- Produsen es krim PT Aice Group Holdings mencatat kenaikan indeks konsumen sebesar 16,67 poin persentase pada 2026.
- Data Top Brand Index 2026 menunjukkan lonjakan nilai Aice menjadi 27,27 persen atau naik 157 persen secara tahunan.
- Peningkatan tersebut diraih melalui strategi distribusi yang agresif, inovasi produk, serta konsistensi kualitas di seluruh Indonesia.
Suara.com - Eksekusi strategi distribusi yang agresif serta inovasi produk yang konsisten membawa salah satu raksasa manufaktur F&B nasional membukukan kenaikan indeks konsumen sebesar 16,67 poin persentase pada 2026.
Pencapaian ini menegaskan efektivitas korporasi dalam mengonversi penetrasi jaringan saluran penjualan (outlets) menjadi pertumbuhan loyalitas merek yang nyata.
Capaian tersebut dibukukan oleh produsen es krim PT Aice Group Holdings. Berdasarkan data Top Brand Index (TBI) 2026 yang dirilis oleh lembaga riset Frontier, nilai indeks Aice melonjak tajam dari 10,60 persen pada 2025 menjadi 27,27 persen pada tahun ini, setara dengan 157 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Aice dalam mengamankan predikat Top Brand Award dan Top Brand for Kids selama delapan tahun berturut-turut sejak 2019.
Kenaikan indeks Aice terjadi di tengah pergeseran dinamis pada peta persaingan industri F&B, khususnya di kategori es krim.
Pengukuran TBI yang menggunakan tiga parameter utama yaitu Top of Mind Awareness, Last Usage, dan Future Intention, mengindikasikan bahwa penguatan posisi Aice didorong oleh kombinasi antara efektivitas strategi pemasaran, konsistensi kualitas, dan jangkauan penetrasi pasar.
![Suasana acara Aice Got You! Panggung Crispymu! di Jakarta, pada Jumat (3/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/04/27851-aice-got-you.jpg)
Senior Brand Manager Aice, Sylvana Zhong, mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan konsumen tidak dapat diperlakukan sebagai sesuatu yang permanen.
“Delapan tahun merupakan perjalanan yang panjang, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah bagaimana kepercayaan itu terus diperbarui. Konsumen sekarang memiliki semakin banyak referensi dan pilihan. Karena itu, penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mendengarkan konsumen dan memastikan Aice tetap relevan dengan kebutuhan mereka,” ujar Sylvana.
Dari sisi operasional dan ekspansi pasar, kinerja Aice ditopang oleh portofolio lebih dari 100 varian produk yang didistribusikan melalui ratusan ribu saluran penjualan di seluruh provinsi Indonesia.
Luasnya ekosistem distribusi ini menjadi kunci utama perusahaan dalam menjaga keterjangkauan produk (product accessibility) hingga ke tingkat pengecer.
Selain penguatan jaringan distribusi, Aice terus membaca perubahan selera konsumen melalui pengembangan produk. Salah satu inovasi terbaru Aice adalah Aice Crispy Balls Shine Muscat, yang menghadirkan perpaduan rasa dan tekstur guna merespons dinamika pasar.
“Selera konsumen berubah cepat. Produk yang diminati beberapa tahun lalu belum tentu sama dengan yang dicari hari ini. Itu sebabnya masukan konsumen terus kami gunakan dalam pengembangan produk dan inovasi Aice,” kata Sylvana.
Sementara itu CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D menilai bahwa tantangan sebuah brand tidak berhenti ketika sudah dikenal dan dipilih. Keberhasilan mempertahankan kepemimpinan pasar sangat bergantung pada kemampuan brand menjaga customer engagement dan konsistensi pengalaman konsumen.
“Top Brand Award bukan sekadar penghargaan atas pencapaian masa lalu, melainkan indikator keberlanjutan brand di masa depan. Brand yang mampu bertahan bukan hanya brand yang dikenal, tetapi juga yang dipercaya dan memiliki tempat khusus di hati konsumennya. Kepercayaan dan kedekatan tersebut tidak dapat dibangun hanya melalui iklan, promosi, atau media sosial, melainkan tumbuh dari kualitas, konsistensi, inovasi, dan keterlibatan yang kuat dengan konsumen,” ujar Handi.