-
Pemkab Sidoarjo memberikan asesmen dan pendampingan kesehatan jiwa bagi 59 santri korban keracunan MBG.
-
Sebanyak 644 santri diduga keracunan pascamenyantap makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.
-
Badan Gizi Nasional telah menjatuhkan sanksi penghentian sementara operasional berat terhadap penyedia makanan terkait.
Suara.com - MBG atau makan bergizi gratis mendunia. Bukan karena manfaat tapi karena sudah banyak korban berjatuhan karena program ambisius Presiden Prabowo Subianto Ini.
Salah satu media internasional yang menyoroti MBG adalah media Inggris, Daily Mail. Dalam unggahan resmi instagramnya, mereka menyoroti Lebih dari 600 siswa di Java Timur Indonesia dirawat di rumah sakit dengan keracunan makanan yang diyaki disebabkan oleh makanan yang disediakan MBG.
"Presiden Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan program bernilai miliaran dolar untuk mencegah kekurangan gizi pada tahun lalu dengan memberikan makanan gratis kepada puluhan juta anak, tetapi program ini mengalami kontroversi," tulis Daily Mail.
"Telah terjadi kasus keracunan makanan massal yang terkait dengan program ini. Pada 8 Agustus, setidaknya 37.600 kasus keracunan makanan yang terkait dengan program ini telah terjadi, menurut Network for Education."
Sorotan tajam juga datang dari media berbasis di Timur Tengah, Al Jazeera. Mereka menyoroti ketimpangan antara kucuran dana yang fantastis dan jaminan keselamatan penerima bantuan.
Pemerintah mengucurkan dana triliunan rupiah setiap hari demi menopang operasional distribusi pangan gratis ini. Namun, efektivitas penggunaan anggaran raksasa tersebut kini dipertanyakan oleh banyak pihak internasional.
"Ribuan kasus telah dikaitkan dengan program senilai US$4,3 miliar yang diluncurkan tahun lalu tersebut," tulis Al Jazeera di Instagram resminya, Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, media Singapura Channel News Asia (CNA) turut menyiarkan tingginya angka kasus gangguan kesehatan akibat konsumsi hidangan program ini.
CNA merujuk pada temuan data pengawasan independen untuk menggambarkan masifnya dampak masalah ini.