Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah Indonesia dan Filipina menyepakati sistem barter untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam aktivitas perdagangan internasional. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia dan Filipina menyepakati sistem barter untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam aktivitas perdagangan internasional.
  • Indonesia akan mengimpor serat abaka dan bijih besi dari Filipina untuk diolah menjadi produk tekstil dan baja jadi.
  • Kebijakan yang difasilitasi PT Trade Barter Indonesia ini bertujuan meningkatkan ekspor nasional di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Filipina sepakat melakukan barter di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan sistem barter menjadi salah satu alternatif untuk berniaga sembari mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam aktivitas ekspor dan impor.

Dalam kerja sama ini, Indonesia akan mengimpor serat abaka dan bijih besi dari Filipina. Sebagai gantinya, bahan baku tersebut akan dikirim kembali ke Filipina setelah diolah menjadi tekstil dan baja.

Barter dilaksanakan setelah nilai tukar rupiah terus anjlok dan mencapai Rp18.180 per dola AS pada awal pekan ini.

"Ini sistem barter, jadi kita tidak menggunakan mata uang dolar. Karena nanti masing-masing negara mempunyai agen yang memfasilitasi," ujar Budi Santoso di Kemendag, Senin (8/6/2026).

Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan kesepakatan antara pelaku usaha Indonesia dan Filipina yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.

Pada tahap awal, Indonesia akan mengimpor serat abaka, komoditas yang berasal dari tanaman sejenis pisang. Abaka akan digunakan sebagai bahan baku industri tekstil nasional.

Serat abaka tersebut nantinya akan diolah oleh industri tekstil dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI). Setelah diproses menjadi produk tekstil bernilai tambah, hasil produksinya akan diekspor kembali ke Filipina.

Selanjutnya Indonesia akan mendatangkan bijih besi atau iron ore dari Filipina untuk kebutuhan bahan baku industri baja nasional. Selanjutnya, bahan baku tersebut akan diproses oleh industri dalam negeri sebelum dikirim kembali ke Filipina dalam bentuk baja jadi.

Budi mengatakan kerja sama barter tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

baca juga

Selain itu, skema tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing dalam transaksi perdagangan internasional.

Dalam kerja sama ini, PT Trade Barter Indonesia (TBI) ditunjuk sebagai agen yang memfasilitasi pertemuan antara eksportir dan importir dari kedua negara.

Perwakilan PT TBI menjelaskan barter tidak harus dilakukan dalam satu rantai industri yang sama. Melalui sistem tersebut, suatu negara dapat menukar komoditas yang dimiliki dengan produk lain yang dibutuhkan melalui mekanisme pencocokan perdagangan yang dilakukan agen.

Karena itu, peluang perdagangan yang dapat dilakukan melalui barter dinilai jauh lebih luas dibandingkan hanya pertukaran bahan baku tekstil dan baja.

Budi mengungkapkan Indonesia sebelumnya juga telah menjalankan skema barter dengan Mesir. Saat itu Indonesia mengimpor kurma dari Mesir dan mengekspor kopi sebagai barang penggantinya.

"Iya. Jadi barter bisa untuk semua komoditas. Ini pernah dilakukan juga dengan Mesir. Waktu itu kita impor kurma, kita ekspor kopi," kata Budi.

Ia menambahkan saat ini terdapat sembilan negara yang telah menjalin kerja sama barter dengan Indonesia melalui fasilitasi PT TBI. Beberapa di antaranya yakni Filipina, Mesir, Ghana, Jepang, China dan sejumlah negara di kawasan Eropa.

Ke depan, pemerintah akan terus memperluas penjajakan kerja sama barter untuk berbagai komoditas lainnya melalui kegiatan business matching antarpelaku usaha.

"Jadi ini salah satu solusi, sebenarnya, ya. Bagaimana pertama kita meningkatkan ekspor kita, dan bagaimana kita dengan barter ini kan tidak tergantung mata uang asing. Ya saya pikir itu tidak membebani ekspor dan impor, ya, tidak membebani eksportir dan importir," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!

IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 12:54 WIB

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:37 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:35 WIB

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

×