Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:33 WIB
Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas
ILUSTRASI-Nilai tukar rupiah konsisten melemah pada Senin (25/5/2026) ketika mata uang lain menguat akibat turunnya harga minyak. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia melaporkan nilai tukar rupiah menguat mencapai level Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026.
  • Pjs Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan pemulihan tersebut hasil penerapan bauran kebijakan moneter yang visioner.
  • Bank sentral menaikkan suku bunga acuan bertahap dan melakukan intervensi terukur di pasar valuta asing.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan performa positif dengan mencatatkan tren penguatan pada penutupan akhir bulan lalu.

Laporan terbaru dari Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi bahwa mata uang Garuda berhasil melepaskan diri dari jerat tekanan berat yang sempat membayangi pasar keuangan domestik sejak pertengahan Juni 2026.

Momentum pemulihan ini diyakini tidak lepas dari rentetan langkah strategis otoritas moneter dalam meracik kebijakan di tengah pusaran ketidakpastian.

Berdasarkan rilis data resmi Bank Indonesia, posisi nilai tukar rupiah ditutup menguat hingga menembus level Rp17.994 per dolar AS pada tanggal 31 Juli 2026.

Pencapaian angka ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar dan dunia usaha, mengingat fluktuasi mata uang kerap menjadi tantangan utama dalam menjaga margin operasional bisnis.

Keberhasilan menjaga stabilitas nilai tukar tersebut diakui sebagai salah satu fokus fundamental perbankan sentral untuk menavigasi iklim ekonomi global yang masih dibayangi risiko tinggi.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan penjelasan mendalam mengenai faktor di balik kembalinya keperkasaan rupiah.

Menurutnya, pemulihan posisi mata uang nasional ini merupakan buah manis dari penerapan bauran kebijakan moneter yang dirancang dan dieksekusi secara hati-hati.

Langkah otoritas tidak sekadar responsif, melainkan mengedepankan prinsip yang visioner demi membentengi nilai tukar sembari memastikan angka inflasi nasional tidak melenceng dari target.

baca juga

"Bank Indonesia menempuh kebijakan suku bunga yang pre-emptive dan forward-looking untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan Pemerintah," ujar Destry Damayanti dalam rapat KSSK, Senin (3/8/2026).

Apabila menilik rekam jejak kebijakan sepanjang tahun 2026, Bank Indonesia memang terlihat agresif namun terukur dalam menyesuaikan instrumen suku bunga acuan atau BI-Rate.

Penyesuaian tersebut dilakukan secara bertahap guna merespons eskalasi tantangan pasar. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2026, bank sentral memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin sehingga posisinya mencapai 5,25 persen.

Langkah pengetatan kebijakan tersebut tidak berhenti di situ. Guna memitigasi gejolak lanjutan, BI kembali mengerek naik BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada momen RDG Mingguan yang digelar 9 Juni 2026. Tidak berselang lama, pada RDG bulanan Juni 2026, suku bunga kembali dinaikkan 25 basis poin yang membawanya bertengger di level 5,75 persen.

Memasuki periode RDG Juli 2026, Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk mengambil jeda dengan mempertahankan posisi BI-Rate tetap di level 5,75 persen.

Keputusan menahan suku bunga ini dibarengi dengan peluncuran perluasan kebijakan insentif serta optimalisasi ragam instrumen lain yang bertujuan memikat kembali aliran masuk investasi portofolio asing. Langkah komprehensif ini juga diarahkan untuk mempercepat pendalaman struktur Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA), serta memompa pasokan likuiditas di industri perbankan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa

Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:05 WIB

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

BPS Ungkap Fakta Pahit: Petani RI Kini Kehilangan Daya Tawar

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23 WIB

Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar

Bukan Sekadar Angka di Layar: Menagih Kedaulatan Rupiah dan Jurus BI Lepas dari Kecanduan Dolar

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:29 WIB

Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah

Rupiah Akhirnya Tembus di Bawah Rp18.000 Pagi Ini, Dipicu Harapan Damai Timur Tengah

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:01 WIB

Hilangnya 'Bapak QRIS' Indonesia, Siapa Sosok yang Layak Gantikan Perry Warjiyo

Hilangnya 'Bapak QRIS' Indonesia, Siapa Sosok yang Layak Gantikan Perry Warjiyo

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!

Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Intip Spesifikasi Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang Tampil Lebih Maskulin di GIIAS 2026

Intip Spesifikasi Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang Tampil Lebih Maskulin di GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya

Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:

Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat

3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:14 WIB

Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan

Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:12 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:11 WIB

×