Impor Daging Sapi Harus Segera Direalisasikan untuk Turunkan Harga

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:33 WIB
Impor Daging Sapi Harus Segera Direalisasikan untuk Turunkan Harga
Harga daging sapi nasional mencapai Rp142.000 per kilogram karena realisasi impor masih sekitar 40 persen. [Suara.com/Andi]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta importir mempercepat realisasi impor daging sapi.
  • Harga daging sapi nasional mencapai Rp142.000 per kilogram karena realisasi impor masih sekitar 40 persen.
  • Pemerintah berencana mencari alternatif pemasok luar negeri baru dan mendorong peningkatan realisasi impor daging kerbau.

Suara.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta importir segera mengejar realisasi impor daging sapi untuk menambah pasokan di dalam negeri. Langkah ini diperlukan setelah harga daging sapi rata-rata nasional mencapai sekitar Rp142.000 per kilogram.

Budi mengatakan realisasi impor daging sapi saat ini masih di bawah 50%, atau rata-rata baru sekitar 40%. Padahal, para importir sudah mendapatkan kuota melalui Neraca Komoditas dan izin impor telah diterbitkan pemerintah.

"Realisasi impornya sekarang masih di bawah 50%, rata-rata 40%. Jadi kami minta untuk segera merealisasikan impornya karena waktu itu kan sudah dapat apa namanya kuota waktu Neraca Komoditas. Izin semua juga langsung kita keluarkan," kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, pemerintah telah meminta para importir segera mencari sumber atau pemasok daging sapi dari luar negeri dengan harga yang lebih kompetitif. Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat membantu menekan harga daging sapi di pasar domestik.

Budi mengatakan harga daging sapi di sejumlah daerah bahkan lebih tinggi dari rata-rata nasional. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi jangkauan distribusi yang tidak sama antarwilayah.

"Ya, kalau teman-teman lihat rata-rata nasionalnya kan Rp142.000, rata-rata nasionalnya kalau di SP2KP. Memang ada di daerah di daerah tertentu itu yang lebih tinggi, terutama yang jangkauan distribusinya mungkin tidak semudah di daerah lain ya," ujarnya.

Budi menyebut keterlambatan realisasi impor salah satunya dipengaruhi kenaikan biaya impor. Kenaikan biaya logistik dan transportasi juga menjadi perhatian importir dalam mencari sumber pasokan baru.

"Ya, jadi memang salah satunya faktor ya biaya ya, biaya yang biaya apa namanya impor yang naik. Jadi sekarang sebagian lagi nyari produk daging sapi yang tentu apa namanya, biayanya enggak terlalu mahal. Tapi mereka teman-teman bilang siap untuk segera menambah realisasi impornya," katanya.

Pemerintah juga membuka opsi mencari pemasok dari negara selain Australia. Selama ini, Australia menjadi salah satu sumber utama pasokan daging sapi impor Indonesia.

baca juga

Selain daging sapi, pemerintah akan mendorong realisasi impor daging kerbau yang juga masih rendah. Budi mengatakan realisasi impor daging kerbau saat ini belum mencapai 50%.

"Jadi kita sebenarnya ada ada beberapa pilihan ya, tapi memang selama ini kebanyakan dari Australia. Tapi kita sedang mencoba dari beberapa negara yang bisa memasok, termasuk mungkin kita itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga kan ya. Itu kan juga relatif lebih murah, itu realisasinya juga belum belum banyak," tutur Budi.

Kemendag juga akan kembali berkoordinasi dengan para importir untuk mengetahui kendala yang membuat realisasi impor belum optimal.

"Jadi kemarin ada yang sudah langsung dihubungi ya karena kita kan sudah biasa kenal itu ya para importirnya. Terus Zoom juga, nanti juga mungkin 1-2 hari ini lagi kita jadwalkan lagi untuk rapat bareng ya. Jadi kendalanya di mana, maksudnya kenapa realisasinya misalnya baru," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendag Dorong Mahasiswa Juga Jadi Aktivis Ekspor

Mendag Dorong Mahasiswa Juga Jadi Aktivis Ekspor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:05 WIB

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:52 WIB

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

Kawal Jakmania ke GBK, 934 Petugas Disiagakan di 47 Titik Pengamanan Kota Bekasi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:30 WIB

Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung

Modal Printer Rumahan Cetak Uang Palsu, Pria di Lampung Timur Dibekuk Usai Beli Rokok di Warung

Lampung | Sabtu, 12 September 2026 | 15:29 WIB

Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Kecelakaan Tunggal Cileungsi-Jonggol, Penumpang Bak Pikap Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 15:29 WIB

Capricorn Wajib Tahu! Ini 6 Ide Bisnis Paling Cuan yang Cocok dengan Karakter Pekerja Kerasmu

Capricorn Wajib Tahu! Ini 6 Ide Bisnis Paling Cuan yang Cocok dengan Karakter Pekerja Kerasmu

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 15:25 WIB

Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski

Unabomber Tayang 25 September di Netflix, Bawa Kisah Kelam Ted Kaczynski

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:22 WIB

Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan

Behind Every Star: Sisi Gelap Ambisi di Balik Gemerlap Industri Hiburan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:20 WIB

Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?

Pemerintah Rajin Membuat Program, Apakah Hidup Rakyat Makin Membaik?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:15 WIB

Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu

Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 15:14 WIB

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 15:13 WIB

×