- Kementerian ESDM menetapkan target lifting minyak bumi sebesar 612.500 barel per hari dalam RAPBN 2027.
- Realisasi hingga Juli 2026 belum mencapai target akibat penurunan produksi Blok Cepu dan gangguan listrik Sumatera.
- Menteri ESDM optimistis target 2027 tercapai melalui sumur baru, proyek Petronas Madura, serta penerapan teknologi EOR.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mematok target lifting minyak bumi sebesar 612.500 barel per hari dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Angka tersebut terkoreksi naik dari draft awal yang tercatat sebesar 610.000 barel per hari.
Penyesuaian target ini ditetapkan di tengah realisasi lifting minyak tahun 2026 yang dipastikan belum memenuhi target.
Hingga 31 Juli 2026, capaian rata-rata produksi minyak bumi Indonesia baru menyentuh 578.156 barel per hari, masih di bawah target APBN 2026 yang sebesar 610.000 bph.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, membeberkan sejumlah kendala teknis yang memicu tidak tercapainya target tahun ini.
Salah satunya adalah penurunan laju produksi di Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil, dari semula 185.000 barel per hari merosot menjadi 140.000 barel per hari.
![Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026). [Suara.com/Yaumal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/73983-menteri-esdm-bahlil-lahadalia.jpg)
Selain itu, gangguan pasokan listrik di blok migas wilayah Sumatera memicu kehilangan potensi produksi hingga 4-5 juta barel.
"Nah itu, kemudian membuat target terhadap lifting di 2026 itu masih belum tercapai di 610.000 barel," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Meski begitu, Bahlil optimistis target lifting 612.500 barel per hari pada 2027 dapat terealisasi.
Optimisme tersebut didorong oleh masuknya tambahan produksi dari sejumlah sumur baru, di antaranya proyek Petronas di Madura, penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pembukaan sumur baru di Sumatera.
"Jadi saya pikir Insyaallah doakan saja mudah-mudahan enggak ada trouble di sektor listrik atau di pipa. Pipa itu kan juga bisa membuat problem ketika lifting-nya naik tapi penyalurannya enggak bisa kita lakukan. Kemarin kan terjadi hambatan di situ," pungkas Bahlil.