Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:44 WIB
Harmoni Industri Tambang dan Pertanian, Harita Nickel Perkuat Ekonomi Petani Pulau Obi
Di Pulau Obi, meskipun industrialisasi nikel tumbuh pesat, sektor pertanian juga tumbuh semakin kuat berkat peran Harita Nickel. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Banyak orang beranggapan bahwa hadirnya industri tambang akan menggeser bahkan menghilangkan sektor pertanian. Namun cerita yang berkembang di Pulau Obi, Maluku Utara, menunjukkan kenyataan berbeda. Di tengah pesatnya industrialisasi nikel, pertanian berkembang semakin kuat berkat peluang ekonomi baru yang tercipta. Melalui program Community Development dan Pengembangan serta Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Harita Nickel tidak hanya menghadirkan aktivitas industri, tetapi juga mendorong pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Sejak lama, pertanian menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat di Pulau Obi. Warga Desa Soligi dan Kawasi, misalnya, menggantungkan hidup dari kebun pala, cengkeh, dan kelapa yang dikelola secara turun-temurun. Namun produktivitas masih terbatas karena praktik budidaya yang tradisional. Seiring berkembangnya kawasan industri Harita Nickel dan meningkatnya kebutuhan pangan dari ribuan karyawan yang bekerja di Pulau Obi, masyarakat mulai melihat peluang baru. Harita Nickel kemudian mendukung peningkatan kapasitas petani agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh melalui penerapan teknik pertanian yang lebih modern dan produktif.

Keberhasilan panen para petani perempuan yang dibimbing Harita Nickel memberikan kepercayaan bagi para perempuan untuk ikut berkontribusi dalam perekonomian keluarga.(Dok: Istimewa)
Keberhasilan panen para petani perempuan yang dibimbing Harita Nickel memberikan kepercayaan bagi para perempuan untuk ikut berkontribusi dalam perekonomian keluarga.(Dok: Istimewa)

Pendekatan yang dilakukan tidak sekadar memberikan bantuan, melainkan membangun kemampuan masyarakat dari hulu hingga hilir. Melalui program sekolah ladang, warga mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik budidaya hortikultura modern, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, pembuatan bedengan, pengendalian hama, hingga manajemen panen. Para pendamping juga membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga kualitas hasil panen dan kesinambungan pasokan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Salah satu kisah keberhasilan itu lahir dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Soligi dan Kawasi. Kelompok yang seluruh anggotanya adalah kaum perempuan ini awalnya memiliki pengalaman terbatas dalam budidaya hortikultura. Namun melalui pendampingan yang dilakukan secara intensif oleh Harita Nickel, mereka mulai mampu mengelola lahan pertanian secara lebih produktif dan profesional.

Kini, lahan-lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal berubah menjadi kebun hortikultura yang menghasilkan berbagai komoditas seperti kangkung, bayam, cabai, timun, kacang panjang, pare, dan terong. Hasil panen pun tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, namun rutin diserap untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Ketua KWT Desa Soligi, Jahariya, mengatakan perubahan itu memberikan dampak nyata bagi kehidupan para anggotanya.

“Kami tanam sayur, cabai, kacang panjang. Sayur dikirim ke perusahaan dua kali seminggu,” jelas Jahariya.

Dari aktivitas bercocok tanam itu, kelompoknya kini mampu meraup pendapatan hingga sekitar Rp30 juta setiap bulan. Pendapatan itu bukan hanya menjadi tambahan penghasilan, akan tetapi memberikan kepercayaan diri baru bagi para perempuan untuk ikut berkontribusi dalam perekonomian keluarga.

Manfaat yang sama dirasakan oleh Ketua KWT Kawasi, Thofiya. Ia menyatakan bahwa hasil pertanian yang diperoleh dari lahan binaan telah membantu keluarganya memenuhi kebutuhan pendidikan.

baca juga

“Kami berterima kasih kepada perusahaan karena dari hasil panen pertama dan kedua dari lahan kami di Akelamo, kami bisa bayar sekolah cucu sampai lulus SMA di Bacan,” tutur Thofiya.

