Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah

Dicky Prastya

Senin, 27 Juli 2026 | 15:04 WIB
Usai Purbaya, Giliran Mendagri Peringatkan Jakarta soal Obligasi Daerah
Mendagri Tito Karnavian. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Mendagri Tito Karnavian mengkaji rencana Pemprov DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun pada Juni 2027.
  • Mendagri memperingatkan Gubernur Pramono Anung agar kemampuan membayar utang terpenuhi dan tidak membebani kepala daerah berikutnya.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan penerbitan obligasi tersebut karena APBD Jakarta dinilai masih memiliki sisa anggaran yang besar.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian turut menanggapi soal rencana penerbitan obligasi daerah oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Mendagri Tito menyebut kalau pihaknya masih mengkaji soal rencana dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Sebab obligasi daerah dianggapnya sama saja dengan utang.

“Ya itu nanti kita kaji dulu, karena obligasi itu kan sama saja dengan berhutang kan?” kata Tito di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (27/7/2026).

Tito mempertanyakan apakah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta sanggup membayar pinjaman dari obligasi daerah.

Ia pun memperingatkan Gubernur Pramono Anung untuk berhati-hati soal pembiayaan dari obligasi daerah.

“Jangan sampai menjadi beban bagi kepala daerah berikutnya. Kalau enggak punya kemampuan membayar kan repot,” lanjutnya.

Sejauh ini Tito mengaku belum melakukan koordinasi dengan Pramono Anung soal obligasi daerah yang diterbitkan Pemda DKI. 

Ia kembali memperingatkan kalau Pemda harus bisa menanggung pembiayaan obligasi daerah sebelum masa jabatannya habis.

“Yang paling utama bisa membayar di masa jabatannya, dan jangan menjadi beban kepala daerah berikutnya,” tegas dia.

baca juga

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan keputusan Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta untuk menerbitkan obligasi daerah.

Bagi yang belum tahu, obligasi daerah adalah surat berharga berupa pengakuan utang yang diterbitkan oleh pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, atau kota) untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui penawaran umum di pasar modal. 

Menkeu Purbaya mengaku tidak tahu soal keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menerbitkan surat utang tersebut. Ia justru menilai kalau mereka justru masih memiliki banyak anggaran.

“Saya belum tahu. Itu buat apa terbitin obligasi ya, kan uangnya banyak?” katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (23/7/2026). 

Purbaya menilai kalau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta masih sisa triliunan rupiah.

Kendati begitu Purbaya yakin kalau penerbitan obligasi daerah DKI Jakarta tidak akan membahayakan anggaran Pemda. Ia kembali mempertanyakan kenapa ada kebijakan tersebut.

“Kalau kredibel seperti DKI uangnya banyak sebenarnya enggak bahaya. Cuma jadi pertanyaan adalah dia kan uangnya enggak kepakai banyak, buat apa nerbitin bond? Tapi saya enggak tahu, nanti saya cek lagi sama mereka ya,” jelas Purbaya.

Sekadar informasi, Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah pada Juni 2027 mendatang.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers realisasi APBD triwulan II di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).

“Besarnya Rp 3,5 triliun, tenornya 7 tahun,“ beber Pramono.

Dana hasil obligasi tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek publik, mulai dari LRT, rumah sakit daerah (RSUD), sekolah, embung, hingga polder.

Pramono memastikan, dana itu akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Obligasi daerah ini sekaligus akan menjadi yang pertama diterbitkan oleh sebuah daerah di Indonesia.

Meski APBD Jakarta tercatat sekitar Rp81 triliun dan sebenarnya tidak terlalu membutuhkan dana tambahan, Pramono menilai langkah ini tetap penting sebagai bagian dari pembiayaan kreatif.

“Banyak orang-orang kaya yang sebenarnya nggak perlu pinjem, tetapi tetap meminjam itu karena untuk membuat badannya lebih sehat. Demikian juga dengan Jakarta, walaupun ada pemotongan DBH, kami melakukan creative financing supaya keuangan Jakarta itu jauh lebih sehat,“ jelas eks Sekretaris Kabinet itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

Peran 7 Tersangka Bentrok Menteng: Dari Rusak Gerobak hingga Aksi Pengeroyokan Maut

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:01 WIB

Menyelimuti 55 Juta Ton Sampah dengan Geomembrane: Solusi Darurat atau Bom Waktu Berbahaya?

Menyelimuti 55 Juta Ton Sampah dengan Geomembrane: Solusi Darurat atau Bom Waktu Berbahaya?

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 14:37 WIB

Tito Karnavian Minta Persetujuan Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Dipercepat

Tito Karnavian Minta Persetujuan Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Dipercepat

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:14 WIB

Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'

Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'

News | Senin, 27 Juli 2026 | 11:46 WIB

Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta

Sensasi Menembus Langit Jakarta Melalui Jalur Langit Transjakarta

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 10:54 WIB

Kantor BGN Bakal Didemo Mahasiswa, Ratusan Polisi Siaga Amankan Lokasi

Kantor BGN Bakal Didemo Mahasiswa, Ratusan Polisi Siaga Amankan Lokasi

News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:46 WIB

Terkini

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Sengit di Yogyakarta, Pelatih Timnas Futsal Hector Souto Pantau Calon Bintang di Campus League

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam

Batam | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:41 WIB

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

3 Moisturizer Viva untuk Kulit Cerah dan Kencang, Bantu Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Review Drama Spooky In Love, Mengungkap Kejahatan dari Cerita Para Arwah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Kemenkeu Sebut AI Bisa Cari Potensi Pajak Baru hingga Endus Warga yang Tak Patuh

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Daftar HP RAM 16 GB untuk Multitasking dan Gaming Berat, Ini Harga Terbarunya

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:13 WIB

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Polisi Bakar 23 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing, Tak Ada Pelaku yang Ditangkap

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Ulasan Novel Good Wives: Perjalanan Empat Saudari March Menuju Kedewasaan

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Industri F&B RI Terus Naik, Tapi UMKM Masih Minim Adopsi ke Digital

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:58 WIB

×