- Video truk dan pemotor masuk tol saat demo viral di media sosial.
- Jasa Marga tutup sementara 10 gerbang tol selama aksi.
- Pengawasan akses tol dipertanyakan setelah video tersebut viral.
Suara.com - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) buka suara setelah sebuah video yang memperlihatkan sejumlah truk terbuka mengangkut rombongan orang serta sederet sepeda motor masuk ke jalan tol viral di media sosial saat aksi demo pada tanggal Kamis 27 Agustus 2026.
Rekaman viral tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan penerapan aturan keselamatan di jalan tol, terlebih kendaraan roda dua dan truk terbuka yang membawa penumpang terlihat berada di ruas jalan yang seharusnya memiliki standar akses dan keselamatan ketat.
Jasa Marga melalui Metropolitan Tollroad Regional Division kemudian memberikan penjelasan melalui Standby Statement Nomor 181/2026 tertanggal 30 Agustus 2026.
Perseroan menyatakan pengelolaan lalu lintas selama aksi unjuk rasa pada 27 Agustus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi yang berkembang di lapangan.
“Dalam kondisi lalu lintas yang dinamis, petugas Jasa Marga berfokus pada upaya menjaga keamanan dan keselamatan pengguna jalan, petugas operasional, serta memastikan kelancaran dan kondusivitas layanan jalan tol,” demikian pernyataan Jasa Marga, Senin (31/8/2026).
Namun, penjelasan tersebut belum secara spesifik menjawab bagaimana rombongan pemotor dan truk terbuka dalam video dapat memasuki akses jalan tol.
Padahal, ketika kondisi di luar jalan tol sedang diwarnai kericuhan, keberadaan rombongan dalam jumlah besar di jalan tol berpotensi menambah persoalan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Jasa Marga menyebut pihaknya melakukan berbagai langkah operasional selama aksi berlangsung. Salah satunya dengan mengatur serta mengalihkan arus lalu lintas untuk kendaraan yang hendak menuju Jalan Tol Dalam Kota Cawang–Tomang–Pluit.
Pengaturan juga dilakukan terhadap kendaraan yang sudah berada di dalam jalan tol. Langkah tersebut diambil untuk menghindari titik-titik yang menjadi pusat kegiatan.
Tak berhenti di situ, Jasa Marga juga melakukan penutupan sementara terhadap 10 gerbang tol sebagai bagian dari pengelolaan lalu lintas.
Perseroan turut melakukan pengalihan arus pada sedikitnya tiga gerbang tol menuju Jalan Tol Cawang–Tomang–Pluit.
“Langkah operasional tersebut dilakukan secara situasional dengan memperhatikan kondisi lalu lintas dan aspek keselamatan di lapangan,” tulis Jasa Marga.
Jasa Marga juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan seluruh pemangku kepentingan terkait dalam menangani situasi tersebut.
Sebelumnya dalam video yang beredar di media sosial, tampak logo Jasa Marga serta timestamp pada bagian kanan bawah rekaman. Berdasarkan timestamp, kejadian tersebut berlangsung pada 27 Agustus 2026 sekitar pukul 20.52 WIB.
Lokasi gerbang tol dalam video disebut terdeteksi berada di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan lantaran rombongan yang berada di atas truk dan mengendarai sepeda motor itu diduga bagian dari rombongan ormas GRIB yang hendak membubarkan kericuhan massa yang terjadi pada malam hari.
Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar: mengapa rombongan tersebut bisa masuk ke akses jalan tol dan apakah terdapat izin atau pengaturan khusus dari pengelola?