Stok Beras yang Mengendap di Gudang Bulog Bakal Disulap Jadi Tepung

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 07 September 2026 | 18:36 WIB
Stok Beras yang Mengendap di Gudang Bulog Bakal Disulap Jadi Tepung
Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
baca 10 detik
  • Pemerintah memutuskan melelang 380.000 ton stok beras Bulog yang mutunya menurun akibat penyimpanan lama.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan lelang tersebut di Jakarta pada Senin, 7 September 2026.
  • Beras lelang seharga minimal Rp11.000 per kilogram itu dijual kepada industri sebagai bahan baku tepung.

Suara.com - Pemerintah memutuskan memanfaatkan sekitar 380.000 ton stok beras Bulog yang mengalami penurunan mutu untuk diolah menjadi tepung beras.

Beras tersebut merupakan bagian dari stok pangan pemerintah yang telah disimpan dalam waktu cukup lama. Sebagian bahkan telah berada di gudang Bulog selama lebih dari satu tahun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pemerintah memiliki stok beras yang cukup besar dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian beras mengalami penurunan mutu akibat masa penyimpanan.

"Nah karena kita dua tahun stok kita ini kan paling tinggi, ya belum pernah Bulog punya stok setinggi ini, tahun lalu 5 juta lebih, tahun ini 5 juta lebih, ya. Tentu ada yang karena sudah dua tahun tentu ada yang kurang mutu. Nah yang kurang mutu tuh kira-kira 380.000 ton," kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat konferensi pers di Kantor BPDLH Kemenkeu, Jakarta, Rabu (12/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). [Suara.com/Dicky Prastya]

Pemerintah pun memutuskan melelang beras tersebut kepada pelaku usaha yang membutuhkan bahan baku untuk memproduksi tepung beras.

Harga minimal lelang ditetapkan sebesar Rp11.000 per kilogram atau lebih rendah dibandingkan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Ini kita tadi boleh dilelang, minimal harganya Rp11.000. Dilelang, kita putuskan, ya, dilelang. Tapi minimal Rp11.000. SPHP kan Rp12.000, jadi beda seribu aja," ujarnya.

Zulhas mengatakan, beras yang mengalami penurunan mutu tersebut dapat dimanfaatkan industri sebagai bahan baku tepung. Langkah tersebut diharapkan turut membantu menjaga harga tepung beras di pasaran.

"Boleh dilelang Rp11.000, itu yang mutunya turun, itu nanti bisa dibeli oleh pabrik-pabrik pengusaha tepung itu untuk dijadikan tepung, sehingga harga tepung yang naik juga bisa turun," katanya.

baca juga

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, beras sebanyak 380.000 ton tersebut akan dilelang melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Menurut dia, beras yang telah disimpan dalam waktu lama justru memiliki karakteristik yang dibutuhkan oleh industri tepung beras.

"Jadi 380.000 ton dengan skema nanti dilelang di KPKNL. Di KPKNL dengan harga minimal 11.000 yang dilepas dari pemerintah. Nanti hasil lelang, siapa pemenang lelang itu yang bisa memenangkan hasil lelangnya," ujar Ahmad Rizal.

Ia menjelaskan, bahan baku tepung beras umumnya membutuhkan beras dengan usia simpan lebih dari 10 bulan. Bulog memiliki stok dengan rata-rata usia simpan di atas 10 bulan, bahkan sebagian telah disimpan lebih dari satu tahun.

"Rata-rata di atas 10 (bulan) lah bahkan. Ada yang setahun. Ada yang setahun 3 bulan, ada," ungkapnya.

Ahmad Rizal mengatakan, pengusaha tepung beras justru membutuhkan beras yang telah lama disimpan karena kandungan amilosanya dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan produksi.

"Nah, biasanya orang-orang pengusaha tepung beras tuh makin lama makin senang, karena kadar amilosanya dia akan lebih sesuai, mencukupi sesuai kebutuhannya. Kalau amilosanya rendah dia malah enggak terima. Kalau malah beras-beras baru dia enggak terima malah, demikian," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beras SPHP Tak Lagi Beredar, Namanya Kini Beras Kita Medium

Beras SPHP Tak Lagi Beredar, Namanya Kini Beras Kita Medium

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 18:31 WIB

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:27 WIB

Bulog Turun Langsung ke Pasar di Seluruh Indonesia, Pantau Pasokan dan Harga Beras

Bulog Turun Langsung ke Pasar di Seluruh Indonesia, Pantau Pasokan dan Harga Beras

News | Sabtu, 05 September 2026 | 16:18 WIB

Terkini

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Jangan Telan Mentah-Mentah! Ini Alasan Video Jurnalisme Warga Tetap Butuh Verifikasi

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 06:05 WIB

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

BRI Sosialisasikan QRIS kepada Pedagang Pasar Kranggan Yogyakarta, Dorong Transaksi Nontunai

Bri | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 04:38 WIB

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

×