Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 29 Juli 2026 | 07:49 WIB
Saat Biaya Logistik Ditekan, Pelaku Industri Beralih ke Layanan Distribusi Terintegrasi
Ilustrasi logistik. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional menjadi 12,5 persen pada tahun 2029 demi meningkatkan daya saing ekonomi.
  • CEO SiCepat Ekspres Barry Lim meluncurkan layanan logistik B2B terintegrasi di Puninar, Jakarta, pada Senin, 28 Juli 2026.
  • Layanan SiCepat Logistik menggunakan sistem terpadu untuk menangani distribusi rantai pasok dari produsen hingga konsumen akhir.

Suara.com - Efisiensi logistik menjadi salah satu fokus pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Biaya logistik Indonesia masih mencapai sekitar 14,29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), jauh di atas sejumlah negara maju yang berada di kisaran 8-10 persen.

Pemerintah pun menargetkan rasio tersebut turun menjadi 12,5 persen pada 2029 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan menekan biaya distribusi barang.

Di saat yang sama, aktivitas distribusi barang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, sementara lapangan usaha transportasi dan pergudangan menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 8,98 persen pada triwulan IV 2025 secara tahunan.

Kondisi ini menunjukkan kebutuhan terhadap layanan logistik yang semakin efisien dan terintegrasi terus meningkat.

Tantangan tersebut mendorong perusahaan logistik mengembangkan layanan yang mampu menyederhanakan rantai pasok.

Integrasi layanan dinilai dapat membantu pelaku usaha mengurangi kompleksitas distribusi, meningkatkan visibilitas pengiriman, sekaligus memperkuat efisiensi operasional mulai dari produsen hingga barang diterima konsumen.

Menjawab kebutuhan tersebut, SiCepat resmi meluncurkan SiCepat Logistik, layanan logistik business-to-business (B2B) yang didukung jaringan operasional SiCepat Ekspres. Peluncuran dilakukan dalam konferensi pers di Puninar, Jakarta, Senin (28/7/2026).

Layanan tersebut menyasar perusahaan manufaktur, pemilik merek, distributor, hingga retailer yang selama ini menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan distribusi, mulai dari penggunaan banyak vendor logistik, keterbatasan visibilitas pengiriman, rendahnya akuntabilitas layanan, hingga jangkauan distribusi yang belum optimal.

SiCepat Logistik mengintegrasikan layanan logistik end-to-end dalam satu sistem yang mengusung konsep One Partner, One System, One Accountability.

baca juga

"Yang membedakan SiCepat Logistik bukan sekadar ragam layanan yang kami tawarkan, tapi bagaimana seluruh layanan itu berjalan dalam satu sistem yang sama. Customer kami tidak perlu lagi mengelola banyak vendor dengan standar dan visibilitas yang berbeda-beda, cukup satu mitra, satu sistem, satu akuntabilitas, dari gudang hingga ke tangan pelanggan akhir," ujar CEO SiCepat Ekspres Barry Lim.

Layanan SiCepat Logistik mencakup Full Truckload (FTL), Less Than Truckload (LTL), warehousing, heavy cargo, custom logistics, freight forwarding melalui jalur udara dan laut, export-import & customs clearance, hingga value added service.

Dalam ekosistem SiCepat Group, SiCepat Logistik menangani distribusi pada tahap first mile hingga middle mile, mulai dari manufacturer, principal atau brand, distributor, retailer, hingga pelaku usaha kecil dan menengah menuju pergudangan.

Selanjutnya, SiCepat Ekspres melanjutkan distribusi pada tahap last mile hingga barang diterima pelanggan melalui berbagai kanal penjualan, baik e-commerce, social commerce, web store, toko ritel, maupun jaringan drop point dan agen.

Integrasi kedua layanan tersebut memungkinkan pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh, mulai dari pengiriman bahan baku hingga distribusi produk ke berbagai kanal penjualan.

Selain itu, perusahaan memperkenalkan SiCepat Fast Lane, layanan distribusi antarpulau melalui jalur laut yang diklaim menawarkan waktu pengiriman lebih cepat dibandingkan layanan laut pada umumnya, biaya lebih rendah dibandingkan jalur udara, serta jadwal keberangkatan yang konsisten.

Peluncuran SiCepat Logistik di Jakarta, Selasa (28/6/2026). [Suara.com/Fakhri]
Peluncuran SiCepat Logistik di Jakarta, Selasa (28/6/2026). [Suara.com/Fakhri]

“Integrasi dengan jaringan SiCepat yang sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia adalah kekuatan utama kami. Proses yang kami tangani di first mile dan middle mile bisa langsung tersambung ke last mile tanpa hand-off yang rumit, itulah kekuatan integrasi yang membuat SLA kami bisa scalable, accountable, dan reliable sekaligus," kata Commercial & External Affairs Director SiCepat Imam Sedayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand

Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:08 WIB

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Biaya Logistik RI Membengkak, Kapal Antre Berhari-hari di Pelabuhan

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:21 WIB

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:18 WIB

Harga BBM Naik, SiCepat Pilih Tahan Ongkir Ketimbang Bebani Konsumen

Harga BBM Naik, SiCepat Pilih Tahan Ongkir Ketimbang Bebani Konsumen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:03 WIB

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Mengapa Biaya Logistik di Indonesia Mahal? Ternyata Ini Akar Masalahnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 10:48 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×