- Delegasi SPBUN-SGN menemui pimpinan DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Rabu (29/7/2026) untuk menyampaikan apresiasi mediasi.
- Mediasi efektif memecah kebuntuan komunikasi terkait kepastian bonus dan standar kerja ribuan karyawan PT SGN.
- Penyelesaian konflik industrial ini berdampak positif bagi peningkatan produktivitas serta dukungan penuh terhadap program swasembada gula nasional.
Suara.com - Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara PT Sinergi Gula Nusantara atau SPBUN-SGN menemui Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Dasco tidak sendirian. Ia turut didampingi oleh Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini dan Anggota Komisi VI Nasim Khan.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para pekerja perkebunan gula, untuk menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat DPR RI dalam menjembatani konflik industrial yang sempat menghangat.
Kehadiran delegasi SPBUN-SGN merupakan respons positif atas keberhasilan mediasi antara serikat pekerja dengan manajemen PT SGN, yang telah difasilitasi oleh DPR RI sejak pekan lalu.
Langkah mediasi yang dilakukan di gedung parlemen tersebut, terbukti efektif dalam memecah kebuntuan komunikasi.
Fokus utama dari pembahasan tersebut mencakup poin-poin krusial yang menyangkut kesejahteraan ribuan karyawan, terutama mengenai kepastian pemberian bonus dan harmonisasi standar kerja yang selama ini menjadi aspirasi utama para buruh perkebunan.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menekankan bahwa peran DPR bukan sekadar mengawasi, namun juga menjadi fasilitator yang adil bagi seluruh elemen bangsa, termasuk antara buruh dan manajemen perusahaan pelat merah.
Menurutnya, komunikasi yang tersumbat seringkali menjadi akar masalah dalam hubungan industrial.

“Terselesaikannya persoalan itu adalah kabar baik bagi karyawan SGN. Aspirasi mereka sudah diterima dan tengah diproses oleh manajemen," kata Anggia ketika memberikan keterangan kepada wartawan dan perwakilan serikat pekerja.
Anggia menambahkan, Komisi VI berkomitmen untuk memastikan setiap proses tindak lanjut dari manajemen PT SGN berjalan sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai.
Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas kerja di lingkungan perusahaan yang memegang peranan vital dalam kedaulatan pangan Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, apresiasi besar datang dari internal pekerja. Ketua Umum SPBUN-SGN, M. Rofi, mengungkapkan rasa lega dan terima kasihnya kepada para wakil rakyat yang telah bersedia meluangkan waktu serta energi untuk mengawal isu ini hingga tuntas.
Ia menyebut keterlibatan tokoh kunci seperti Sufmi Dasco Ahmad, Anggia Ermarini, dan Nasim Khan memberikan bobot politis dan moral yang kuat sehingga manajemen memberikan respons cepat.
“Kami berterima kasih kepada DPR, terutama Pak Dasco dan Bu Anggia. Kami berharap hasil kesepakatan ini memberikan manfaat bagi seluruh karyawan SGN,” kata Rofi.
Lebih lanjut, Rofi menjelaskan dengan tercapainya titik temu ini, beban psikologis karyawan terkait ketidakpastian hak-hak mereka kini telah hilang.
Hal ini diyakini akan berdampak langsung pada produktivitas di lapangan. Para pekerja yang tergabung dalam SPBUN-SGN menyatakan kesiapan penuh untuk kembali fokus meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
Dampak dari selesainya sengketa ini tidak hanya dirasakan oleh internal perusahaan, tetapi juga diproyeksikan akan mendukung agenda besar pemerintah.
Setelah tercapainya kesepakatan, para pekerja menegaskan komitmen mereka untuk mendukung penuh program swasembada gula nasional serta agenda ketahanan energi melalui pengembangan produk turunan tebu.
Sementara Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, menilai keberhasilan mediasi ini merupakan bukti nyata bahwa DPR RI menjalankan fungsinya sebagai "rumah rakyat" yang inklusif.
Menurutnya, setiap persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama di sektor strategis seperti perkebunan, harus mendapatkan perhatian prioritas agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Hingga saat ini, manajemen PT SGN dilaporkan tengah melakukan langkah-langkah administratif untuk merealisasikan hasil pembahasan tersebut.
DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang aspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat dan menjembatani komunikasi agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, baik di sektor industri maupun sosial, dapat memperoleh jalan keluar terbaik tanpa perlu melalui konflik yang berkepanjangan.