Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:33 WIB
Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas
ILUSTRASI-Nilai tukar rupiah konsisten melemah pada Senin (25/5/2026) ketika mata uang lain menguat akibat turunnya harga minyak. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia melaporkan nilai tukar rupiah menguat mencapai level Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026.
  • Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pemulihan tersebut hasil penerapan bauran kebijakan moneter yang visioner.
  • Bank sentral menaikkan suku bunga acuan bertahap dan melakukan intervensi terukur di pasar valuta asing.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan performa positif dengan mencatatkan tren penguatan pada penutupan akhir bulan lalu.

Laporan terbaru dari Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa mata uang Garuda berhasil melepaskan diri dari jerat tekanan berat yang sempat membayangi pasar keuangan domestik sejak pertengahan Juni 2026.

Momentum pemulihan ini diyakini tidak lepas dari rentetan langkah strategis otoritas moneter dalam meracik kebijakan di tengah pusaran ketidakpastian.

Berdasarkan rilis data resmi Bank Indonesia, posisi nilai tukar rupiah ditutup menguat hingga menembus level Rp17.994 per dolar AS pada tanggal 31 Juli 2026.

Pencapaian angka ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar dan dunia usaha, mengingat fluktuasi mata uang kerap menjadi tantangan utama dalam menjaga margin operasional bisnis.

Keberhasilan menjaga stabilitas nilai tukar tersebut diakui sebagai salah satu fokus fundamental perbankan sentral untuk menavigasi iklim ekonomi global yang masih dibayangi risiko tinggi.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan penjelasan mendalam mengenai faktor di balik kembalinya keperkasaan rupiah.

Menurutnya, pemulihan posisi mata uang nasional ini merupakan buah manis dari penerapan bauran kebijakan moneter yang dirancang dan dieksekusi secara hati-hati.

Langkah otoritas tidak sekadar responsif, melainkan mengedepankan prinsip yang visioner demi membentengi nilai tukar sembari memastikan angka inflasi nasional tidak melenceng dari target.

baca juga

"Bank Indonesia menempuh kebijakan suku bunga yang pre-emptive dan forward-looking untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan Pemerintah," ujar Destry Damayanti dalam rapat KSSK, Senin (3/8/2026).

Apabila menilik rekam jejak kebijakan sepanjang tahun 2026, Bank Indonesia memang terlihat agresif namun terukur dalam menyesuaikan instrumen suku bunga acuan atau BI-Rate.

Penyesuaian tersebut dilakukan secara bertahap guna merespons eskalasi tantangan pasar. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2026, bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin sehingga posisinya mencapai 5,25 persen.

Langkah pengetatan kebijakan tersebut tidak berhenti di situ. Guna memitigasi gejolak lanjutan, BI kembali mengerek naik BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada momen RDG Mingguan yang digelar 9 Juni 2026. Tidak berselang lama, pada RDG bulanan Juni 2026, suku bunga kembali dinaikkan 25 basis poin yang membawanya bertengger di level 5,75 persen.

Memasuki periode RDG Juli 2026, Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk mengambil jeda dengan mempertahankan posisi BI-Rate tetap di level 5,75 persen.

Keputusan menahan suku bunga ini dibarengi dengan peluncuran perluasan kebijakan insentif serta optimalisasi ragam instrumen lain yang bertujuan memikat kembali aliran masuk investasi portofolio asing. Langkah komprehensif ini juga diarahkan untuk mempercepat pendalaman struktur Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA), serta memompa pasokan likuiditas di industri perbankan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa

Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:05 WIB

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23 WIB

Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar

Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah

Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Hilangnya 'Bapak QRIS' Indonesia, Siapa Sosok yang Layak Gantikan Perry Warjiyo

Hilangnya 'Bapak QRIS' Indonesia, Siapa Sosok yang Layak Gantikan Perry Warjiyo

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:20 WIB

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:11 WIB

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:06 WIB

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:03 WIB

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:56 WIB

×