Suara.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyalurkan bantuan dengan total nilai lebih dari Rp3,2 miliar untuk mendukung penguatan fasilitas pertanian dan peternakan komunal di wilayah Bumi Majapahit. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan Pemerintah Pusat melalui anggaran non-APBD.
Penyerahan sekaligus integrasi pemanfaatan bantuan dilakukan dalam kegiatan Pertanian Komunal Bersama Milenial dan Penyaluran Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto yang berlangsung di Pujasera Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Selasa (1/9/2026) pagi.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis. Ia berharap dukungan yang diberikan kepada 18 kelompok tani dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu menjadi salah satu sumber penguatan ekonomi bagi keluarga para penerima manfaat.
"Kita berharap bantuan yang diberikan kepada 18 kelompok tani digunakan dengan baik. Kemudian, dengan pendampingan dari penyuluh pertanian, bantuan ini akan meningkatkan atau memberikan tambahan nilai ekonomi bagi keluarganya," ujar figur yang akrab disapa Gus Bupati tersebut.
Selain diarahkan untuk meningkatkan efektivitas produksi pertanian dan peternakan, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendorong generasi muda agar tertarik menekuni sektor pertanian.
Gus Bupati menilai regenerasi petani menjadi hal penting bagi keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan di masa mendatang. Menurutnya, modernisasi peralatan pertanian dapat membuat pekerjaan di sektor tersebut semakin menarik bagi kalangan muda sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.
"Anak-anak (pemuda) sekarang ini tampak enggan menjadi petani. Padahal petani itu keren. Kita tidak bisa makan kalau tidak ada petani. Dengan modernisasi alat-alat pertanian, menjadi petani akan lebih keren. Selain itu, dengan alat ini biaya produksi bisa lebih minim dan hasil produksinya lebih banyak," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara perkembangan industri dan keberadaan sektor pertanian. Menurutnya, kedua sektor tersebut dapat berkembang secara berdampingan selama pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Industri menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan membutuhkan banyak pekerja. Jadi, kita harus bisa memfasilitasi mereka juga. Nah, makanya lahan pangan kita jaga, lahan investasi juga kita fasilitasi," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono memaparkan rincian bantuan yang telah disalurkan kepada kelompok tani. Bantuan yang bersumber dari APBD diberikan kepada sejumlah kelompok tani dalam bentuk pelatihan maupun dukungan sarana peternakan.
"Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD terdiri dari sembilan kelompok tani berupa pelatihan petani milenial senilai Rp50 juta, sembilan kelompok tani berupa ternak ayam, pakan dan kandang senilai Rp950 juta, serta satu kelompok tani berupa itik dan pakan senilai Rp40 juta," terang Ludfi.
Adapun bantuan yang berasal dari non-APBD meliputi dua unit combine harvester atau mesin bantu panen dengan total nilai Rp1,18 miliar. Selain itu, terdapat satu unit traktor roda empat senilai Rp520 juta serta lima kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dengan nilai bantuan mencapai Rp500 juta.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas pertanian dan peternakan komunal sekaligus mendorong efisiensi biaya produksi. Di sisi lain, dukungan fasilitas dan modernisasi alat pertanian diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk ikut berperan dalam mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto.***