Harita Nickel memberikan pendampingan yang dilakukan secara intensif kepada para perempuan petani sehingga mampu mengelola lahan pertanian secara lebih produktif dan profesional. (Dok: Istimewa)
Harita Nickel memberikan pendampingan yang dilakukan secara intensif kepada para perempuan petani sehingga mampu mengelola lahan pertanian secara lebih produktif dan profesional. (Dok: Istimewa)

Menurut Albertus Darukumara, Community Development Supervisor Harita Nickel, keterlibatan perempuan menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan pertanian di Desa Soligi dan Kawasi, Pulau Obi.

“Di sini anggota kelompok taninya perempuan semua. Karena kebanyakan laki-laki bekerja di perusahaan atau menjadi nelayan, ibu-ibu ingin membantu ekonomi keluarga lewat pertanian,” jelas Albertus Darukumara.

Selain memberdayakan kelompok perempuan, Harita Nickel juga mendorong lahirnya generasi baru petani muda di Pulau Obi. Salah satu sosok yang menonjol adalah Darwan Aduhasan, petani asal Desa Buton yang memilih kembali ke sektor pertanian setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

Di saat banyak anak muda berupaya mencari pekerjaan di sektor industri, Darwan justru melihat peluang besar yang lahir dari kebutuhan pangan kawasan industri. Bersama rekan-rekannya, ia membentuk Kelompok Perintis Kedaulatan Pangan Obi (PELANGI) serta Koperasi Tani Bersatu Milenial untuk mengembangkan pertanian modern di Pulau Obi.

Bagi Darwan, Harita Nickel berperan sebagai katalis yang mempertemukan potensi pertanian lokal dengan pasar yang selama ini sulit dijangkau para petani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemnaker dan Kemenekraf Kolaborasi Perluas Peluang Kerja di Industri Ekonomi Kreatif

Kemnaker dan Kemenekraf Kolaborasi Perluas Peluang Kerja di Industri Ekonomi Kreatif

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:51 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:53 WIB

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Rupiah Anjlok Tembus Rp18 Ribu per Dolar, Dokter Tirta Bereaksi Sarkas: Jaya Jaya Jaya!

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Purbaya Sebut Rumor Downgrade Rating Indonesia Picu Kepanikan Pasar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:39 WIB

Terkini

Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?

Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital

Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Saham Prajogo Dilego Investor Asing Hari Ini, BBCA Paling Banyak Dibeli

Saham Prajogo Dilego Investor Asing Hari Ini, BBCA Paling Banyak Dibeli

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Prabowo Dorong Warga Tinggalkan Motor Bensin, Siapkan Tukar Tambah hingga DP 0 Persen

Prabowo Dorong Warga Tinggalkan Motor Bensin, Siapkan Tukar Tambah hingga DP 0 Persen

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:46 WIB

DPR Kebanjiran Masukan dari Buruh, RUU Ketenagakerjaan Mulai Dikebut

DPR Kebanjiran Masukan dari Buruh, RUU Ketenagakerjaan Mulai Dikebut

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta

Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Feng Shui Menanam Pohon Pepaya di Depan Rumah, Bikin Rezeki Seret!

Feng Shui Menanam Pohon Pepaya di Depan Rumah, Bikin Rezeki Seret!

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:45 WIB

5 Shio Paling Beruntung Soal Keuangan 14 Agustus 2026, Ada yang Rezekinya Makin Lancar

5 Shio Paling Beruntung Soal Keuangan 14 Agustus 2026, Ada yang Rezekinya Makin Lancar

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Pramono Dukung Penuh BNN Sikat Bandar Narkoba di Kampung Bahari: Kami Support Sepenuhnya

Pramono Dukung Penuh BNN Sikat Bandar Narkoba di Kampung Bahari: Kami Support Sepenuhnya

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:41 WIB

10 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

10 Cara Mengatasi Kulit Wajah Memerah dan Terbakar Matahari

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:40 WIB

×