- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia menguat 0,30 persen ke level 6.338 pada awal perdagangan.
- Penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif domestik dan global, termasuk meredanya kekhawatiran geopolitik serta musim laporan keuangan.
- BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan level support antara 6.270 hingga 6.200.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau pada awal perdagangan, Rabu, 5 Agustus 2026. IHSG melesat 0,30 persen ke level 6.338.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, hingga pukul 09.03 WIB, IHSG masih menghijau ke level 6.322.
Aktivitas transaksi pasar tercatat mencapai 1,8 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp759,83 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 130.060 kali.
Pada perdagangan waktu itu, sebanyak 305 saham menguat, 166 saham melemah, dan 462 saham bergerak stagnan.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/08/76163-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Adapun saham-saham yang masuk jajaran top gainers pada awal perdagangan antara lain:
- EMDE
- TBMS
- ZONE
- BAJA
- TALF
Sementara itu, daftar top losers diisi oleh:
- BACH
- ICON
- PRDL
- HDFI
- TCPI
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, meski pelaku pasar tetap diminta mewaspadai aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,37 persen ke level 6.319. Penguatan indeks ditopang membaiknya sentimen domestik maupun global.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut optimisme pasar didorong oleh musim laporan keuangan (earning season) Semester I 2026 yang menunjukkan kinerja solid, terutama dari sektor perbankan dan komoditas.
Selain itu, meredanya kekhawatiran geopolitik setelah adanya perkembangan positif dalam perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz turut menjadi sentimen positif bagi pasar.
Dari eksternal, bursa saham Amerika Serikat juga ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,71 persen ke level 54.085,88. Sementara itu, S&P 500 menguat 1,79 persen menjadi 7.736,52 dan Nasdaq Composite melonjak 2,59 persen ke level 26.584,99.
Untuk perdagangan hari ini, investor akan mencermati sejumlah sentimen penting. Salah satunya adalah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026 yang diproyeksikan tumbuh 5,3 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Pasar juga masih akan memantau kelanjutan musim laporan keuangan emiten yang diperkirakan menjadi penopang pergerakan indeks.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada rencana pemerintah menambah injeksi dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sektor perbankan. Langkah tersebut dinilai dapat menjaga likuiditas sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, sehingga berpotensi menjadi katalis positif bagi saham-saham perbankan maupun perekonomian domestik secara keseluruhan.