Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB
Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah Indonesia dan Filipina menyepakati sistem barter untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam aktivitas perdagangan internasional. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]
  • Pemerintah Indonesia dan Filipina menyepakati sistem barter untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam aktivitas perdagangan internasional.
  • Indonesia akan mengimpor serat abaka dan bijih besi dari Filipina untuk diolah menjadi produk tekstil dan baja jadi.
  • Kebijakan yang difasilitasi PT Trade Barter Indonesia ini bertujuan meningkatkan ekspor nasional di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dan Filipina sepakat melakukan barter di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan sistem barter menjadi salah satu alternatif untuk berniaga sembari mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam aktivitas ekspor dan impor.

Dalam kerja sama ini, Indonesia akan mengimpor serat abaka dan bijih besi dari Filipina. Sebagai gantinya, bahan baku tersebut akan dikirim kembali ke Filipina setelah diolah menjadi tekstil dan baja.

Barter dilaksanakan setelah nilai tukar rupiah terus anjlok dan mencapai Rp18.180 per dola AS pada awal pekan ini.

"Ini sistem barter, jadi kita tidak menggunakan mata uang dolar. Karena nanti masing-masing negara mempunyai agen yang memfasilitasi," ujar Budi Santoso di Kemendag, Senin (8/6/2026).

Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan kesepakatan antara pelaku usaha Indonesia dan Filipina yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.

Pada tahap awal, Indonesia akan mengimpor serat abaka, komoditas yang berasal dari tanaman sejenis pisang. Abaka akan digunakan sebagai bahan baku industri tekstil nasional.

Serat abaka tersebut nantinya akan diolah oleh industri tekstil dalam negeri yang tergabung dalam Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI). Setelah diproses menjadi produk tekstil bernilai tambah, hasil produksinya akan diekspor kembali ke Filipina.

Selanjutnya Indonesia akan mendatangkan bijih besi atau iron ore dari Filipina untuk kebutuhan bahan baku industri baja nasional. Selanjutnya, bahan baku tersebut akan diproses oleh industri dalam negeri sebelum dikirim kembali ke Filipina dalam bentuk baja jadi.

Budi mengatakan kerja sama barter tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, skema tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing dalam transaksi perdagangan internasional.

Dalam kerja sama ini, PT Trade Barter Indonesia (TBI) ditunjuk sebagai agen yang memfasilitasi pertemuan antara eksportir dan importir dari kedua negara.

Perwakilan PT TBI menjelaskan barter tidak harus dilakukan dalam satu rantai industri yang sama. Melalui sistem tersebut, suatu negara dapat menukar komoditas yang dimiliki dengan produk lain yang dibutuhkan melalui mekanisme pencocokan perdagangan yang dilakukan agen.

Karena itu, peluang perdagangan yang dapat dilakukan melalui barter dinilai jauh lebih luas dibandingkan hanya pertukaran bahan baku tekstil dan baja.

Budi mengungkapkan Indonesia sebelumnya juga telah menjalankan skema barter dengan Mesir. Saat itu Indonesia mengimpor kurma dari Mesir dan mengekspor kopi sebagai barang penggantinya.

"Iya. Jadi barter bisa untuk semua komoditas. Ini pernah dilakukan juga dengan Mesir. Waktu itu kita impor kurma, kita ekspor kopi," kata Budi.

Ia menambahkan saat ini terdapat sembilan negara yang telah menjalin kerja sama barter dengan Indonesia melalui fasilitasi PT TBI. Beberapa di antaranya yakni Filipina, Mesir, Ghana, Jepang, China dan sejumlah negara di kawasan Eropa.

Ke depan, pemerintah akan terus memperluas penjajakan kerja sama barter untuk berbagai komoditas lainnya melalui kegiatan business matching antarpelaku usaha.

"Jadi ini salah satu solusi, sebenarnya, ya. Bagaimana pertama kita meningkatkan ekspor kita, dan bagaimana kita dengan barter ini kan tidak tergantung mata uang asing. Ya saya pikir itu tidak membebani ekspor dan impor, ya, tidak membebani eksportir dan importir," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!

IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 12:54 WIB

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:37 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Saat Rupiah Kian Tertinggal, Jangan Keliru Membaca Ramainya Wisata Belanja

Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Terkini

AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket

AS Siapkan Tarif Baru 10 Persen, Mendag Optimis Ekspor Indonesia Meroket

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:24 WIB

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Sah! RI Bakal Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia Lewat Lemigas Hingga Akhir 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:20 WIB

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:56 WIB

Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia

Bahlil: Harga LNG Naik Bukan Hanya di Indonesia

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:49 WIB

Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian

Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:46 WIB

APBN 2026 Defisit Rp180 Triliun, Menkeu Purbaya Buka Suara

APBN 2026 Defisit Rp180 Triliun, Menkeu Purbaya Buka Suara

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:44 WIB

Konsolidasi Lagi, Dasco Kumpulkan Menteri ESDM-Danantara Yakinkan Investor dan Publik

Konsolidasi Lagi, Dasco Kumpulkan Menteri ESDM-Danantara Yakinkan Investor dan Publik

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:32 WIB

Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026

Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:11 WIB

BBCA Jebol di Bawah Rp 5.000, Ini Target Harga Saham Perbankan Menurut Analis

BBCA Jebol di Bawah Rp 5.000, Ini Target Harga Saham Perbankan Menurut Analis

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!

IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 12:54 WIB