LMS 2025: Infrastruktur Bendungan dan Pengadaan Pangan Jadi Dua Sisi Mata Uang Tak Terpisahkan

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 16 Oktober 2025 | 11:19 WIB
LMS 2025: Infrastruktur Bendungan dan Pengadaan Pangan Jadi Dua Sisi Mata Uang Tak Terpisahkan
Topik “Sustainable Infrastructure for National Resilience and The Role of Local Media” dalam LMS 2025, hadir sebagai pembicara Dr. Drs. Yayat Supriyatna, MSP (Akademisi & Pengamat Tata Kota), serta Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota (Suara.com/CNR ukirsari)

Suara.com - Bak dua sisi keping mata uang, infrastruktur bendungan dan pengadaan pangan adalah hal tidak terpisahkan. Demikian dipaparkan dalam Local Media Summit (LMS) yang digelar Suara.com bersama International Media Support (IMS). Sebuah wadah berdiskusi dan berjejaring bagi pengelola media lokal dan skala kecil se-Indonesia, juga media berbasis platform (medsos), bersama stakeholder dari platform internet, agensi periklanan, lembaga donor, penyedia teknologi, juga pemerintah dan swasta.

Berlangsung di Ballroom Hotel JW Marriott, Jakarta, dengan tema “Digital Media Sustainability for a Healthy Information Ecosystem”, LMS telah dihelat empat kali, yaitu 2022, 2023, 2024, dan terbaru 2025.

Dalam topik “Sustainable Infrastructure for National Resilience and The Role of Local Media”, hadir sebagai pembicara adalah Dr. Drs. Yayat Supriyatna, MSP (Akademisi & Pengamat Tata Kota), serta Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota.
Yayat Supriyatna mengantar topik dengan menilik negara tetangga kita, Singapura. Utamanya soal transportasi umum. Bahwa infrastruktur adalah pembentuk dan penopang, yang mampu membentuk nilai-nilai baru.

“Di negara kita sendiri, pangan menjadi isu yang sangat seksi di masa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Sehebat apapun teknologi, bila kebutuhan makan tidak dicukupi maka akan menjadi isu besar. Ancaman pangan akan menimbulkan isu besar. Seperti perang Rusia dan Ukraina yang memunculkan isu ketersediaan gandum,” jelas Yayat Supriyatna.

Dr. Drs. Yayat Supriyatna, MSP, "Infrastruktur menjadi isu penting dan berhubungan langsung dengan kedaulatan pangan." (Suara.com/CNR ukirsari)
Dr. Drs. Yayat Supriyatna, MSP, "Infrastruktur menjadi isu penting dan berhubungan langsung dengan kedaulatan pangan." (Suara.com/CNR ukirsari)

“Infrastruktur menjadi isu penting dan berhubungan langsung dengan kedaulatan pangan. Kita tidak bisa berhasil bila tidak didukung dengan sistem pengairan yang baik untuk pengadaan makanan pokok,” jelasnya.

Di sisi lain, hampir 60 persen penduduk Indonesia hidup di Jawa. Terjadi alih fungsi tanah, terjadi tekanan akan pengadaan lahan sekaligus tantangan untuk mengantisipasi.
“Caranya adalah mengadakan bendungan, irigasi, dan saluran pendukungnya,” tukas Yayat Supriyatna.

Dalam hal ini diperlukan peran BUMN utamanya yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi. Pembangunan infrastruktur air dan pendukungnya mesti terus dilakukan.
"Misalnya seperti yang dilakukan Waskita Karya, perusahaan konstruksi milik negara ini banyak membangun bendungan untuk mendukung irigasi, juga mengatasi banjir yang bisa dikendalikan, juga berperan sebagai pembangkit listrik. Atau dengan kata lain bendungan sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Inilah yang menjadikan infrastruktur bendungan dan pengadaan pangan adalah hal tidak terpisahkan. Atau bak dua sisi keping mata uang.

Selanjutnya, Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota menyampaikan pentingnya peran bendungan bagi kemandirian pangan nasional di negara kita.

“Hal ini menjelaskan bagaimana program infrastruktur strategis nasional seperti bendungan dan irigasi—yang sejalan dengan Visi 2, 3, dan 6 dari Asta Cita kabinet Presiden Prabowo Subianto diterjemahkan menjadi kebijakan teknis di tingkat provinsi dan kabupaten untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ungkapnya.

baca juga
Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota, "Program infrastruktur strategis nasional seperti bendungan dan irigasi sejalan Asta Cita kabinet Presiden Prabowo Subianto." (Suara.com/CNR ukirsari)
Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota, "Program infrastruktur strategis nasional seperti bendungan dan irigasi sejalan Asta Cita kabinet Presiden Prabowo Subianto." (Suara.com/CNR ukirsari)

Disebutkan bahwa hadirin yang terdiri dari para jurnalis lokal sampai nasional bisa menerapkan sederet poin penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang air, pangan, dan energi, serta infrastruktur yang bisa digunakan sebagai narasi untuk menjembatani implementasi dalam program nasional. Yaitu Implementasi Visi Nasional di Tingkat Regional.

