua Dewan Komisioner OJK (30 Januari 2026).
- Inarno Djajadi – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK (30 Januari 2026)
- Aditya Jayaantara – Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek OJK (30 Januari 2026)
- Iman Rachman – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (30 Januari 2026).