- Bandara Lombok dipadati penumpang setelah Soetta kembali dibuka.
- Penutupan Soetta akibat abu vulkanik menunda penerbangan dari Lombok.
- Penumpang domestik dan asing harus mengubah jadwal perjalanan.
Suara.com - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami peningkatan pada Selasa (8/9/2026). Terminal bandara terlihat lebih padat, terutama oleh penumpang yang hendak terbang menuju Jakarta setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali dibuka.
Kepadatan tersebut terjadi setelah operasional Bandara Soetta sempat dihentikan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan berlangsung hingga Senin (7/9/2026) pukul 23.59 WIB.
Pantauan di Bandara Internasional Lombok pada Selasa menunjukkan sejumlah penumpang memenuhi area terminal dengan membawa koper dan barang bawaan. Mereka terdiri dari penumpang dengan jadwal penerbangan reguler serta penumpang yang sebelumnya terdampak penundaan penerbangan pada Minggu dan Senin.
Seorang petugas Bandara Internasional Lombok mengatakan kepadatan penumpang pada Selasa lebih tinggi dibandingkan hari biasanya. Kondisi tersebut diduga terjadi karena penumpang yang penerbangannya tertunda harus mendapatkan jadwal keberangkatan baru.
"Ini lebih ramai memang. Kayaknya karena banyak yang kemarin ditunda (penerbangannya) ditumpuk ke hari ini," ujar petugas tersebut di Bandara Internasional Lombok, Selasa.
Salah satu penumpang asal Jakarta, Sarah, menjadi bagian dari penumpang yang terdampak penutupan Bandara Soetta. Ia seharusnya telah kembali ke Jakarta sesuai jadwal penerbangan sebelumnya.
Namun, penutupan Bandara Soetta membuat penerbangannya dari Lombok menuju Jakarta harus mengalami perubahan jadwal. Sarah akhirnya memperpanjang masa tinggalnya di Lombok hingga memperoleh jadwal penerbangan baru pada Selasa siang.
"Harusnya saya sudah pulang ke Jakarta sebelumnya. Tapi karena Bandara Soetta tutup, penerbangan saya diundur. Baru dapat jadwal lagi hari ini, Selasa siang," kata Sarah.
Ia mengaku hanya dapat menunggu hingga maskapai memberikan kepastian jadwal penerbangan baru. Menurutnya, penundaan tersebut merupakan konsekuensi dari kondisi abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
"Ya mau bagaimana lagi, kan memang situasinya karena abu vulkanik. Jadi saya tunggu saja sampai dapat jadwal penerbangan lagi," ujarnya.
Dampak gangguan penerbangan juga dirasakan oleh penumpang mancanegara. Kenny, warga negara Australia, seharusnya meninggalkan Lombok menuju Jakarta pada Senin (7/9/2026).
Kenny dijadwalkan berada di Jakarta untuk menjalankan proyek pemberdayaan lingkungan. Namun, penutupan Bandara Soetta membuat perjalanan tersebut tertunda dan memaksa perubahan terhadap agenda yang telah disusunnya.
"Saya seharusnya berangkat hari Senin dari Lombok ke Jakarta. Tapi penerbangannya tertunda karena bandara di Jakarta ditutup," kata Kenny.
Ia mengatakan perubahan jadwal penerbangan turut berdampak terhadap agenda proyeknya di Jakarta. Meski demikian, Kenny memahami keputusan penutupan bandara dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.
"Saya ke Jakarta ada urusan proyek pemberdayaan lingkungan. Jadi memang sedikit terganggu karena jadwalnya berubah, tapi sekarang saya senang akhirnya bisa melanjutkan perjalanan," pungkasnya.