- PGN kembangkan ekonomi desa lewat UMKM, wisata, dan energi berkelanjutan.
- Balkondes Karangrejo cetak omzet Rp3,6 miliar pada 2024.
- Pendapatan petani karet Pagardewa naik 33,3% menjadi Rp57,6 juta.
Sebanyak 331,6 kilogram sampah dikumpulkan untuk dipilah dan diproses kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan festival tersebut dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai ruang untuk mempertemukan potensi desa dengan pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong agar produk lokal, UMKM, kreativitas masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” katanya.
Dampak pemberdayaan ekonomi juga terlihat melalui Program Pendekar Dewa di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai komoditas karet, mengembangkan UMKM, meningkatkan akses terhadap kebutuhan dasar serta membuka potensi wisata lokal.
Hasilnya, pendapatan petani karet yang terlibat dalam program tersebut pada 2025 mencapai Rp57,6 juta per tahun. Angka itu meningkat 33,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
PGN juga membuka peluang ekonomi bagi kelompok perempuan melalui pengembangan UMKM. Di sisi lain, potensi Danau Kemiri dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
Sepanjang 2025, Danau Kemiri mencatat 6.554 kunjungan, dengan pendapatan wisata mencapai Rp92,48 juta. Angka tersebut melonjak 191% dibandingkan periode sebelumnya.
Krisdyan mengatakan pengembangan ekonomi desa tidak dapat menggunakan pendekatan yang seragam karena setiap wilayah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda.
“Setiap desa memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Sehingga pendekatan pemberdayaan harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan potensi lokal,” ujarnya.
Atas berbagai inisiatif tersebut, PGN mendapatkan penghargaan dalam Anugerah Ekonomi Hijau 2026 pada 3 September 2026 untuk kategori Inisiatif Mendukung Kemandirian Ekonomi Desa.