- Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen pada Juli 2026 berada di level optimistis sebesar 116,8.
- Penurunan IKK pada Juli 2026 disebabkan oleh pelemahan pada komponen Indeks Kondisi Ekonomi dan Ekspektasi Konsumen.
- Optimisme masyarakat tetap terjaga karena ditopang oleh perkiraan penghasilan dan kegiatan ekonomi dalam enam bulan mendatang.
Tetap kuatnya IEK terutama ditopang oleh optimisme konsumen terhadap ekspektasi penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha.
![Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, menilai janji 19 juta lapangan kerja dari Presiden Prabowo Subianto sukar untuk direalisasikan. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/26/38086-lapangan-kerja.jpg)
Ketiga indeks tersebut masing-masing tercatat sebesar 133,6, 123,1, dan 120,4.
Persepsi konsumen terhadap ekspektasi penghasilan dalam enam bulan ke depan juga tetap optimistis pada seluruh kelompok pengeluaran.
Namun, terdapat penurunan indeks pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta-Rp3 juta dan Rp3,1 juta-Rp4 juta. Masing-masing kelompok mencatat indeks sebesar 126,9 dan 131,5.
Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya justru mencatat peningkatan indeks.
Kondisi tersebut menunjukkan optimisme konsumen terhadap prospek penghasilan masih relatif terjaga meskipun terdapat perbedaan berdasarkan kelompok pengeluaran.
Dengan demikian, hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Juli 2026 menunjukkan bahwa keyakinan konsumen Indonesia masih berada dalam zona optimistis, meskipun mengalami sedikit pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya.
Optimisme tersebut terutama tercermin dari ekspektasi masyarakat terhadap penghasilan, lapangan kerja, dan kegiatan ekonomi dalam enam bulan mendatang.