Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 07 September 2026 | 14:10 WIB
Bencana Datang Beruntun, Tapi Anggaran Penanggulangan Paling Rendah, Purbaya: Tak Perlu Khawatir!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebutuhan pendanaan untuk penanganan bencana tetap dapat ditambah apabila alokasi yang tersedia tidak mencukupi. Foto Kemenkeu.
baca 10 detik
  • BNPB punya alokasi Rp1,05 triliun pada APBN 2026.
  • Pemerintah siapkan Rp5 triliun untuk penanggulangan bencana.
  • Purbaya jamin tambahan anggaran jika dana BNPB tidak mencukupi.

Suara.com - Anggaran penanggulangan bencana pada 2026 menjadi sorotan di tengah meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebutuhan pendanaan untuk penanganan bencana tetap dapat ditambah apabila alokasi yang tersedia tidak mencukupi.

Purbaya bilang pemerintah tidak menetapkan batas maksimal tambahan anggaran untuk penanganan bencana. Namun, pencairan tambahan dana tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Akan ada [tambahan anggaran], [tapi] kalau itu tergantung permintaan dari BNPB. Jadi kalau minta, kita lihat. Jadi kalau untuk bencana, treatmentnya beda," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Purbaya meminta masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kemampuan pemerintah dalam menyediakan anggaran apabila terjadi bencana besar.

"Kita akan usahakan semaksimal mungkin. Jadi nggak usah khawatir untuk anggaran bencana," tegasnya.

Meski demikian, Purbaya mengungkapkan hingga saat ini BNPB belum kembali mengajukan permintaan tambahan anggaran di luar dana yang telah disiapkan pemerintah.

Dia memastikan pemerintah akan memberikan tambahan pendanaan apabila BNPB membutuhkan anggaran lebih besar untuk merespons bencana.

"[Soal ada batasan maksimal tambahan anggaran] Nggak ada, apalagi untuk bencana misalnya. Mudah-mudahan nggak ada bencana lagi ya. Kita siapkan uang cukup [untuk BNPB]," ujarnya.

Sebelumnya, Purbaya menyebut pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp5 triliun untuk kebutuhan penanggulangan bencana selama satu tahun.

baca juga

“BNPB itu biasanya kita siapin 5 triliun untuk jaga-jaga bencana setahun. Nanti kalau kurang ditambah lagi. Karena ini kan bencana beda hitungannya,” kata Purbaya di Kompleks Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).

Dana Rp5 triliun tersebut dapat digunakan terlebih dahulu untuk kebutuhan penanganan bencana. Apabila kebutuhan membengkak, pemerintah dapat menambah pendanaan melalui mekanisme anggaran lainnya.

Namun, alokasi tersebut berbeda dengan anggaran untuk rekonstruksi pascabencana. Purbaya sebelumnya menjelaskan dana penanggulangan bencana tidak mencakup pembangunan kembali berbagai fasilitas dan bangunan yang rusak akibat bencana.

Untuk kebutuhan rekonstruksi, pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp101 triliun untuk penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Di sisi lain, berdasarkan pagu anggaran BNPB dalam APBN 2026, lembaga tersebut awalnya mendapatkan alokasi sebesar Rp491 miliar. Anggaran itu kemudian mengalami penyesuaian hingga menjadi sekitar Rp1,05 triliun.

Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan kebutuhan dana cadangan penanggulangan bencana sebesar Rp5 triliun yang disampaikan pemerintah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah mengandalkan fleksibilitas anggaran untuk menghadapi kebutuhan bencana yang sifatnya tidak dapat diprediksi. Artinya, besaran dana yang akhirnya dikeluarkan akan sangat bergantung pada skala dan jumlah bencana yang terjadi sepanjang tahun.

Persoalan pendanaan tersebut menjadi semakin penting mengingat sejumlah bencana masih terjadi di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir.

Teranyar, letusan Gunung Anak Krakatau mengganggu ratusan penerbangan serta berdampak terhadap wilayah di tiga kabupaten dan 15 kecamatan di Banten dan Lampung.

Pemerintah pun memastikan ruang fiskal untuk penanganan bencana tetap akan dijaga. Purbaya menegaskan kebutuhan anggaran akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan tidak semata-mata terpaku pada pagu awal.

"Masih, kita akan genjot di kuartal III ke kuartal IV ini," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bencana Beruntun Hantam RI, Menkeu Ungkap Dampaknya ke Ekonomi

Bencana Beruntun Hantam RI, Menkeu Ungkap Dampaknya ke Ekonomi

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:54 WIB

Purbaya Mau Potong Lagi Anggaran MBG, Bisa Kurang dari Rp 200 Triliun

Purbaya Mau Potong Lagi Anggaran MBG, Bisa Kurang dari Rp 200 Triliun

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:41 WIB

Hore! Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas Pajak, Rp 500 Juta Dinilai Terlalu Rendah

Hore! Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas Pajak, Rp 500 Juta Dinilai Terlalu Rendah

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×