Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026

Liberty Jemadu

Senin, 10 Agustus 2026 | 17:29 WIB
Kelas Menengah Berisiko Gerus Tabungan dan Tambah Utang di Semester II 2026
Daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Semester II 2026. [Suara.com/Rochmat]
baca 10 detik
  • Ekonom INDEF M Rizal Taufikurahman menyatakan daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi kunci ekonomi Semester II 2026.
  • Bank Indonesia melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen turun menjadi 116,8 pada Juli 2026 akibat kekhawatiran lapangan kerja.
  • Proporsi pendapatan konsumen untuk membayar cicilan atau utang meningkat dari 10 persen menjadi 10,5 persen pada Juli 2026.

Suara.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman mengatakan bahwa daya beli masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah menjadi kunci penting untuk menjaga kinerja ekonomi nasional Semester II 2026.

Ia memperingatkan kelas menengah ke bawah akan dipaksa menggerus tabungan atau bahkan menambah utang jika di Semester II kinerja ekonomi dipaksakan tanpa stimulus untuk kelompok masyarakat yang paling dominan saat ini.

“Pada kuartal III dan IV, pemerintah perlu fokus menjaga daya beli, terutama kelompok menengah bawah,” kata Rizal di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Pada kuartal II-2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 5,06 persen (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini melambat bila dibandingkan kuartal I-2026 yang mencetak pertumbuhan sebesar 5,52 persen (yoy).

Menurut Rizal, perlambatan konsumsi rumah tangga pada triwulan II perlu menjadi perhatian karena konsumsi masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, dengan porsi kontribusi sebesar 2,67 persen terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai level 5,29 persen (yoy).

Ketika konsumsi melemah sementara pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkisar 5 persen, lanjut Rizal, artinya sumber pertumbuhan mulai lebih bergantung pada komponen lain seperti investasi dan belanja pemerintah.

Maka dari itu, perlu ada upaya untuk mendongkrak kembali kinerja konsumsi rumah tangga pada sisa tahun. Sejumlah langkah yang ia soroti mencakup pengendalian inflasi pangan, bantuan yang lebih tepat sasaran, insentif transportasi, serta kebijakan yang menekan biaya hidup.

Namun, dia menggarisbawahi bahwa stimulus konsumsi tidak boleh berhenti pada bantuan temporer. Stimulus seharusnya lebih diarahkan pada upaya memperbaiki sumber pendapatan rumah tangga melalui penciptaan pekerjaan formal, menekan pemutusan hubungan kerja (PHK), mendorong kenaikan upah riil, dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Jika konsumsi dipaksa tumbuh tanpa perbaikan pendapatan, Rizal meramalkan risiko yang mungkin muncul adalah masyarakat menggerus tabungan atau menambah utang.

baca juga

“Jadi, strategi kuartal III dan IV harus menggabungkan stimulus jangka pendek dengan penguatan pendapatan agar konsumsi pulih secara lebih sehat dan berkelanjutan,”ujar dia.

Konsumen Semakin Pesimis

Peringatan ini disampaikan ketika Bank Indonesia melaporkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 berada di level 116,8. Angka tersebut turun dari 117,8 pada bulan sebelumnya.

Penurunan ini menunjukkan optimisme konsumen mulai kehilangan tenaga. Pelemahan terjadi baik pada persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap perekonomian dalam enam bulan ke depan.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) turun dari 109,2 menjadi 107,9. Sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) merosot dari 126,4 menjadi 125,7.

Meski kedua indeks tersebut masih berada di atas level 100 atau zona optimistis, tren penurunan menjadi perhatian karena menunjukkan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam melihat kondisi ekonomi.

Tekanan paling terlihat dari persepsi masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) Juli tercatat 101,1, turun dari 101,8 pada bulan sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Beberkan Fakta-fakta di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI 5,29% Q2 2026

Purbaya Beberkan Fakta-fakta di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI 5,29% Q2 2026

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

Kelas Menengah RI Tercekik, Ekonom Peringatkan Pemerintah

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Ekonom Bongkar Kesalahan Fatal Pemerintah, Bikin Ekonomi RI Sulit 'Saingi' Vietnam

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Pertumbuhan Ekonomi RI Meleset dari Target, Purbaya Salahkan Kenaikan Harga Minyak Global

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Terkini

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Viral Pungli Wisata Air Panas Karo Berujung Blokade Jalan, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:18 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Dana Iklan Bank BJB, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Mengenal Spesifikasi Isuzu New mu-X SUV Tangguh yang Siap Melibas Berbagai Medan

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Bukan Cuma Gizi, Ini 4 Fondasi Utama Tumbuh Kembang Anak di 1.000 Hari Pertama

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Olahraga Jadi Cara Pelaku Industri Panas Bumi Bangun Koneksi

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:06 WIB

×