KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:36 WIB
KRAS Ubah Jalur Distribusi Baja, Biaya Logistik Bisa Turun 12%
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mulai mengembangkan jalur distribusi alternatif untuk memangkas biaya dan membuat rantai pasok lebih efisien. Foto ist.
baca 10 detik
  • Krakatau Steel siapkan jalur Ro-Ro untuk efisiensi logistik 10–12%.
  • Efisiensi logistik dinilai penting untuk memperkuat daya saing industri baja.
  • KRAS dukung Zero ODOL 2027 demi rantai pasok yang aman dan efisien.

Suara.com - Persoalan logistik ternyata menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing industri baja nasional. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) bahkan mulai mengembangkan jalur distribusi alternatif untuk memangkas biaya dan membuat rantai pasok lebih efisien.

Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui layanan Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) Vessel yang menghubungkan Pelabuhan Cigading dengan Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung. Jalur laut ini disebut memiliki potensi menciptakan efisiensi distribusi sekitar 10–12%.

Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, mengatakan persoalan logistik tidak bisa lagi dilihat sebatas aktivitas memindahkan barang dari satu lokasi ke lokasi lain. Logistik memiliki pengaruh langsung terhadap nilai tambah, struktur biaya, hingga harga produk yang diterima masyarakat.

“Logistik bukan hanya soal bagaimana barang berpindah dari pabrik, gudang, hingga konsumen, tetapi bagaimana logistik memberikan value added dan menggerakkan perputaran ekonomi secara luas,” ujar Akbar dalam kegiatan Krakatau Steel Goes to Campus di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Senin (24/8).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi logistik menjadi bagian penting dari strategi industri, terutama bagi sektor yang memiliki rantai pasok panjang seperti baja.

Krakatau Steel Group melihat konektivitas antarpelabuhan sebagai salah satu ruang untuk meningkatkan efisiensi distribusi. Penggunaan layanan Ro-Ro dari Cigading menuju Panjang menjadi alternatif terhadap pola distribusi yang selama ini mengandalkan jalur darat.

Dengan potensi efisiensi 10–12%, perubahan jalur distribusi tersebut dapat memberikan ruang bagi perusahaan untuk menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Bagi industri baja, efisiensi menjadi semakin penting karena rantai bisnisnya tidak berdiri sendiri. Pergerakan produk baja melibatkan berbagai sektor mulai dari transportasi, pelabuhan, vendor, hingga tenaga kerja.

Akbar yang juga menjabat Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) dan Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) menilai industri baja memiliki efek domino yang luas terhadap perekonomian.

baca juga

Karena itu, penguatan ekosistem industri baja dan logistik dinilai dapat menjadi salah satu fondasi untuk mendorong industrialisasi serta meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Namun, efisiensi logistik yang didorong Krakatau Steel tidak hanya berorientasi pada penurunan biaya.

Perusahaan juga menyatakan komitmennya mendukung penerapan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027. Pengangkutan produk diarahkan menggunakan sarana transportasi sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.

Kebijakan tersebut menjadi penting karena persoalan kelebihan muatan tidak hanya menyangkut biaya angkut, tetapi juga keselamatan, umur infrastruktur jalan, serta keberlanjutan rantai distribusi.

Dengan demikian, efisiensi yang dibangun tidak semata-mata mencari ongkos transportasi termurah, tetapi juga memastikan proses distribusi berlangsung aman dan sesuai standar.

Pesan mengenai pentingnya efisiensi tersebut juga dibawa Krakatau Steel kepada mahasiswa melalui program Krakatau Steel Goes to Campus di Untirta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krakatau Steel (KRAS) Dorong Implementasi FTA Perkuat Industri dan Daya Saing Nasional

Krakatau Steel (KRAS) Dorong Implementasi FTA Perkuat Industri dan Daya Saing Nasional

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Mau Panggil Menhub Gegara Pengusaha Ngeluh Biaya Logistik Mahal

Purbaya Mau Panggil Menhub Gegara Pengusaha Ngeluh Biaya Logistik Mahal

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi

Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 07:49 WIB

Terkini

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

×