“Contohnya adalah bendungan, dan jaringan irigasi. Perlu dukungan dari provinsi sampai ke daerah, supaya tidak terputus,” ujar Nirwono Joga.

Disebutkannya sejumlah BUMN termasuk Waskita Karya telah melakukan pembangunan, antara lain membangun bendungan yang menjadi andalan bagi masyarakat sekitar. Seperti Bendungan Rukoh (Aceh), Bendungan Jlantah (Karanganyar, Jawa Tengah), Bendungan Jragung (Semarang, Jawa Tengah), Bendungan Temef (Nusa Tenggara Timur), dan Bendungan Raknamo (Nusa Tenggara Timur).

"Kita mendorong BUMN Konstruksi seperti Waskita Karya untuk berperan lebih penting lagi dalam pembangunan infrastrukturnya. Contohnya bendungan. Mari kita melihat jumlahnya, berdasar data resmi PU baru 75 bangunan. Selama lima tahun ke depan pun baru menambah paling banter, kalau pun lancar 16-20, artinya tidak lebih dari 100-an," rincinya.

Menurutnya, pembuatan bendungan sudah banyak, namun bila berkaca ke negara-negara lain, semisal Jepang, jumlahnya di atas angka 6.000. Kemudian Seoul di angka 3.000-an. Sedangkan Tiongkok jumlah mencapai 98.000 bendungan.

“Artinya Indonesia masih tertinggal untuk kebutuhan bendungan. Di sinilah peranan dari BUMN, termasuk Waskita Karya, agar lebih banyak lagi berkontribusi membangun bendungan-bendungan di berbagai wilayah Indonesia,” tandas Nirwono Joga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten dalam The 16th IICD CG Award 2025

Waskita Karya Kembali Masuk Top 50 Emiten dalam The 16th IICD CG Award 2025

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 11:23 WIB

Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Wujud Nyata Implementasi Tata Kelola Baik, Waskita Karya Raih Top GRC Awards 2025 Stars 5

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 16:26 WIB

Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Berkomitmen Jaga Kepercayaan Publik, Waskita Karya Raih Public Relation Popular Companies Award 2025

Bisnis | Jum'at, 08 Agustus 2025 | 20:55 WIB

Konsisten Jalankan Program, Waskita Raih Dua Penghargaan pada Ajang TJSL & CSR Award 2025

Konsisten Jalankan Program, Waskita Raih Dua Penghargaan pada Ajang TJSL & CSR Award 2025

Bisnis | Jum'at, 27 Juni 2025 | 19:04 WIB

Kerja Sama Waskita Karya - Kejati DIY: Tingkatkan Efektivitas Penanganan Masalah Hukum

Kerja Sama Waskita Karya - Kejati DIY: Tingkatkan Efektivitas Penanganan Masalah Hukum

Bisnis | Kamis, 19 Juni 2025 | 15:57 WIB

Benteng Pendem Ambarawa Garapan Waskita Karya Siap Jadi Destinasi Wisata

Benteng Pendem Ambarawa Garapan Waskita Karya Siap Jadi Destinasi Wisata

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 17:04 WIB

Terkini

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Paket Lengkap: Rupiah Rekor Terendah, IHSG Turun Jadi Bursa Terburuk di Asia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Sinopsis '4 Out: Mo Ichido, Play Ball', Film Jepang Dibintangi Aiba Masaki

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Modus Penyelewengan Beras SPHP: Dibeli Murah, Dikemas Ulang, Dijual Lebih Mahal

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

JKT48 hingga Inul Daratista Siap Guncang Grand Final AXIS Nation Cup 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bos BI Akui Rupiah Dalam Tekanan Usai Hashim Wanti-wanti Bisa Tembus Rp21.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

TNI Ikut Amankan Demo 28 Oktober, Komisi I DPR Sebut Lumrah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:46 WIB

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

JRKN Soroti Rangkap Jabatan Kapolri Suyudi: Tabrak UU Narkotika dan Langkahi Akal Sehat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Parah Jadi Para, Gaji Jadi Gajih: Ketika Satu Huruf Mengubah Makna Bahasa

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:45 WIB

×